BPS Sebut Tarif Listrik dan Emas Jadi Pemicu Inflasi Jember Pada Awal 2026

Wednesday, 4 February 2026 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Toko Emas Galeri 24 Tegal Boto Lor, ramai dikunjungi pembeli. (Foto: Sigit/Frensia).

Toko Emas Galeri 24 Tegal Boto Lor, ramai dikunjungi pembeli. (Foto: Sigit/Frensia).

Frensia.Id– Badan Pusat Statistik (BPS) merilis, inflasi year on year (y-on-y) di Kabupaten Jember sebesar 2,89 persen. Dengan indeks harga konsumen sebesar 109,74 pada Januari 2026.

Komoditas yang paling menonjol sebagai penyumbang inflasi ialah tarif listrik, emas perhiasan, beras, sigaret kretek mesin (skm), bakso siap santap. Karena sempat ada kenaikan harga.

“Kenapa secara tahunan mengalami inflasi? Karena Januari tahun lalu ada program diskon tarif listrik sebesar 51 persen dari pemerintah,” kata Ketua Statisi Ahli Muda BPS Jember, Meri Vita, Rabu (4/2/2026).

Selanjutnya kata dia, setelah potongan harga biaya listrik dicabut pemerintah. Hal itu membuat tahun ini terbaca ada kenaikan tarif pembayaran.

Baca Juga :  UIN KHAS Jember Gelar Bazar Kampus Ramadan, Kepala Biro AUPK: Komitmen Peduli Pelaku Usaha

“Ada penurunan harga di tahun lalu, membuat terbacanya data di tahun ini ada kenaikan harga,” ujarnya.

Namun kondisi tersebut tertolong dengan adanya penurunan harga, seperti cabai rawit, cabai merah, bawang merah dan daging ayam ras. Menurutnya, komoditas ini membuat Jember deflasi secara bulanan sebesar 0,29 persen.

“Pada Desember 2025 kemarin harganya sempat naik, tetapi pada Januari tahun ini harga komoditas pertanian tersebut sudah mulai turun,” paparnya.

Meri menambahkan, komoditas yang perlu diwaspadai terjadi lonjakan harga yaitu beras. Pasalnya, masa panen padi Jember tidak serempak.

Baca Juga :  Dongkrak Ekonomi Jember, PTPN I Regional 5 Guyur Bantuan Rp 2,26 M hingga Modal Ternak Rp 28 M

“Sebagian ada yang sudah musim panen, ada yang baru mulai tanam. Sehingga komoditas beras harus dijaga, dengan berkolaborasi dengan Bulog,” tambahnya.

Kebijakan pemerintah menyerap gabah petani melalui Bulog, kata Meri, sangat efektif untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran. Terutama menjaga harga dari level petani maupun di konsumen agar tidak jatuh.

“Menjaga harga dari level petani maupun di kosumen agar tidak jatuh. Ketika masa paceklik, Bulog mengeluarkan pasokan di gudang penyimpanan dapat menekan harga di pasaran,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Harga Minyakita Naik, Pedagang di Jember Stop Penjualan
Gas Elpiji 3 Kg di Jember Langka-Mahal, Pertamina Gelar Operasi Pasar
Perajin Tahu di Mangli Jember Keluhkan Efek Domino Naiknya Harga Kedelai
Kepala BGN Resmikan Dapur MBG di Ponpes Nurul Chotib Jombang Jember
Intervensi Harga Pangan, Pertamina Gelar Pasar Murah Sembako Rp 30 Ribu di Jember
Akademisi Ekonomi UNEJ Tawarkan Solusi untuk Pemerintah dan UMKM saat Harga Plastik Naik
Pedagang di Pasar Tanjung Jember Keluhkan Daya Beli saat Harga Plastik Naik
Dongkrak Ekonomi Jember, PTPN I Regional 5 Guyur Bantuan Rp 2,26 M hingga Modal Ternak Rp 28 M

Baca Lainnya

Thursday, 23 April 2026 - 16:40 WIB

Harga Minyakita Naik, Pedagang di Jember Stop Penjualan

Thursday, 23 April 2026 - 12:14 WIB

Gas Elpiji 3 Kg di Jember Langka-Mahal, Pertamina Gelar Operasi Pasar

Friday, 17 April 2026 - 22:10 WIB

Perajin Tahu di Mangli Jember Keluhkan Efek Domino Naiknya Harga Kedelai

Thursday, 16 April 2026 - 15:32 WIB

Kepala BGN Resmikan Dapur MBG di Ponpes Nurul Chotib Jombang Jember

Thursday, 16 April 2026 - 13:06 WIB

Intervensi Harga Pangan, Pertamina Gelar Pasar Murah Sembako Rp 30 Ribu di Jember

TERBARU