Pedagang di Pasar Tanjung Jember Keluhkan Daya Beli saat Harga Plastik Naik

Tuesday, 14 April 2026 - 18:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Toko Plastik Budi Makmur di Lantai 2 Pasar Tanjung, Jember (Foto: Fadli/Frensia).

Toko Plastik Budi Makmur di Lantai 2 Pasar Tanjung, Jember (Foto: Fadli/Frensia).

Frensia.id – Kenaikan harga plastik telah mengakibatkan daya beli masyarakat menurun.

Salah satu pedagang plastik di Pasar Tanjung, Jember, Budi Makmur, mengeluh bahwa sejak harga plastik naik toko miliknya mulai sepi pembeli.

“Menurun banyak. Ya mulai harganya naik-naik semua itu. Kalau yang biasanya beli dua, beli satu,” kata dia, saat ditemui di Lapaknya, pada Selasa, (14/4/2026).

Kata dia, plastik mulai mengalami kenaikan harga setelah Hari Raya Idul Fitri.

Baca Juga :  Rupiah Kian Melemah, Ekonom UNEJ Sebut Harga Pangan dan Energi Domestik Berpotensi Naik

“Dari awalnya 10 persen, 20 persen, 30 persen sekarang 50 persen sampai 60 persen,” kata dia.

Menurutnya, harga semua plastik naik, terutama plastik jenis PP (Polypropylene). Plastik ini sering digunakan untuk mewadahi gula, beras dan bakso.

Tidak hanya itu, wadah gelas minuman es berbahan plastik juga mengalami kenaikan harga.

“Satu karton naiknya Rp 100.000,” tuturnya.

Baca Juga :  BRI Jember Salurkan KUR Rp 363,6 Miliar, Sektor Pertanian Mendominasi

Sedangkan untuk wadah mika, naik sebanyak 20 persen. Berbeda dengan Thinwall. Plastik ini kerap kali digunakan untuk wadah makan.

“Thinwall itu 60 persen sampai 80 persen,” katanya.

Kata dia, pembeli yang sering membeli plastik di tokonya merupakan para pedagang UMKM (Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah). Namun, kini sudah mulai jarang lagi membeli karena harga yang melonjak secara drastis.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Dewan Komisioner OJK: Industri Keuangan adalah Industri Kepercayaan
Gawat! Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Tembus 18.000 Lebih
BRI Jember Salurkan KUR Rp 363,6 Miliar, Sektor Pertanian Mendominasi
Tren Tabungan Emas di BRImo Semakin Diminati saat Rupiah Melemah
Rupiah Kian Melemah, Ekonom UNEJ Sebut Harga Pangan dan Energi Domestik Berpotensi Naik
Pakar Ekonomi UNEJ Soroti Penyebab Lemahnya Rupiah
Harga Minyakita Naik, Pedagang di Jember Stop Penjualan
Gas Elpiji 3 Kg di Jember Langka-Mahal, Pertamina Gelar Operasi Pasar

Baca Lainnya

Saturday, 27 June 2026 - 16:44 WIB

Dewan Komisioner OJK: Industri Keuangan adalah Industri Kepercayaan

Thursday, 4 June 2026 - 10:36 WIB

Gawat! Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Tembus 18.000 Lebih

Monday, 25 May 2026 - 14:00 WIB

BRI Jember Salurkan KUR Rp 363,6 Miliar, Sektor Pertanian Mendominasi

Friday, 22 May 2026 - 19:32 WIB

Tren Tabungan Emas di BRImo Semakin Diminati saat Rupiah Melemah

Friday, 22 May 2026 - 18:34 WIB

Rupiah Kian Melemah, Ekonom UNEJ Sebut Harga Pangan dan Energi Domestik Berpotensi Naik

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading