BPJS Ketenagakerjaan Jalin Kerja Sama dengan UNEJ untuk Tingkatkan Literasi Perlindungan Sosial

Friday, 3 July 2026 - 19:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat (kiri) dan Rektor UNEJ, Iwan Taruna (kanan), di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat (Foto: Fadli/Frensia).

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat (kiri) dan Rektor UNEJ, Iwan Taruna (kanan), di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat (Foto: Fadli/Frensia).

Frensia.id – BPJS Ketenagakerjaan telah menjalin kerja sama dengan Universitas Jember (UNEJ), untuk meningkatkan literasi terkait perlindungan sosial kepada mahasiswa dan masyarakat luas.

Penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjianan kerja sama ditandatangani oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat dan Rektor UNEJ, Iwan Taruna, di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat, pada Jum’at (3/7/2026).

Adapun ada 3 perjanjian yang disepakati dalam nota kesepahaman tersebut, yaitu pertama tentang Penguatan Tridarma Perguruan Tinggi
dan Implementasi Kurikulum Jaminan
Sosial.

Kedua tentang Optimalisasi Perlindungan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bagi
Pegawai Non ASN Universitas Jember.

Dan yang Ketiga, terkait Optimalisasi Perlindungan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bagi
Mahasiswa Universitas Jember.

Direktur Utama (Dirut) BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menyampaikan bahwa literasi tentang jaminan sosial, terutama ketenagakerjaan menjadi hal yang penting dan krusial untuk diketahui kepada masyarakat.

Selain itu, kata dia, pihaknya bersama pimpinan UNEJ menginginkan melaksanakan program pemberdayaan pada penerima manfaat.

Baca Juga :  Amat Serius! Kuatkan Kapasitas Dosen, Fakultas Dakwah UIN KHAS Gelar Short Course PAR Di Kongsi Tengah

“Karena di kami di BPJS Ketenagakerjaan ini, tahun lalu aja kami menyalurkan bahkan sebesar 60 triliun. Selanjutnya bagaimana manfaat ini benar-benar bisa menjadi sesuatu yang produktif. Bukan hanya keuangan yang kemudian habis ya habis untuk konsumtif,” tutur Saiful.

Dia berharap dengan kolaborasi bersama, program ini dapat meningkatkan daya guna untuk konteks tridarma perguruan tinggi terwujud dan berdampak langsung pada masyarakat.

Saiful juga berkata bahwa BPJS Ketenagakerjaan sesuai dengan amanat undang-undang bisa mewujudkan ketahanan sosial ekonomi nasional.

Dia menyebut program pemberdayaan ini dengan sebutan 3 P.

“Pertama kita melakukan pelatihan, selanjutnya kita lakukan tracking dan pendampingan untuk mereka bisa produktif, dan sampai kemudian menjadi profit,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor UNEJ, Iwan Taruna, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bentuk sinergi antara lembaga BPJS dengan perguruan tinggi.

“Pembahasan yang sudah dilaksanakan ada berbagai permasalahan yang faktual seperti misalnya literasi, kepesertaan, dan perlindungan, sehingga dalam artian ini universitas ingin mencoba bekerja sama,” tutur Iwan.

Baca Juga :  Agar Bantuan Sosial Tidak Terputus, Pendamping PKH Tegalwangi Mengedukasi untuk Menghindari Judol

Di juga menyoroti persoalan literasi jaminan sosial pada masyarakat yang justru lebih memahami BPJS Kesehatan dibanding Ketenagakerjaan.

“Nah ini tugas kita (kampus) di sini untuk literasi, terkait dengan yang perlindungan disampaikan oleh BPJS Ketenagakerjaan itu harus kita sampaikan,” kata dia.

Iwan juga berkata di tahun sebelumya, pihak kampus telah menjalin bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk melindungi mahasiswa saat melakukan KKN.

Menurut Iwan, dengan diadakannya kerja sama akan ada peningkatan kepesertaan atau kesadaran untuk mengikuti BPJS Ketenagakerjaan.

“Karena kita ini komunitasnya tiap tahun berganti. Mahasiswa baru kemudian ada yang lulus, yang lulus ini menyebar ke mana-mana. Nah kalau literasinya sudah di mantapkan, kan juga bisa menyebarkan ke mana-mana,” tegasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

8 Guru Besar UIN KHAS Jember Resmi Jadi Pendaftar Bakal Calon Rektor
Respons Ketua IKA UIN KHAS soal Penjaringan Bakal Calon Rektor
Ketua IKA UIN KHAS Jember Resmi Dikukuhkan Jadi Guru Besar
Prof Sahiron: Lebih Banyak Profesor di Kampus akan Bagus Akreditasinya
UIN KHAS Jember Kukuhkan 4 Guru Besar
UIN KHAS Jember Borong 7 Medali di Ajang PORSI JAWARA II 2026
UIN KHAS Jember Kirim Surat Keberatan dan Dugaan Kecurangan Panitia PORSI JAWARA II 2026
Penanggung Jawab UIN KHAS Jember Minta Lomba LKTI Diulang, Pengumuman Pemenang Catut Logo Kampus

Baca Lainnya

Friday, 18 September 2026 - 23:07 WIB

8 Guru Besar UIN KHAS Jember Resmi Jadi Pendaftar Bakal Calon Rektor

Friday, 18 September 2026 - 14:41 WIB

Respons Ketua IKA UIN KHAS soal Penjaringan Bakal Calon Rektor

Friday, 18 September 2026 - 14:35 WIB

Ketua IKA UIN KHAS Jember Resmi Dikukuhkan Jadi Guru Besar

Thursday, 17 September 2026 - 19:23 WIB

UIN KHAS Jember Kukuhkan 4 Guru Besar

Saturday, 12 September 2026 - 21:12 WIB

UIN KHAS Jember Borong 7 Medali di Ajang PORSI JAWARA II 2026

TERBARU

Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Prof. Abdul Muis. (Foto: Humas UIN KHAS).

Educatia

Respons Ketua IKA UIN KHAS soal Penjaringan Bakal Calon Rektor

Friday, 18 Sep 2026 - 14:41 WIB

Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achamd Siddiq (UIN KHAS) Jember, Prof. Abdul Muis. (Foto: Foto Pribadi).

Educatia

Ketua IKA UIN KHAS Jember Resmi Dikukuhkan Jadi Guru Besar

Friday, 18 Sep 2026 - 14:35 WIB

Ilustrasi Nietzsche dan pernikahan (Sumber: AI)

Kolomiah

Pandangan Nietzsche Agar Pernikahan Tidak Berujung Cerai

Friday, 18 Sep 2026 - 13:28 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading