Frensia.Id– Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kabupaten Jember mendatangi sekaligus melakukan pembinaan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Umbulsari.
Langkah ini diambil menyusul adanya laporan dugaan keracunan makanan atau gangguan pencernaan yang dialami 112 siswa dan guru di SMPN 1 Umbulsari.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Jember, Akhmad Helmi Luqman, yang memimpin langsung Satgas MBG, menegaskan bahwa pengecekan lapangan ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Jember dan amanat dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“Karena ada peristiwa itu, kami akhirnya datang ke sini atas perintah Gus Bupati, sekaligus BGN untuk cek lapangan,” katanya, Jum’at (6/2/2026).
Dalam temuan di lapangan, Helmi menyoroti adanya pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dilakukan oleh pihak pengelola SPPG. Salah satu poin paling krusial adalah ketiadaan sampling makanan.
“Ada SOP yang dilewati oleh mereka, yaitu sampling. Sampling itu tidak boleh tidak ada, harus ada. Harusnya ini menjadi bukti kualitas kelayakan dari makanan yang disajikan,” ujarnya.
Ketiadaan sampel ini menyulitkan proses verifikasi cepat ketika terjadi insiden medis pada siswa.
Sebagai langkah penanganan, pihak kesehatan terpaksa mengambil sampel dari sisa muntahan siswa untuk diuji di laboratorium.
“Sisa muntahan dari anak-anak masih kita lab-kan oleh teman-teman Puskesmas dan tenaga kesehatan untuk memastikan penyebab pastinya,” paparnya.
Saat ditanya terkait sanksi, Helmi menjelaskan bahwa pihaknya telah melayangkan teguran secara tertulis kepada SPPG Umbulsari. Mengingat unit tersebut baru beroperasi selama dua minggu, pembinaan intensif menjadi prioritas utama.
“Kita ingatkan secara tertulis agar mereka disiplin terhadap SOP-nya. Ini menjadi pembelajaran agar rekan-rekan di SPPG lebih ketat lagi memantau kualitas layanan makan bergizi gratis bagi siswa kita ke depan,” tandasnya.







