Frensia.Id- Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, Jember terendam banjir. Ketinggian air mencapai dada orang dewasa atau setinggi 120-130 cm.
Kepala BPBD Jember menyampaikan, ada tiga dusun yang terendam banjir. Yakni Dusun Tanjungsari, Dusun Sumberjo dan Dusun Krajan.
“Di Dusun Tanjungsari dan duaun Sumberjo masing-masing 300 kk terdampak, sementara di dusun Krajan 713 kk terdampak,” katanya, Jum’at (13/2/2026).
Selanjutnya, Ketua Baret Rescue Jember yang turun ke TKP, David Handoko Seto menyampaikan, bahwa ketinggian air mencapai 120-130 cm. Atau setara dengan dada orang dewasa.
“Di titik tertentu, tadi ketinggian air bisa sampai 120-130 cm. Selain masyarakat yang terdampak, kendaraan juga banyak yang terjebak (tidak bisa hidup,” ujarnya.
David menambahkan, bahwa tadi sudah ada dua dapur umum yang berdiri di desa tersebut. Karena dapur masyarakat tidak lagi bisa digunakan.
“Jadi masyarakat sudah tidak bisa melakukan kegiatan memasak karena dapurnya tidak bisa di gunakan,” paparnya.
Saat ditanya mengenai penyebab banjir, David menjelaskan bahwa debit air naik karena dipicu hujan deras. Sejak Kamis siang hingga Jum’at dini hari.
Kata dia, kalau hujan deras, desa Glundengan memang sering terendam air. Namun banjir kali ini, juga dipicu oleh luapan air sungai Bedadung dan Sungai Dinoyo.
“Jam 01:00 WIB, air sudah mulai naik dan masuk ke Balai Desa. Puncaknya jam 05:00 WIB, air merendam rumah warga,” jelasnya.
“Sekitar 250 warga terdiri dari balita, lansia, kemudian orang-orang yang sedang sakit, ibu hamil ini kami evakuasi di tempat yang lebih aman,” tambahnya.
David menambahkan, kondisi air sekarang sudah mulai menyusut. Namun, air masih menggenangi pemukiman warga.
“Kondisi air sudah menyusut, hanya saja masih menggenangi pemukiman warga,” tandasnya.







