Kesaksian Warga Gumelar atas Kronologi Banjir

Sunday, 15 February 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa. Salah satu lokasi terdampak banjir.

Foto: Istimewa. Salah satu lokasi terdampak banjir.

Frensia.id- Banjir yang terjadi secara tiba-tiba pada hari Kamis malam Jumat (12/02/26) menyisakan pekerjaan bersih-bersih lumpur yang sangat banyak bagi warga terdampak, salah satunya berlokasi di dusun Jogaran desa Gumelar kecamatan Balung.

Tidak hanya menyisakan lumpur yang dibawa banjir dan masuk ke dalam rumah-rumah, tetapi juga cerita tentang bagaimana kronologi air dari sungai meluap. Menurut cerita yang dtuturkan oleh H. Hudori, air datang sekitar pukul sebelas malam pada hari Kamis. Saat itu ia sudah terlelap tidur kemudian mendengar salah satu tetangganya, bernama Rosid memukul tiang listrik berkali-kali.

“Rosid kok memukul tiang listrik berkali-kali ada apa?” Tutur cerita H Hudori. Saat itu ia masih dalam kondisi mengantuk sehingga sejenak bangun dan lantas lanjut tidur.

Sampai akhirnya baru benar-benar bangun ketika tetangga yang masih mempunyai hubungan family menggedor-gedor pintu seraya berteriak “banjir, banjir.” Terang H Hudori.

Baca Juga :  Pemkab Jember Jajaki Kerja Sama Sister City dengan Kota Jinhua Tiongkok

Lebih lanjut, menurutnya, debit air banjir bergerak secara cepat merengsek masuk ke rumah dengan ketinggian kurang lebih 50 cm. Tampak jelas tinggi air masih kelihatan di dinding-dinding rumah, dengan bekas basah, sampai hari Minggu (15/02/26). Air banjir yang berasal dari sungai etan, sebagaimana sebutan dari warga setempat, bertahan hingga hari Sabtu baru kemudian berangsur surut secara perlahan.

H.Hudori sebagai salah satu warga dusun Jogaran yang berdomisili di dekat sungai etan, persisnya di belakang rumahnya. Maka berbeda cerita dengan warga yang lokasi rumahnya cukup jauh dari sungai.

Salah satunya adalah Ibu Umi Masruroh. Seperti yang beliau ceritakan saat ditemui di kediamannya, pertama kali mengetahui banjir berasal dari pengumuman yang disampaikan lewat corot masjid. Selain itu, warga yang lebih dulu terdampak juga mengirimkan sinyal pertanda lewat bunyi petasan.

Baca Juga :  DPRD Banyuwangi desak ASDP cari solusi Macet Berkepanjangan di Pelabuhan

“dari corong masjid disampaikan banjir…banjir…dari arah utara terdengar bunyi petasan keras sebagai simbol kalau ada banjir, tetapi sebagian warga kurang memahami kalau itu sinyal.” Ungkapnya.

Seperti diceritakan oleh ibu yang kesehariannya sebagai guru TK, air terus bergerak dalam waktu yang singkat sudah meninggi. Intensitas air mencapai maksimal sekitar jam setengah empat pagi.

Pada hari Jumat pagi hingga sore terjadi pemadaman listrik, setelah itu air surut secara berangsur-angsur.

Banjir yang terjadi di dusun Jogaran desa Gumelar ini tidak mengakibatkan kerugian materi yang signifikan, salah satunya ayam milik tetangga ibu Umi Masruroh meninggal didalam kurungan yang tenggelam terkena banjir.

Tampak pada hari Minggu, setelah air benar-benar surut masyarakat setempat dibuat lelah membersihkan lumpur halus yang dibawa oleh air banjir.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Prof. Hefni: Rektor Tawadhu yang Membumi
DPRD Banyuwangi desak ASDP cari solusi Macet Berkepanjangan di Pelabuhan
Dihadiri LPPM UIN KHAS, Griya Moderasi Agama KUA Kaliwates Jember Bahas Problema Implementasi Eco-theologi
Hari Bhayangkara ke-80, Satlantas Polresta Banyuwangi Salurkan Bantuan Alat Pertanian untuk Petani Jagung
Jaring Generasi Muda, Polresta Banyuwangi Gelar Turnamen E-Sport Kapolri Cup 2026
Peringati Bulan Bung Karno, Kader PDI Perjuangan Banyuwangi Nyekar dan Doa Bersama di Taman Makam Pahlawan
Haul Bung Karno! DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Santunan Anak Yatim dan Doa Bersama
DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Konco Lidasi Bangkitkan Semangat di Bulan Bung Karno

Baca Lainnya

Friday, 26 June 2026 - 13:12 WIB

Prof. Hefni: Rektor Tawadhu yang Membumi

Thursday, 25 June 2026 - 19:37 WIB

DPRD Banyuwangi desak ASDP cari solusi Macet Berkepanjangan di Pelabuhan

Wednesday, 24 June 2026 - 21:18 WIB

Dihadiri LPPM UIN KHAS, Griya Moderasi Agama KUA Kaliwates Jember Bahas Problema Implementasi Eco-theologi

Monday, 22 June 2026 - 17:26 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Satlantas Polresta Banyuwangi Salurkan Bantuan Alat Pertanian untuk Petani Jagung

Monday, 22 June 2026 - 17:20 WIB

Jaring Generasi Muda, Polresta Banyuwangi Gelar Turnamen E-Sport Kapolri Cup 2026

TERBARU

Opinia

Filsafat Ilmu Ushul Fiqh : Membaca Kembali Gagasan Dr. Ishaq

Saturday, 27 Jun 2026 - 17:55 WIB

Regionalia

Prof. Hefni: Rektor Tawadhu yang Membumi

Friday, 26 Jun 2026 - 13:12 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading