Berkah Ramadhan Bikin Omzet Pedagang Es di Jember Naik 10 Kali Lipat

Friday, 20 February 2026 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Toko salah satu pedagang bahan es di Pasar Tanjung, milik Yeni Agustin. (Foto: Sigit/Frensia).

Toko salah satu pedagang bahan es di Pasar Tanjung, milik Yeni Agustin. (Foto: Sigit/Frensia).

Frensia.Id– Bulan suci Ramadhan membawa berkah melimpah bagi pedagang bahan es di Pasar Tanjung, Jember. Meski harga sejumlah komoditas bahan baku minuman melonjak tajam, aktivitas jual beli justru meningkat seiring tingginya kebutuhan masyarakat akan takjil segar untuk berbuka puasa.

Salah satu pedagang bahan es di Pasar Tanjung, Yeni Agustin, mengungkapkan bahwa kenaikan harga paling signifikan terjadi pada komoditas kolang-kaling yang mencapai 50 persen. Dia menyebut saat ini harga bahan pelengkap es campur tersebut menyentuh angka Rp22.000 dari sebelumnya Rp15.000 per kilogram.

“Kolang-kaling dan rumput laut harganya melambung karena dari petani memang sudah naik,” katanya saat ditemui di lapaknya, Kamis (20/2/2026).

Baca Juga :  Jelang Ramadan, Pertamina Tambah Distribusi LPG 3 Kg di Jember Guna Tekan Risiko Kelangkaan

Kendati harga bahan baku meroket, Yeni mengaku omzet penjualannya selama Ramadhan justru melesat hingga hampir sepuluh kali lipat dibanding hari biasa.

Tingginya permintaan ini membuatnya harus menambah jumlah karyawan dari dua orang menjadi delapan orang, serta memperpanjang jam operasional dari pukul 02.00 WIB hingga 22.00 WIB.

“Insyaallah Ramadhan tahun ini lebih ramai dibanding tahun lalu. Cuacanya panas, jadi orang lebih banyak cari minuman segar,” ujarnya.

Sementara untuk menyiasati mahalnya harga kolang-kaling, Yeni menyebut cincau menjadi produk paling laris karena harganya yang ekonomis, yakni Rp4.000 per kilogram. Dia membeberkan strateginya menjaga pasokan dengan mengambil barang langsung dari pabrik di kawasan Gading Joyo dan Tegal Besar.

Baca Juga :  Bulog Jember Pangkas Rantai Distribusi MinyaKita, Pastikan Harga di Pasar Sesuai HET

“Tujuannya agar bisa menjadi distributor tangan pertama dan menekan harga jual,” paparnya.

Hal senada diungkapkan Putri, penjual es campur di Kecamatan Arjasa, yang menyatakan tetap konsisten berjualan meski modal membengkak karena permintaan pasar yang tetap tinggi selama bulan suci. Kata dia, kondisi cuaca yang cenderung panas di wilayah Jember tahun ini menjadi faktor pendukung meningkatnya konsumsi minuman segar.

““Namanya juga Ramadhan, pembeli pasti banyak. Selama kenaikan harga bahan masih wajar, kami tetap berjualan karena permintaan pasar memang sedang tinggi,” ungkapnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Penjualan Kurma di Jember Melejit Menjelang Ramadan
LAZNAS Nurul Hayat Resmikan Program Sumur Bor untuk Pesantren di Jember
BPS Sebut Tarif Listrik dan Emas Jadi Pemicu Inflasi Jember Pada Awal 2026
LKI Gelar Pendampingan UMKM, Dorong Transformasi Digital Pelaku Usaha
Harga Melambung, Petani Cabai di Jember Pilih Panen Lebih Awal
Bulog Jember Pangkas Rantai Distribusi MinyaKita, Pastikan Harga di Pasar Sesuai HET
Harga Ikan di Jember Naik Jelang Malam Pergantian Tahun
Satgas Pangan Jember Temukan Beras Berlabel Tempelan saat Sidak Jelang Nataru

Baca Lainnya

Friday, 20 February 2026 - 18:57 WIB

Berkah Ramadhan Bikin Omzet Pedagang Es di Jember Naik 10 Kali Lipat

Thursday, 12 February 2026 - 16:27 WIB

Penjualan Kurma di Jember Melejit Menjelang Ramadan

Tuesday, 10 February 2026 - 18:55 WIB

LAZNAS Nurul Hayat Resmikan Program Sumur Bor untuk Pesantren di Jember

Wednesday, 4 February 2026 - 19:16 WIB

BPS Sebut Tarif Listrik dan Emas Jadi Pemicu Inflasi Jember Pada Awal 2026

Tuesday, 3 February 2026 - 13:32 WIB

LKI Gelar Pendampingan UMKM, Dorong Transformasi Digital Pelaku Usaha

TERBARU

Sumber: Instagram Ariel Noah

Selebritia

Ariel Noah Membagikan Kisah Perjalanan dari Bandung ke Bali

Thursday, 19 Feb 2026 - 12:02 WIB

Foto: Istimewa. Gambar Telur Puyuh Ditimbang di Salah Satu SPPG

Regionalia

Permintaan Telur Puyuh Melonjak Drastis, Harga Masih Stagnan

Monday, 16 Feb 2026 - 21:48 WIB