FRENSIA.ID — Peristiwa kebakaran hebat melanda sebuah rumah warga di Dusun Tanjung RT 02 RW 16, Desa Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, 05/04. Insiden yang terjadi pada siang hari ini sontak memicu kepanikan luar biasa di kalangan warga sekitar karena kobaran api membesar dengan sangat cepat.
Kebakaran pertama kali diketahui warga pada siang hari ketika kepulan asap tebal yang pekat mulai membumbung tinggi, disusul oleh kobaran api yang dengan cepat melahap bagian rumah. Kondisi permukiman yang cukup padat membuat warga sekitar panik.
Sebelum bantuan resmi tiba, warga sempat bahu-membahu mencoba memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, besarnya kobaran api membuat upaya mandiri tersebut tidak cukup untuk menjinakkan si jago merah.
Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Jember yang menerima laporan darurat langsung meluncur ke lokasi kejadian. Setibanya di sana, petugas dengan sigap dan terkoordinasi melakukan penyemprotan. Fokus utama tim Damkar adalah melokalisasi titik api agar tidak merembet ke bangunan rumah warga lain yang saling berdempetan.
Berkat kerja cepat dan profesional, api berhasil dijinakkan dalam waktu yang relatif singkat. Setelah kobaran utama padam, petugas langsung melakukan proses pendinginan (overhaul) secara menyeluruh guna memastikan tidak ada bara api tersembunyi yang berpotensi menyala kembali.
“Kami segera menerjunkan personel ke lokasi begitu mendapat laporan. Alhamdulillah api berhasil kami padamkan dan tidak sampai merembet ke bangunan lain.” Ujar Suharto, Komadan Regu A Damkar Jember.
Meski dipastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, pemilik rumah harus menanggung kerugian material yang sangat besar. Selain kerusakan parah pada fisik bangunan dan perabotan rumah tangga, satu unit sepeda motor Yamaha NMax yang berada di lokasi turut hangus tak bersisa.
Secara keseluruhan, total kerugian ditaksir menyentuh angka ratusan juta rupiah.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti munculnya percikan api masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwajib.
Suharto turut mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi bencana serupa. Kelalaian kecil seperti instalasi listrik yang sudah tidak standar, korsleting, atau penggunaan api di dalam rumah tanpa pengawasan ketat seringkali menjadi pemicu utama.






