Kejari Jember Temukan Fakta Baru Kasus Kebakaran dan Dugaan Korupsi Bank Jatim Capem Kalisat

Friday, 8 May 2026 - 02:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember, Yadyn, (Foto: Fadli/Frensia).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember, Yadyn, (Foto: Fadli/Frensia).

Frensia.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Jember menemukan fakta baru terkait kasus kebakaran yang terjadi pada Bank Jatim Cabang Pembantu (Capem) Kecamatan Kalisat.

Sebelumnya, Bank Jatim Capem Kalisat pernah mengalami kebakaran pada 29 April 2025 tahun lalu.

Kepala Kejari Jember, Yadyn, mengatakan kasus terbakarnya Bank Jatim, ternyata ada keterlibatan mantan anggota legislator daerah.

“Ternyata mantan anggota dewan ini melalui staf-stafnya melakukan pembakaran dokumen,” kata Yadyn, saat menghadiri agenda silaturahmi dengan sejumlah awak media, di Grand Cafe, pada Kamis (7/5/2026) malam hari.

Baca Juga :  Pria di Jember Cabuli Keponakan Sendiri Modus Diiming-imingi Uang dan Tonton Upin Ipin

Dia berkata, bahwa tindak pidana yang dilakukan mantan anggota dewan tersebut, pihaknya menetapkan pelaku berdasarkan Pasal 21 Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 KUHP Baru.

Adapun dalam pasal tersebut mengatur tentang pembantuan tindak pidana.

Meskipun demikian, kata dia hal tersebut berpotensi menghalangi proses penyidikan, namun kini pihaknya masih menunggu hasil fakta penyidikan.

“Karena skema pidana umumnya sudah jalan, nanti kami lihat di fakta penyidikan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Yadyn menyingung terkait kasus dugaan korupsi yang telah merugikan negara sebanyak kurang lebih mencapai Rp 3 miliar.

Baca Juga :  Operasi Tumpas Semeru Polres Jember Sita Setengah Kilo Sabu dan Ribuan Okerbaya

Kata dia, dalam menemukan hasil kerugian negara banyak referensi cara pemeriksaan yang dipakai, salah satunya berdasarkan hasil pemeriksaan internal Bank Jatim.

“Jadi ada metodologi perhitungan kerugian negara. Salah satu referensi adalah pemeriksaan hasil internal,” kata Yadyn.

Namun kata Yadyn, kerugian keuangan negara akan berpotensi bertambah, jika pihak Kasi Pidsus Kejari Jember dan timnya menemukan dokumen yang jumlahnya lebih besar.

“Itu tentunya akan menambah jumlah kerugian keuangan negara. Jadi kami akan melihat berdasarkan dokumen, keterangan saksi, dan alat bukti lainnya,” tegasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Pulang Kerja, Pria di Kabat Banyuwangi Dibacok Golok hingga Luka di Dagu
Pria di Jember Cabuli Keponakan Sendiri Modus Diiming-imingi Uang dan Tonton Upin Ipin
Operasi Tumpas Semeru Polres Jember Sita Setengah Kilo Sabu dan Ribuan Okerbaya
Sapu Bersih Kejahatan, Satreskrim Polres Jember Gulung 15 Pelaku Curanmor-Curat
Praperadilan Febrie Ditolak Dua Kali dalam Dua Hari: Status Tersangka TPPU dan Penahanan Dinyatakan Sah
Kasat Reskrim Polres Jember Sebut Judol Perusak Masa Depan Anak Bangsa
Penganiayaan Siswi SD di Jember Gegara Cemburu Saling Follow TikTok
Dua Pria Pencuri Kopi di Gunung Pasang Jember Ditetapkan Jadi Tersangka

Baca Lainnya

Tuesday, 8 September 2026 - 18:10 WIB

Pulang Kerja, Pria di Kabat Banyuwangi Dibacok Golok hingga Luka di Dagu

Wednesday, 2 September 2026 - 18:56 WIB

Pria di Jember Cabuli Keponakan Sendiri Modus Diiming-imingi Uang dan Tonton Upin Ipin

Tuesday, 1 September 2026 - 21:50 WIB

Operasi Tumpas Semeru Polres Jember Sita Setengah Kilo Sabu dan Ribuan Okerbaya

Tuesday, 1 September 2026 - 18:38 WIB

Sapu Bersih Kejahatan, Satreskrim Polres Jember Gulung 15 Pelaku Curanmor-Curat

Friday, 28 August 2026 - 21:35 WIB

Praperadilan Febrie Ditolak Dua Kali dalam Dua Hari: Status Tersangka TPPU dan Penahanan Dinyatakan Sah

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading