Kejari Jember Usut Dugaan Korupsi Klaim BPJS Kesehatan, Status Naik ke Penyidikan!

Thursday, 7 May 2026 - 23:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jember, Dr. Yadyn (Foto: Sigit/Frensia).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jember, Dr. Yadyn (Foto: Sigit/Frensia).

Frensia.Id- Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember resmi meningkatkan status perkara dugaan korupsi manipulasi klaim layanan kesehatan ke tahap penyidikan.

Kasus ini menyeret sejumlah rumah sakit di Jember terkait dugaan praktik fraud terhadap tagihan BPJS Kesehatan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jember, Dr. Yadyn, menjelaskan bahwa keputusan menaikkan status perkara ini diambil setelah tim penyelidik melakukan ekspose atau gelar perkara internal. Hasilnya, ditemukan indikasi kuat adanya perbuatan melawan hukum.

“Perkara dugaan korupsi manipulasi tagihan BPJS Kesehatan oleh sejumlah rumah sakit di Kabupaten Jember telah ditingkatkan ke tahap penyidikan,” katanya, Kamis (7/5/2026).

Selanjutnya kata dia, penyidikan ini resmi dimulai berdasarkan Surat Perintah Penyidikan tertanggal 7 Mei 2026. Jaksa kini tengah membedah pola penyimpangan klaim yang diduga merugikan keuangan negara tersebut.

Baca Juga :  Puluhan Tahun TKW, Warga Bondowoso Diduga Jadi Korban Penipuan dan Penggelapan Uang oleh Kakak Ipar

“Ada dua modus, yakni upcoding alias praktik menaikkan kode diagnosis atau tindakan medis agar nilai klaim yang dibayarkan BPJS lebih besar dari yang seharusnya. Dan Phantom Billing, dugaan penagihan layanan fiktif atau mengklaim tindakan medis yang sebenarnya tidak pernah diberikan kepada pasien,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Jember, Ivan Praditya Putra, mengungkapkan bahwa pihaknya bergerak cepat dengan memanggil belasan saksi untuk mendalami alur pengajuan klaim tersebut.

Baca Juga :  Kejari Jember Temukan Fakta Baru Kasus Kebakaran dan Dugaan Korupsi Bank Jatim Capem Kalisat

“Sampai saat ini sudah ada 12 saksi yang kami lakukan pemeriksaan untuk mendalami proses pengajuan klaim dan pihak-pihak yang berkaitan,” ungkapnya.

Meski sudah naik ke penyidikan, jaksa masih terus mengumpulkan alat bukti tambahan dan dokumen-dokumen pendukung. Pihak Kejaksaan belum menetapkan tersangka dalam kasus ini karena masih dalam proses penguatan bukti.

“Kami masih terus mengumpulkan alat bukti sebelum menentukan pihak yang bertanggung jawab (tersangka),” pungkasnya.

Sebagai informasi, dugaan praktik lancung ini disebut terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama, yakni sejak 2019 hingga 2025. Modus yang digunakan disinyalir berupa upcoding hingga phantom billing.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Pemuda di Jember Bunuh Temannya di Rumah Kosong Gegara Sakit Hati Sering Dibully
Viral Maling Motor di Bangsalsari Jember Ditangkap, Kaki Ditembak Polisi
2 Bocah di Jember Dipolisikan Gegara Curi Brankas Berisi Rp 14 Juta
Pria di Jember Ngamuk Bawa Celurit Bacok Karyawan Provider Wifi
Viral Kurir di Jember Rekayasa Cerita Pembegalan Demi Gunakan Uang COD
Kronologi Warga Bondowoso Diduga Jadi Korban Penipuan dan Penggelapan Uang oleh Kakak Ipar saat Kerja TKW
Puluhan Tahun TKW, Warga Bondowoso Diduga Jadi Korban Penipuan dan Penggelapan Uang oleh Kakak Ipar
Pemuda di Jenggawah Jember Nekat Mengaku Korban Begal Gegara Kepepet Ekonomi Keluarga

Baca Lainnya

Monday, 8 June 2026 - 14:56 WIB

Viral Maling Motor di Bangsalsari Jember Ditangkap, Kaki Ditembak Polisi

Sunday, 7 June 2026 - 20:38 WIB

2 Bocah di Jember Dipolisikan Gegara Curi Brankas Berisi Rp 14 Juta

Friday, 5 June 2026 - 16:20 WIB

Pria di Jember Ngamuk Bawa Celurit Bacok Karyawan Provider Wifi

Friday, 29 May 2026 - 23:25 WIB

Viral Kurir di Jember Rekayasa Cerita Pembegalan Demi Gunakan Uang COD

Friday, 29 May 2026 - 17:56 WIB

Kronologi Warga Bondowoso Diduga Jadi Korban Penipuan dan Penggelapan Uang oleh Kakak Ipar saat Kerja TKW

TERBARU

Politia

Dugaan Korupsi Program MBG Kembali Menyeret Tersangka Baru

Thursday, 11 Jun 2026 - 20:40 WIB

Anggota Serikat Tani Independen (Sekti) Kabupaten Jember, saat foto bersama salah satu anggota Komisi A DPRD Jember (Foto: Fadli/Frensia).

Politia

Sekti Jember Usulkan Petani Masuk Bagian GTRA

Thursday, 11 Jun 2026 - 17:23 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading