Warga Mengeluh soal Limbah TPA Pakusari Jember yang Cemari Sawah

Wednesday, 6 May 2026 - 21:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar dari video warga setempat terkait limbah TPA Pakusari yang cemari sawah (Foto: Istimewa).

Tangkapan layar dari video warga setempat terkait limbah TPA Pakusari yang cemari sawah (Foto: Istimewa).

Frensia.id – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di Kecamatan Pakusari, Jember, menuai keluhan dari warga setempat.

Keluhan tersebut karena limbah TPA Pakusari yang mencemari sejumlah aliran irigasi sawah warga, sehingga menyebabkan berwarna keruh.

Salah satunya warga Dusun Sumber Dandang, Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari, Ira Dwi Arivatul Mufidah, mengaku dengan adanya TPA Pakusari di wilayah perumahannya sering tercium bau menyengat.

“Bau yang menyengat yang sering tercium sampai ke pemukiman warga,” kata Ira, saat dikonfirmasi, pada Rabu (6/5/2026).

Ira juga menuturkan bahwa aliran irigasi di sejumlah sawah warga telah terkontaminasi limbah TPA Pakusari.

“Saluran irigasi rusak tertimbun, sehingga airnya tercampur dengan air dari TPA, sehingga sawah warga banyak yang mengalami gagal panen,” tuturnya.

Menurut Ira, gunungan sampah di TPA Pakusari telah mengganggu pemandangan, bahkan menjadi sarang ulat, lalat, dan bakteri.

“Bisa mengganggu kesehatan masyarakat, jika terus dibiarkan dalam jangka waktu yang sangat lama,” kata dia.

Baca Juga :  TPA Pakusari akan Ditutup Per 1 Juni 2026, Hanya Terima Sampah Residu

Ira mengapresiasi adanya rencana penutupan TPA Pakusari per 1 Juni 2026, sehingga tidak lagi merugikan warga sekitar.

“Karena kalau dibiarkan dan terus difungsikan pasti tumpukannya lebih parah. Merugikan warga sekitar tidak cuma dari segi finansial, tapi juga yang sangat berbahaya untuk kesehatan warga sekitar,” kata Ira.

Meskipun demikian, Ira menyarankan ada perbaikan pada wilayah sekitar TPA Pakusari.

“Sebelum ditutup, alangkah lebih baik kalau sampah dan kerusakan lainnya imbas dari TPA bertahun-tahun ini, diperbaiki terlebih dahulu, jangan ditinggal begitu saja,” ujarnya.

Merespon dengan adanya pencemaran tersebut, Ketua Sobung Sarka Indonesia, Dina Putu Ayu Kristiyanti, mengatakan bahwa sampah perlu segera dipilah sebelum masuk di TPA, agar tidak menumpuk di satu tempat.

Sebab, kata dia, proses pembusukan sampah akan menghasilkan air lindi.

“Kalau semua ditumpuk di satu lokasi, ya akhirnya pencemaran akan numpuk di daerah situ, sedangkan lokasi TPA Pakusari kan sangat terbatas,” kata Dina.

Baca Juga :  Susiyatik: Bank Sampah Tempat Edukasi, Bukan Tumpukan Sampah

Sementara itu kata dia, sampah di TPA Pakusari terus berdatangan setiap harinya, namun belum selesai dipilah oleh para pemulung.

Kata Dina, pencemaran di sawah warga disebabkan air lindi yang berasal dari hasil pembusukan sampah mengalir ke saluran irigasi.

“Maka itu akan mencemari sawah-sawah dari masyarakat yang ada di sekitar TPA Pakusari,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dina mengatakan bahwa masyarakat perlu memilah sampahnya sendiri sejak dari rumah.

“Permasalahan di TPA Pakusari itu memang butuh segera untuk sama-sama kita kurangi bersama. Lewat memilah dari rumah,” kata Dina.

Menurut Dina, dengan memilah dari rumah, terutama sampah organik, maka sama halnya sudah mengurangi permasalahan sekitar 60 persen permasalahan sampah.

“Karena dari sampah yang kita hasilkan setiap hari, sebetulnya 60 persen itu sampah organik,” tegasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Kerangka Manusia Ditemukan di Gunung Tengu Kalisat Jember
Lansia di Jember Tewas Terbakar di Kamar Akibat Puntung Rokok
Ikuti Arahan Pemkab, BPBD Jember Sulap Sampah Jadi Pupuk
Sinergitas Pemkab Jember Bersama TNI/POLRI dan PSHT Siapkan Mitigasi Keamanan Jelang Bulan Suro
Pemotor di Puger Jember Tewas di TKP Usai Ditabrak Pick Up
Mayat Kedua Pemuda Asal Panti Terdampar di Pantai Payangan Jember Telah Ditemukan
Hari Ke-3 Pencarian, Tim SAR Temukan 1 Korban Tewas di Pantai Payangan Jember
Kakak Beradik yang Hilang di Pantai Payangan Jember Masih Belum Ketemu di Hari Kedua Pencarian

Baca Lainnya

Friday, 5 June 2026 - 15:35 WIB

Kerangka Manusia Ditemukan di Gunung Tengu Kalisat Jember

Wednesday, 3 June 2026 - 18:01 WIB

Ikuti Arahan Pemkab, BPBD Jember Sulap Sampah Jadi Pupuk

Wednesday, 3 June 2026 - 17:13 WIB

Sinergitas Pemkab Jember Bersama TNI/POLRI dan PSHT Siapkan Mitigasi Keamanan Jelang Bulan Suro

Tuesday, 2 June 2026 - 13:55 WIB

Pemotor di Puger Jember Tewas di TKP Usai Ditabrak Pick Up

Tuesday, 2 June 2026 - 11:40 WIB

Mayat Kedua Pemuda Asal Panti Terdampar di Pantai Payangan Jember Telah Ditemukan

TERBARU

Pihak kepolisian saat mengamankan pelaku yang membacok karyawan provider wifi (Foto: Istimewa).

Criminalia

Pria di Jember Ngamuk Bawa Celurit Bacok Karyawan Provider Wifi

Friday, 5 Jun 2026 - 16:20 WIB

Gambar Gawat! Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Tembus 18.000 lebih (Sumber:Grafis Canva)

Economia

Gawat! Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Tembus 18.000 Lebih

Thursday, 4 Jun 2026 - 10:36 WIB