Frensia.Id– Sebanyak 2.956 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Jember dipastikan siap berangkat ke Tanah Suci pada musim haji tahun 2026.
Jumlah tersebut diprediksi masih akan bertambah seiring menunggu turunnya Surat Keputusan (SK) bagi jemaah cadangan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Tipe A Kabupaten Jember, Nur Sholeh, menjelaskan saat ini terdapat tiga jemaah cadangan. Mereka tengah menunggu kepastian administratif dari Embarkasi Surabaya.
“Data saat ini 2.956 jemaah. Tapi angka ini mungkin bertambah menjadi 2.959 jika SK tiga jemaah cadangan turun hari ini atau paling lambat besok,” katanya, Rabu (6/5/2026).
Selain jemaah reguler, Nur Sholeh merinci ada 31 petugas haji yang akan mendampingi keberangkatan tahun ini. Tim tersebut terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah, dokter, hingga tenaga paramedis.
“Terkait kondisi kesehatan, tercatat sekitar 350 jemaah masuk dalam kategori risiko tinggi (risti),” ujarnya.
Nur Sholeh menekankan, bahwa pengawasan terhadap jemaah risti tahun ini akan lebih ketat dengan sistem identifikasi digital dan fisik.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya mengandalkan gelang, tahun ini petugas akan memantau melalui kartu identitas khusus.
“Untuk jemaah risti, nanti di kartu identitasnya ada tanda bulatan warna merah. Ini memudahkan petugas, baik di kloter, embarkasi, maupun saat di Arab Saudi untuk memberikan perhatian khusus,” paparnya.
Di sisi lain, Nur Sholeh mengungkapkan adanya enam calon jemaah haji yang meninggal dunia menjelang keberangkatan.
Meski demikian, posisi mereka tidak bisa langsung digantikan oleh ahli waris untuk keberangkatan tahun ini karena terkendala prosedur administrasi dan pengurusan visa yang memakan waktu lama.
“Ada enam jemaah yang meninggal. Pelimpahan porsi kepada keluarga tidak bisa dilakukan untuk keberangkatan tahun ini karena waktunya sudah sangat mepet. Jadi, keluarganya baru bisa berangkat tahun depan,” tambahnya.
Meski ditinggal pasangan yang meninggal dunia, beberapa jemaah tetap membulatkan tekad untuk berangkat sendiri tahun ini. Kasus tersebut terjadi pada jemaah asal Sukorambi, Ambulu, dan Ajung.
“Istri dari jemaah yang meninggal tersebut menyatakan tetap siap berangkat tahun ini meski suaminya wafat,” tandasnya.
Sebagai informasi, seluruh jemaah juga akan dibekali dengan kartu Nusuk. Kartu ini berfungsi sebagai identitas resmi bagi jemaah yang diizinkan masuk ke area Masjidil Haram dan lokasi ibadah lainnya.
Momentum haji 2026 di Jember juga mencatatkan jemaah dengan rentang usia yang cukup jauh. Jemaah tertua diketahui berusia 99 tahun, sementara jemaah termuda berusia 14 tahun yang berasal dari Kecamatan Sumbersari.






