Frensia.id – Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, mengungkapkan sikap optimisnya pada pertumbuhan ekonomi di tahun 2026.
“Jember masih optimis pertumbuhan ekonomi masih akan melaju kencang. Karena selain APBD, kita akan ada APBN yang masuk di Jember lumayan banyak,” kata dia, saat ditemui di Mumbul Garden, pada Senin, (6/4/2026) malam hari.
Selain itu, kata dia masih banyak lagi sektor yang dapat mendongkrak peningkatan perekonomian di Kabupaten Jember.
Salah satunya dampak dari digitalisasi keuangan, yang telah diterapkan di kalangan pelaku usaha usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Merespon adanya pembayaran digital. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember, Iqbal Reza Nugraha, menegaskan bahwa pihaknya, kini sedang mempersiapkan perluasan akses transaksi digital.
“Termasuk UMKM itu nanti akan kita masifkan di tahun ini. Karena memang itu, salah satu upaya kita memperluas kenyamanan masyarakat, bukan membatasi penggunaan transaksi tunai, tapi menambah kenyamanan masyarakat untuk transaksi secara digital,” kata dia, saat ditemui pada Senin (6/4/2026) malam hari, bersamaan dengan acara Bunga Desaku, di Kecamatan Mumbulsari.
Lebih lanjut, Gus Fawait mengatakan jika faktor pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi dengan keberadaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jember.
Dia menyampaikan bahwa Jember merupakan kabupaten dengan jumlah dapur MBG terbanyak kedua di Provinsi Jawa Timur.
“Itu perputarannya akan besar, sehingga pertumbuhan ekonomi akan naik,” ujarnya.
Dia menyampaikak bahwa ada strategi-strategi yang akan dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Jember, agar MBG tidak berdampak kepada inflasi.
“Sudah kita bicarakan dan sudah sepakat akan ada forum-forum selain di acara bunga desaku, yang akan menghadirkan akademisi-akademisi, bahwa MBG ini bisa berdampak positif kepada pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.
Menurutnya, dengan pertumbuhan ekonomi yang meningkat, di periode dia menjabat, dapat menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Jember.
“Hampir sama dengan tahun-tahun kemarin, bahwa kemiskinan di Jember itu rata-rata ada di pinggir pedesaan, pinggir kebun, pinggir hutan dan pinggir pantai,” kata dia.
Agenda Bunga Desaku, kata dia menjadi salah satu alat untuk pemerataan ekonomi di masyarakat.
“Kita mulai dari pinggir-pinggir, baru nanti kita arahnya ke kota, dengan harapan bahwa ada pemerataan pembangunan ekonomi di Jember,” tegasnya.






