Tengkulak BBM Secara Ilegal di Silo Jember Dibekuk Polisi

Monday, 13 April 2026 - 17:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Barang bukti yang diamankan oleh pihak Kepolisian Jember (Foto: Istimewa).

Barang bukti yang diamankan oleh pihak Kepolisian Jember (Foto: Istimewa).

Frensia.Id- Satu pelaku tengkulak Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite secara ilegal di wilayah Kecamatan Silo, Jember dibekuk polisi.

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan 8 jerigen beserta mobil yang tangkinya telah dimodifikasi.

Kanit Tipidter Satreskrim Polres Jember, Ipda Harry Sasono, mengonfirmasi penangkapan tersebut dilakukan pada Minggu (12/4). Pelaku yang diamankan diketahui berinisial FS.

“Pada Minggu pukul 21:00 Satreskrim Polres Jember pada hari ini melaksanakan pengungkapan terhadap pelaku pelanggaran pengangkutan BBM jenis Pertalite secara ilegal. Kami mengamankan (pelaku) di Kecamatan Silo atas nama inisial FS, berdasarkan hasil pemeriksaan, hari ini dia kami tetapkan sebagai tersangka,” katanya, Senin (13/4/2026).

Dalam menjalankan aksinya, pelaku menggunakan kendaraan roda empat jenis Suzuki Carry yang tangkinya telah dimodifikasi sedemikian rupa untuk menampung BBM dalam jumlah besar. Kemudian, BBM itu diletakkan ke dalam jerigen.

Baca Juga :  Viral Pria di Jember Mengaku Bertemu Zat Allah Berujung Laporan Polisi

“Setelah ngisi BBM jenis Pertalite di SPBU, kemudian itu dipindahkan ke dalam jerigen,” ujarnya.

Dari tangan pelaku, polisi menyita 240 liter BBM bersubsidi (Pertalite) yang siap diedarkan secara tidak sah. Beserta 8 kemasan jerigen yang terletak di dalam mobil.

“Modusnya, pelaku menyetorkannya kepada pom ke pom (SPBU). Untuk dijual kembali secara eceran kepada masyarakat dengan harga yang di atas harga seharusnya,” paparnya.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan kita mengetahui bahwa pelaku menjual seharga kurang lebih Rp11.700, kemudian oleh pengecer dijual Rp12.000,” tambahnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian baru menetapkan FS sebagai pelaku tunggal. Namun, Harry menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan pendalaman lebih lanjut untuk membedah jaringan distribusi ilegal ini.

Baca Juga :  Pulang Kerja, Pria di Kabat Banyuwangi Dibacok Golok hingga Luka di Dagu

“Untuk pelaku sementara ini masih satu orang. Tidak menutup kemungkinan ketika kita melakukan pemeriksaan saksi tambahan akan ada pelaku lain. Kami akan terus melakukan pendalaman kaitan pelaku-pelaku yang lain,” tandasnya.

Sebagai informasi, pasal yang dikenakan Undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas pasal 55, bahwa barang siapa yang menyalahgunakan pengangkutan dan atau niaga barang BBM subsidi jenis solar maupun pertalite. Maka akan dipenjara kurang lebih maksimal 6 tahun ataupun denda paling banyak Rp60 miliar.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Pasutri bersama Temannya Ditangkap Polisi Usai Bobol Toko di Pasar Tanjung Jember
Bejat! Pria di Jember Tega Cabuli Adik Ipar di Dalam Kamar Rumah
Edan! Kakek Marbot Musala di Genteng Banyuwangi Cabuli Siswi hingga Hamil
Viral! Warga Jember Meninggal Saat Nonton Sound Horeg
Terduga Pembobol Rumah di Sobo Banyuwangi Dibekuk Tim URC Satreskrim Lewat Rekaman CCTV
Kasus Dugaan Penggelapan Dana Proyek Hydrant, Polisi Belum Periksa Dirut PT Adika Atmaja Teknik
Pasutri di Jember Dilaporkan atas Dugaan Penggelapan Dana Proyek Hydrant, Kerugian Capai Rp 3 Miliar
Pulang Kerja, Pria di Kabat Banyuwangi Dibacok Golok hingga Luka di Dagu

Baca Lainnya

Wednesday, 14 October 2026 - 17:25 WIB

Bejat! Pria di Jember Tega Cabuli Adik Ipar di Dalam Kamar Rumah

Tuesday, 13 October 2026 - 13:36 WIB

Edan! Kakek Marbot Musala di Genteng Banyuwangi Cabuli Siswi hingga Hamil

Tuesday, 13 October 2026 - 12:37 WIB

Viral! Warga Jember Meninggal Saat Nonton Sound Horeg

Sunday, 11 October 2026 - 19:49 WIB

Terduga Pembobol Rumah di Sobo Banyuwangi Dibekuk Tim URC Satreskrim Lewat Rekaman CCTV

Wednesday, 7 October 2026 - 20:20 WIB

Kasus Dugaan Penggelapan Dana Proyek Hydrant, Polisi Belum Periksa Dirut PT Adika Atmaja Teknik

TERBARU

Masyarakat yang akan mengurusi paspor di Kantor Imigrasi. (Foto: Istimewa).

Regionalia

Imigrasi Kantongi PNBP Rp8,68 Triliun, 5.310 WNA Nakal Dideportasi

Thursday, 15 Oct 2026 - 22:52 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading