Diteliti, Lagu Speak Up Ternyata berisi Pesan Ekokrtisisme

Sunday, 17 May 2026 - 21:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Diteliti, Lagu Speak Up Ternyata berisi Pesan Ekokrtisisme (Sumber: Grafis Frensia)

Gambar Diteliti, Lagu Speak Up Ternyata berisi Pesan Ekokrtisisme (Sumber: Grafis Frensia)

FRENSIA.ID– Lagu punk memang konsisten memosikan diri sebegai lagu perlawanan gerakan sosial. Salah satunhya Speak up, yang menarik perhatian dunia akademis karena karyanya berisis kritik terhadap budaya krisis lingkungan yang terjadi dewasa ini. Muhammad Fakhran al Ramadhan, seorang peneliti dari Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa, Universitas Islam 45 baru ini menerbitkan hasil risetnya tentang band punk yang telah berdiri sejak 1997. Penelitiannya telah dipublikasi dalam Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 2026.

Penelitian ini membantah stereotip bahwa musik punk hanya sekadar berkutat pada materialisme, kekerasan budaya, atau perlawanan terhadap korupsi dan politik dinasti. Al Ramadhan mengkategorikan pergerakan band asal Jakarta ini sebagai wujud fenomena “ecopunk”, di mana musik punk juga bisa bertransformasi menjadi medium yang vokal dalam menyuarakan isu-isu lingkungan. Analisis dalam kajian ekokritisisme ini difokuskan pada pembedahan lirik dari tiga lagu andalan Speak Up, yaitu Suara Bumi, Balada Tanah Merah, dan Puisi Bumi.

Dalam lagu Suara Bumi yang diluncurkan pada tahun 2022, Speak Up menggunakan gaya bahasa metafora dan personifikasi yang kuat untuk memosisikan bumi sebagai korban penderitaan dan manusia modern sebagai pelaku kejahatan ekologis.

Baca Juga :  UIN KHAS Jember Kukuhkan 4 Guru Besar

Lirik lagu tersebut fokus pada dampak nyata dari pemanasan global, kerusakan habitat hewan, hingga keserakahan kapitalisme yang mengutamakan uang di atas kelestarian alam. Bumi diibaratkan sebagai sosok yang semakin menua dan merintih kesakitan akibat eksploitasi alam yang tidak bertanggung jawab.

Sementara itu, melalui lagu Balada Tanah Merah (2014), Speak Up melontarkan kritik tajam terhadap sistem dan hierarki kekuasaan yang korup. Frasa “tanah merah” disimbolkan secara visual sebagai lahan yang telah hancur dan terdegradasi akibat praktik deforestasi maupun pertambangan besar-besaran.

Lagu tersebut secara tegas mengusung semangat eco-resistance atau ajakan perlawanan aktif terhadap bentuk eksploitasi lingkungan yang membawa penderitaan sosial bagi masyarakat.

Baca Juga :  Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Arahkan Mahasiswa Manfaatkan Media Sosial untuk Berkarya

Pada karya analisis terakhir, Puisi Bumi (2014), krisis ekologi justru diangkat ke dalam ranah etika kolektif, moral, dan spiritual. Alam secara sadar direpresentasikan sebagai titipan atau warisan Tuhan kepada semesta yang wajib dijaga keharmonisannya. Lagu ini mengkritik manusia yang kerap menutup mata dan memperingatkan bahwa alam bukanlah sebuah komoditas yang bisa dengan bebas dirusak, ditelantarkan, ditebang, maupun diperdagangkan demi ekonomi ekstraktif.

Hasil riset tersebut menyimpulkan bahwa lirik-lirik Speak Up berhasil menciptakan narasi tandingan (counter-narrative) terhadap dominasi wacana industrialisasi dan eksploitasi. Karya musik mereka membuktikan diri tidak lagi terbatas sebagai sebatas hiburan pendengar, melainkan telah berevolusi menjadi instrumen edukasi, medium perlawanan kultural, serta alarm pengingat bagi umat manusia untuk segera mengembalikan keseimbangan ekosistem bumi.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Polisi Amankan 72 Remaja dan 40 Motor Diduga Terlibat Balap Liar di Muncar Banyuwangi
Desil Berubah, Warga Yosomulyo Banyuwangi Kehilangan Akses Bansos
Datang ke Jember, Kepala BP3MI Jatim Buka Akses Ribuan Lulusan SMK Kerja ke Luar Negeri
Batikmatika Hadirkan Nusantara Series: Perpaduan Motif Matematika dengan Kekayaan Alam Indonesia di Hari Batik Nasional
Bayi Laki-laki Terbungkus Handuk Ditemukan di Depan Rumah Warga Kalibaru Banyuwangi
UIN KHAS Jember Terima Kunjungan UniMAP, Jalin Kerja Sama Pengembangan Akademik dan Jejaring Internasional
Datangkan Pakar! MAN Lumajang Perkuat Skill Aktor Moderasi Beragama
Festival Budaya dan Pameran UMKM Bakal Digelar di Banyuwangi

Baca Lainnya

Thursday, 8 October 2026 - 21:20 WIB

Desil Berubah, Warga Yosomulyo Banyuwangi Kehilangan Akses Bansos

Thursday, 8 October 2026 - 13:23 WIB

Datang ke Jember, Kepala BP3MI Jatim Buka Akses Ribuan Lulusan SMK Kerja ke Luar Negeri

Saturday, 3 October 2026 - 16:30 WIB

Batikmatika Hadirkan Nusantara Series: Perpaduan Motif Matematika dengan Kekayaan Alam Indonesia di Hari Batik Nasional

Saturday, 3 October 2026 - 15:04 WIB

Bayi Laki-laki Terbungkus Handuk Ditemukan di Depan Rumah Warga Kalibaru Banyuwangi

Thursday, 1 October 2026 - 23:18 WIB

UIN KHAS Jember Terima Kunjungan UniMAP, Jalin Kerja Sama Pengembangan Akademik dan Jejaring Internasional

TERBARU

Gambar Buron Usai Dugaan Pembacokan di Banyuwangi, Pria Ini Menyerahkan Diri (Sumber: Istimewa)

Regionalia

Buron Usai Dugaan Pembacokan di Banyuwangi, Pria Ini Menyerahkan Diri

Saturday, 10 Oct 2026 - 13:28 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading