Hubungan NU dengan Kekuasaan, KH Zainil Ghulam: Mengontrol Penguasa

Saturday, 20 June 2026 - 13:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto KH Zainil Ghulam (peci hitam) bersama KH Hanani Basyamka. Sumber: FB KH Hanani Basyamka.

Foto KH Zainil Ghulam (peci hitam) bersama KH Hanani Basyamka. Sumber: FB KH Hanani Basyamka.

Frensia.id- Sebagai ormas terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama mempunyai dinamika sejarah yang panjang tentang hubungannya dengan pemerintah. Perbedaan elit politik yang sedang berkuasa dan konteks sosial yang juga turut menyelimuti, melahirkan berbagai sikap tersendiri yang dilakukan oleh para pimpininan NU di tingkatan atas hingga akar rumput.

Setelah NU melewati masa panjang sebagai partai politik dan menjalankan roda organisasi di wilayah praktis, akhirnya pada tahun 1984 menarik diri dan berfokus pada bidang keagamaan, pendidikan dan sosial kemasyarakatan.

Posisi NU yang tidak lagi berpolitik ini, menurut KH Zainil Ghulam, bukan berarti apatis kepada politik kebangsaan atau politik Indonesia.

“Tetapi NU bukan berarti NU mau apatis kepada politik kebangsaan atau politik Indonesia, tidak. NU harus memahami konteks yang saat ini ada dan berkembang di Indonesia. Jadi NU tidak perlu terjun ke dalam dunia politik praktis tetapi NU harus memahami bagaimana potret politik Indonesia saat ini”, ungkap Kyai muda dari kecamatan Gumukmas ini.

Baca Juga :  “NU Kuat, Indonesia Kuat; NU Berkhidmat, Indonesia Bermartabat”, Pesan Prabowo di Muktamar ke-35 NU

Lebih lanjut menurutnya, wilayah politik yang digeluti oleh NU adalah politik kebangsaan, dimana populer dengan istilah politik tinggi.

“Maka ada istilah kadang NU melakukan politik tinggi, ya politik kebangsaan jadi NU tidak boleh lagi menjadi bagian daripada kekuasaan tetapi harus mandiri dimana NU bisa mengontrol penguasa yang ada” ungkapnya.

Menurut penjelasan Kyai Muda NU yang juga menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kencong pada konteks dewasa ini, Ulama’ harus bisa mengontrol roda kekuasaan. Pendapatnya tersebut sebagaimana disarikan dari pandangan Imam besar Sunni bidang Tasawuf, yakni Abu Hamid Al-Ghazali.

Baca Juga :  Usung Konsep Berbeda, PBAK Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Tanam Pohon dan Sedekah Oksigen

“Ulama dalam hal ini NU harus bisa mengontrol roda kekuasaan. Harus bisa mengontrol penguasa elit politik yang menjalankan pemerintahan Indonesia”, pungkasnya.

Dapat diketahui lewat arsip sejarah, perjalanan NU mulai dari era pemerintahan Hindia Belanda hingga Jepang yang secara tegas bersikap oposisi. Kemudian pada era kemerdekaan, pada tahun 1952 NU berubah menjadi partai politik dan mengikuti Pemilu pada tahun 1955.

Baru pada tahun 1984 NU merubah status keorganisasiannya dengan tidak lagi mengikuti politik praktis sebagai sebuah partai, hingga hari ini.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Peringati Maulid Nabi & HUT RI ke-80, SDN Patemon 02 Gelar Pawai Parade Ancak
Xenia Terguling di Ladang Cabai Usai Hantam Drainase di Kalibaru Banyuwangi
BEM PTMAI Zona V Geruduk DPRD Jatim, Sampaikan Kritik Isu Tambang hingga MBG
Kuatkan Ekosistem Anti Bullying Pesantren, Dosen UIN KHAS Datangi SMP Nurul Islam Jember
GAPASDAP Minta Pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB) Dievaluasi Total
UIN KHAS Lepas Kontingen PORSI JAWARA II 2026, 67 Atlet Siap Bertanding
Uceng Buka “Minggu Buku”: Bahan Bakar Perubahan adalah Buku
Respons Wakil Ketua Penjaringan Rektor terkait Guru Besar di UIN KHAS: 20 Potensi Nyalon, 9 Diskualifikasi, 4 Segera Dikukuhkan

Baca Lainnya

Wednesday, 9 September 2026 - 22:00 WIB

Peringati Maulid Nabi & HUT RI ke-80, SDN Patemon 02 Gelar Pawai Parade Ancak

Wednesday, 9 September 2026 - 21:11 WIB

Xenia Terguling di Ladang Cabai Usai Hantam Drainase di Kalibaru Banyuwangi

Tuesday, 8 September 2026 - 22:17 WIB

BEM PTMAI Zona V Geruduk DPRD Jatim, Sampaikan Kritik Isu Tambang hingga MBG

Tuesday, 8 September 2026 - 18:02 WIB

Kuatkan Ekosistem Anti Bullying Pesantren, Dosen UIN KHAS Datangi SMP Nurul Islam Jember

Monday, 7 September 2026 - 20:02 WIB

GAPASDAP Minta Pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB) Dievaluasi Total

TERBARU

Scene Film Meet Joe Black (1998)

Destinia

Film Meet Joe Black: Saat Kematian Meminjam Wujud Kasar Manusia

Thursday, 10 Sep 2026 - 12:48 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading