Dekan FEBI UIN KHAS Jember Beri Tahu Risiko Ekonomi Indonesia saat Rupiah dan IHSG Anjlok

Tuesday, 9 June 2026 - 23:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dekan FEBI UIN KHAS Jember, Prof. Ubaidillah (Foto: Istimewa).

Dekan FEBI UIN KHAS Jember, Prof. Ubaidillah (Foto: Istimewa).

Frensia.id – Perekonomian di Indonesia kini sedang menuju fase krisis dan mengkhawatirkan.

Hal itu disebabkan dengan adanya kondisi di mana lemahnya nilai tukar rupiah (IDR) terhadap dolar Amerika Serikat, yang kini hampir menyentuh angka Rp 18 ribu per dolar.

Selain itu, penyebab lainnya yaitu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang telah anjlok.

Menanggapi kabar tersebut, Dekan FEBI UIN KHAS Jember, Prof. Ubaidillah, memberi tahu risiko yang akan berdampak pada ekonomi di Indonesia, sehingga perlu mendapat perhatian secara serius.

Menurutnya, kondisi yang demikian, dapat mengakibatkan rasa kepercayaan investor menjadi berkurang terhadap mata uang Indonesia.

Baca Juga :  Satgas MBG Jember Sidak SPPG Jatiagung Sebabkan Puluhan Siswa Keracunan

“Menurut saya, kondisi ekonomi kita sedang tidak baik-baik saja. Indikator berupa pelemahan rupiah dan anjloknya IHSG sudah mewakili,” kata Prof. Ubaid, pada Selasa (9/6/2026).

Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa adanya gejolak pasar ditandai dengan arus keluar modal.

Kata dia, investor ketika melihat kondisi tersebut, maka secara perlahan akan memilih menarik dananya dari keuangan dalam negeri.

“Masalahnya jelas, investor lari tarik uangnya,” ujarnya.

Menurut Prof. Ubaid, untuk mengembalikan kondisi tersebut agar stabil dalam pemulihan ekonomi, maka bisa diawali dengan membangun kembali kepercayaan publik dan pelaku pasar dengan arah kebijakan baru dari pemerintah Indonesia.

Baca Juga :  19 Profesor Potensi Bakal Calon Rektor UIN KHAS, Frensia Institute: Butuh Ahli Manajemen dan Mantan Aktivis

“Investor dan pelaku pasar membutuhkan kepastian serta sentimen positif agar bersedia menanamkan modalnya kembali,” tuturnya.

Selain itu, dia juga memberi pesan agar pemerintah untuk segera melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap program-program yang membebani pengeluaran anggaran negara.

“Salah satu caranya ya hentikan program-program yang amat sangat menguras anggaran negara, dan menurunkan kepercayaan publik seperti MBG, Koperasi Merah Putih, dan Sekolah Rakyat,” tegasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Dikejar ke Bali, Dua Terduga Curanmor di Wisata Kalongan Banyuwangi Diringkus Tim Jatanras
Polisi Amankan 72 Remaja dan 40 Motor Diduga Terlibat Balap Liar di Muncar Banyuwangi
Desil Berubah, Warga Yosomulyo Banyuwangi Kehilangan Akses Bansos
Datang ke Jember, Kepala BP3MI Jatim Buka Akses Ribuan Lulusan SMK Kerja ke Luar Negeri
Batikmatika Hadirkan Nusantara Series: Perpaduan Motif Matematika dengan Kekayaan Alam Indonesia di Hari Batik Nasional
Bayi Laki-laki Terbungkus Handuk Ditemukan di Depan Rumah Warga Kalibaru Banyuwangi
UIN KHAS Jember Terima Kunjungan UniMAP, Jalin Kerja Sama Pengembangan Akademik dan Jejaring Internasional
Datangkan Pakar! MAN Lumajang Perkuat Skill Aktor Moderasi Beragama

Baca Lainnya

Sunday, 11 October 2026 - 19:55 WIB

Dikejar ke Bali, Dua Terduga Curanmor di Wisata Kalongan Banyuwangi Diringkus Tim Jatanras

Thursday, 8 October 2026 - 21:23 WIB

Polisi Amankan 72 Remaja dan 40 Motor Diduga Terlibat Balap Liar di Muncar Banyuwangi

Thursday, 8 October 2026 - 21:20 WIB

Desil Berubah, Warga Yosomulyo Banyuwangi Kehilangan Akses Bansos

Thursday, 8 October 2026 - 13:23 WIB

Datang ke Jember, Kepala BP3MI Jatim Buka Akses Ribuan Lulusan SMK Kerja ke Luar Negeri

Saturday, 3 October 2026 - 16:30 WIB

Batikmatika Hadirkan Nusantara Series: Perpaduan Motif Matematika dengan Kekayaan Alam Indonesia di Hari Batik Nasional

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading