Puluhan Anak dan Wali Murid di Jember Diare Massal Usai Santap Makan Bergizi Gratis

Friday, 17 July 2026 - 12:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana SPPG Karangsono, Kecamatan Bangsalsari, saat disidak oleh Pemkab Jember (Foto: Sigit/Frensia).

Suasana SPPG Karangsono, Kecamatan Bangsalsari, saat disidak oleh Pemkab Jember (Foto: Sigit/Frensia).

Frensia.Id- Puluhan penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jember, Jawa Timur, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan massal. Mereka mendadak mengeluhkan diare hingga lemas usai menyantap menu makanan yang dibagikan. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, makanan tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 1 Karangsono, Desa Karangsono, Kecamatan Bangsalsari, Jember. Menu tersebut dibagikan kepada warga pada Selasa (14/7) lalu. 

Kasus ini mulai ramai menjadi perbincangan publik sehari setelah kejadian, tepatnya pada Rabu (15/7). Sejumlah korban bahkan harus dilarikan ke fasilitas kesehatan karena kondisinya yang melemas. 

Salah satu wali murid yang menjadi korban, Siti Munawaroh, menceritakan awal mula dirinya bisa keracunan. Saat itu, ia mengonsumsi makanan yang dibawa pulang oleh kedua anaknya yang masih bersekolah di SDN Karangsono dan salah satu TK. 

“Saya mendapatkan makanan dari anak saya,” kata Siti dengan suara lirih dari balik ranjang perawatan di Puskesmas Sukorejo, Kamis (16/7/2026). 

Baca Juga :  Sapa Masyarakat, David Handoko Seto Ajak Warga Kawal Proyek Infrastruktur hingga Makan Bergizi Gratis

Siti membeberkan, kotak makan gratis itu berisi nasi, tempe orak-arik, tumis manis, buah anggur, dan telur puyuh. Namun, ia sempat menaruh curiga karena kondisi telur yang ada di dalam menu tersebut. 

“Telurnya bau, padahal sudah saya cuci,” ujarnya. 

Nahas, tak berselang lama setelah menghabiskan makanan tersebut. Siti langsung mengalami gejala diare yang sangat hebat. 

“Ya gak tau, tiba-tiba saja saya mancur-mancur (diare hebat),” paparnya.

Sementara itu, Ketua Satgas MBG Jember, Achmad Imam Fauzi, mengatakan laporan mengenai kejadian tersebut telah diterima dari Koordinator Kecamatan (Korcam) MBG Bangsalsari pada Rabu malam dan langsung diteruskan kepada dirinya serta Bupati Jember.

Menurut Fauzi, Bupati Muhammad Fawait memberikan perhatian khusus terhadap insiden itu dan menginstruksikan seluruh perangkat daerah terkait untuk bergerak cepat memastikan keselamatan warga.

Baca Juga :  Petugas SPPG Tewas! Mobil Operasional MBG Hantam Truk Muatan Tepung

“Seluruh korban dipastikan mendapatkan pelayanan medis kedaruratan yang terbaik di fasilitas kesehatan. Semua biaya perawatan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah,” tandasnya.

Berdasarkan data sementara, korban dari dugaan keracunan makanan ini menyasar berbagai kalangan usia. Mulai dari tujuh murid Taman Kanak-Kanak (TK), sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD), beberapa balita Posyandu, hingga wali murid. 

Gejala yang dialami para korban pun cukup beragam. Mulai dari diare, mual, sakit perut, pusing, hingga tubuh yang lemas. 

Saat ini, para korban dilaporkan menjalani perawatan intensif yang tersebar di tiga lokasi fasilitas kesehatan, antara lain Puskesmas Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari  Klinik Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji  dan Puskesmas Paleran, Kecamatan Umbulsari.

Kendati demikian, beberapa korban yang mengalami gejala ringan dilaporkan sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing setelah mendapatkan penanganan medis awal.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Cara Jitu Atasi Budaya Homo di Pesantren dari Hasil Riset
Seks dan Relasi Kuasi Kiai Pesantren Diteliti, Ada Dua Salurannya
Menarik! Akademisi Universitas Muhammadiyah Teliti Pendidikan Seksulitas Pesantren
KKN Kolaboratif Desa Sidomulyo-Semboro Jember Dorong Pengelolaan Sampah melalui Pemilahan dan Budidaya Maggot
UIN KHAS Jember Adakan Diklat Kepemimpinan Ormawa, Bekali Mahasiswa Kemampuan Kelola Organisasi
Polije Perkuat Kolaborasi Global Lewat WFK-ICT 2026, Gaet 9 Politeknik se-Indonesia
Amat Serius! Kuatkan Kapasitas Dosen, Fakultas Dakwah UIN KHAS Gelar Short Course PAR Di Kongsi Tengah
Pria Lansia 60 Tahun Meninggal Saat Bantu Nelayan Dorong Perahu di Pantai Kompit Banyuwangi

Baca Lainnya

Wednesday, 26 August 2026 - 09:15 WIB

Cara Jitu Atasi Budaya Homo di Pesantren dari Hasil Riset

Wednesday, 26 August 2026 - 08:56 WIB

Seks dan Relasi Kuasi Kiai Pesantren Diteliti, Ada Dua Salurannya

Wednesday, 26 August 2026 - 08:43 WIB

Menarik! Akademisi Universitas Muhammadiyah Teliti Pendidikan Seksulitas Pesantren

Monday, 17 August 2026 - 14:25 WIB

KKN Kolaboratif Desa Sidomulyo-Semboro Jember Dorong Pengelolaan Sampah melalui Pemilahan dan Budidaya Maggot

Saturday, 15 August 2026 - 18:55 WIB

UIN KHAS Jember Adakan Diklat Kepemimpinan Ormawa, Bekali Mahasiswa Kemampuan Kelola Organisasi

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading