Frensia.Id- Memilih durian matang sering kali bikin terkecoh jika tak dibelah. Menjawab masalah itu, mahasiswa S3 Universitas Jember (UNEJ), Aulia Brilliantina, merancang-pengembangan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) yang mampu mendeteksi kematangan durian Monthong secara presisi tanpa merusak buah.
Aulia memadukan sensor gas, kamera termal, dan sensor akustik untuk mengukur aroma, suhu, hingga bunyi ketukan durian. Data tersebut diolah sistem machine learning untuk menentukan tingkat kematangan buah.
“Sistem memproses data sensor tersebut menggunakan machine learning untuk mengelompokkan durian ke dalam tiga kategori kematangan: mentah, setengah matang, dan matang sempurna,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (22/7/2026).
Selanjutnya, diketahui, pengujian dilakukan pada 90 durian Monthong dengan tujuh metode klasifikasi. Hasilnya, metode Neural Network menghasilkan akurasi tertinggi hingga 96,91 persen.
“Sensor gas dan aroma volatil menjadi indikator paling kuat untuk membedakan kematangan, sedangkan data suhu termal dan bunyi ketukan berfungsi sebagai informasi pendukung,” ujarnya.
Selain menebak kematangan, sistem ini juga bisa memprediksi sisa umur simpan durian di berbagai suhu penyimpanan. Informasi ini krusial untuk menentukan jalur distribusi buah.
“Informasi kematangan dan prediksi umur simpan ini membantu menentukan apakah durian lebih sesuai dipasarkan untuk kebutuhan lokal atau dikirim ke daerah yang jauh,” paparnya.
Inovasi ini, kata dia, ditujukan untuk membantu petani, pedagang. Hingga rumah pengemasan (packing house) agar proses sortir berjalan objektif.
“Teknologi ini bukan untuk menggantikan pengalaman petani, tetapi menjadi alat bantu agar keputusan panen dan penyortiran dapat dilakukan secara lebih konsisten,” tambahnya.
Ke depan, Aulia yang juga merupakan dosen Politeknik Negeri Jember (Polije) ini berharap inovasinya dikembangkan dalam bentuk perangkat portabel yang mudah dibawa ke kebun.
“Hasil penelitian doktoral perlu dikomunikasikan dan dikembangkan agar memberi manfaat nyata bagi petani, konsumen, serta industri durian,” tandasnya.
Sebagai informasi, riset disertasi bimbingan Prof. Tri Agus Siswoyo, Prof. Yuli Witono, dan Prof. Bayu Taruna Widjaja Putra ini telah menembus jurnal internasional bereputasi, salah satunya Scientific Reports (Q1 Nature Portfolio).






