Keren Mahasiswa S3 di Jember Kembangkan AI Pendeteksi Kematangan Durian

Wednesday, 22 July 2026 - 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa S3 Universitas Jember (UNEJ), Aulia Brilliantina saat mengecek kematangan durian (Foto: Istimewa).

Mahasiswa S3 Universitas Jember (UNEJ), Aulia Brilliantina saat mengecek kematangan durian (Foto: Istimewa).

Frensia.Id- Memilih durian matang sering kali bikin terkecoh jika tak dibelah. Menjawab masalah itu, mahasiswa S3 Universitas Jember (UNEJ), Aulia Brilliantina, merancang-pengembangan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) yang mampu mendeteksi kematangan durian Monthong secara presisi tanpa merusak buah.

Aulia memadukan sensor gas, kamera termal, dan sensor akustik untuk mengukur aroma, suhu, hingga bunyi ketukan durian. Data tersebut diolah sistem machine learning untuk menentukan tingkat kematangan buah.

“Sistem memproses data sensor tersebut menggunakan machine learning untuk mengelompokkan durian ke dalam tiga kategori kematangan: mentah, setengah matang, dan matang sempurna,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (22/7/2026).

Selanjutnya, diketahui, pengujian dilakukan pada 90 durian Monthong dengan tujuh metode klasifikasi. Hasilnya, metode Neural Network menghasilkan akurasi tertinggi hingga 96,91 persen.

Baca Juga :  Kasus 2 WNA Rusia Pemakai Ganja di Pantai Plengkung Banyuwangi Dilimpahkan ke Kejaksaan

“Sensor gas dan aroma volatil menjadi indikator paling kuat untuk membedakan kematangan, sedangkan data suhu termal dan bunyi ketukan berfungsi sebagai informasi pendukung,” ujarnya.

Selain menebak kematangan, sistem ini juga bisa memprediksi sisa umur simpan durian di berbagai suhu penyimpanan. Informasi ini krusial untuk menentukan jalur distribusi buah.

“Informasi kematangan dan prediksi umur simpan ini membantu menentukan apakah durian lebih sesuai dipasarkan untuk kebutuhan lokal atau dikirim ke daerah yang jauh,” paparnya.

Inovasi ini, kata dia, ditujukan untuk membantu petani, pedagang. Hingga rumah pengemasan (packing house) agar proses sortir berjalan objektif.

Baca Juga :  Xenia Terguling di Ladang Cabai Usai Hantam Drainase di Kalibaru Banyuwangi

“Teknologi ini bukan untuk menggantikan pengalaman petani, tetapi menjadi alat bantu agar keputusan panen dan penyortiran dapat dilakukan secara lebih konsisten,” tambahnya.

Ke depan, Aulia yang juga merupakan dosen Politeknik Negeri Jember (Polije) ini berharap inovasinya dikembangkan dalam bentuk perangkat portabel yang mudah dibawa ke kebun.

“Hasil penelitian doktoral perlu dikomunikasikan dan dikembangkan agar memberi manfaat nyata bagi petani, konsumen, serta industri durian,” tandasnya.

Sebagai informasi, riset disertasi bimbingan Prof. Tri Agus Siswoyo, Prof. Yuli Witono, dan Prof. Bayu Taruna Widjaja Putra ini telah menembus jurnal internasional bereputasi, salah satunya Scientific Reports (Q1 Nature Portfolio).

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Batikmatika Hadirkan Nusantara Series: Perpaduan Motif Matematika dengan Kekayaan Alam Indonesia di Hari Batik Nasional
Bayi Laki-laki Terbungkus Handuk Ditemukan di Depan Rumah Warga Kalibaru Banyuwangi
UIN KHAS Jember Terima Kunjungan UniMAP, Jalin Kerja Sama Pengembangan Akademik dan Jejaring Internasional
Datangkan Pakar! MAN Lumajang Perkuat Skill Aktor Moderasi Beragama
Festival Budaya dan Pameran UMKM Bakal Digelar di Banyuwangi
Satgas MBG Jember Sidak SPPG Jatiagung Sebabkan Puluhan Siswa Keracunan
Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Arahkan Mahasiswa Manfaatkan Media Sosial untuk Berkarya
Prof Busriyanti Usul Ada Percepatan Karier Guru Besar Perempuan di UIN KHAS Jember

Baca Lainnya

Saturday, 3 October 2026 - 16:30 WIB

Batikmatika Hadirkan Nusantara Series: Perpaduan Motif Matematika dengan Kekayaan Alam Indonesia di Hari Batik Nasional

Saturday, 3 October 2026 - 15:04 WIB

Bayi Laki-laki Terbungkus Handuk Ditemukan di Depan Rumah Warga Kalibaru Banyuwangi

Thursday, 1 October 2026 - 23:18 WIB

UIN KHAS Jember Terima Kunjungan UniMAP, Jalin Kerja Sama Pengembangan Akademik dan Jejaring Internasional

Sunday, 27 September 2026 - 12:20 WIB

Datangkan Pakar! MAN Lumajang Perkuat Skill Aktor Moderasi Beragama

Friday, 25 September 2026 - 14:12 WIB

Festival Budaya dan Pameran UMKM Bakal Digelar di Banyuwangi

TERBARU

Gambar Ini Identitas Pria yang Ditemukan Telungkup di Sungai Gurit Rogojampi (Sumber: Istimewa)

Regionalia

Ini Identitas Pria yang Ditemukan Telungkup di Sungai Gurit Rogojampi

Wednesday, 7 Oct 2026 - 19:43 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading