FRENSIA.ID– Komet Sukprasert salah satu atlet Balap BMX tercepat se Asia menjajal BMX Supercross International Sirkuit Muncar Banyuwangi, pembalap asal Thailand yang tergabung dalam Thailand Cycling Association ini mengagumi track yang panjang dan menantang.
Komet Sukprasert yang baru berusia 25 tahun ini masuk dalam gategori men elite dan siap memburu poin sebagai bekal menuju olimpiade Union Cyclist Internationale (UCI) pada 2028 mendatang di Los Angeles.
“Saya datang untuk menang dan saya bergabung pada pertandingan ini menambah poin untuk olimpiade UCI 2028 di LA,” kata Komet kepada wartawan, Sabtu (27/06/26).
Komet pernah menjajal sirkuit Muncar 7 tahun lalu, ia semakin terkesan dengan perkembangan track pada sirkuit yang kini telah berstandar Olimpiade tersebut.
“Ini adalah kali kedua saya ke Banyuwangi, sebelumnya 7 tahun yang lalu tapi dengan track yang sangat kecil dan sekarang mereka sudah memiliki race yang lebih bagus dengan track yang panjang dan cukup baik,” tambahnya.
Sementara itu, pelatih Thailand Cycling Association Herve Krebs menegaskan, tim nya datang untuk menargetkan kemenangan pada kejuaraan Nasional di Thailand dan Seagames. Sirkuit internasional Muncar di Banyuwangi menjadi salah satu race yang tepat untuk melatih tim nya lantaran tidak banyak negara yang memiliki sirkuit BMX dengan standar UCI.
“Kami disini untuk menggunakan race nya sebagai tempat latihan karena fokus kami di kejuaraan Nasional dan seagames seperti tradisi biasanya, kita tidak memiliki lebih banyak race jadi ini perlu kami lakukan untuk berlatih,” jelasnya.
Herve Krebs menyebut, Track pada sirkuit Internasional BMX Supercross Muncar yang panjang menjadi tantangan tersendiri bagi atlet atletnya.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengungkapkan, Banyuwangi BMX Supercross merupakan agenda rutin tiap tahun, dan menjadi salah satu kompetisi yang ditunggu-tunggu banyak orang. Bahkan, tahun ini ada 3 negara yang beradu skill dengan pembalab-pembalab berbakat Indonesia. Diantaranya Thailand, Singapura dan Filipina.
“Itulah yang menjadi dasar kami untuk menggelar kompetisi ini, meski di tengah efisiensi anggaran. Berkat kolaborasi dan sinergi banyak pihak, kompetisi ini bisa terlenggara,” kata Ipuk.
Ipuk memastikan Banyuwangi konsistensi menggelar kejuaraan internasional, menegaskan bahwa Banyuwangi adalah rumah bagi atlet dan pencinta balap sepeda internasional.
“Kami ingin memberi pesan, Banyuwangi adalah rumah yang ramah bagi para atlet dan pencinta balap sepeda,” pungkas Ipuk. (Qhobid Z)






