Dihadiri LPPM UIN KHAS, Griya Moderasi Agama KUA Kaliwates Jember Bahas Problema Implementasi Eco-theologi

Wednesday, 24 June 2026 - 21:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Dihadiri LPPM UIN KHAS, Griya Moderasi Agama KUA Kaliwates Jember Bahas Problema Implementasi Eco-theologi (Sumber: Istimewa)

Gambar Dihadiri LPPM UIN KHAS, Griya Moderasi Agama KUA Kaliwates Jember Bahas Problema Implementasi Eco-theologi (Sumber: Istimewa)

FRENSIA.ID – Isu pelestarian lingkungan hidup kini menjadi tanggung jawab bersama sekaligus panggilan moral lintas iman. Menjawab tantangan tersebut, Griya Moderasi Agama yang digagas melalui kolaborasi apik antara UIN KHAS dan KUA Kaliwates Jember terus konsisten mengawal masalah keumatan. Memasuki tahun pelaksanaannya, fokus mereka mengerucut pada isu krusial: pengembangan kesadaran moderasi beragama yang diarahkan pada penguatan kepedulian ekologi atau eco-theologi antarumat beragama. Agenda strategis ini dikupas tuntas dalam sebuah ruang diskusi di KUA Kaliwates Jember,24/06.

Kehadiran akademisi dalam merawat keberagaman dan kelestarian alam menjadi napas utama dalam kegiatan ini. Kepala Kapus Moderasi Beragama UIN KHAS Jember, Dr. H. Shoni Rahmatullah Amrozi, M.Pd.I., menegaskan bahwa agenda tersebut merupakan wujud komitmen yang berkesinambungan.

“kegiatan ini adalah tindak lanjut dari tahun kemarin. Kita ingin menyapa teman-temen Griya Moderasi Agama dan kembali mengajak untuk menguatkan moderasi beragama sebagai jalan pengembangan kesadaran eco-theologi”, tandasnya.

Komitmen serupa juga digaungkan oleh Koordinator Pendampingan Griya Moderasi, Dr. Moh Nor Afandi M.Pd.I. Ia memandang bahwa sinergi lintas agama membutuhkan pembinaan yang berkelanjutan agar memberikan dampak nyata bagi kelestarian alam. Ia mengatakan,

Baca Juga :  Dekan FEBI UIN KHAS Jember Beri Tahu Risiko Ekonomi Indonesia saat Rupiah dan IHSG Anjlok

“kelompok dampingan moderasi beragama perlu terus dirajut. kita dari UIN KHAS juga merasa punya tanggung jawab bersama untuk menguatkan kesadaran moderasi lebih-lebih untuk menguatkan kepadulian bersama pada ekologi”.

Langkah proaktif dari sivitas akademika ini disambut dengan apresiasi tinggi oleh Kepala KUA Kaliwates, M. Saiful Hadi, SH. M.Sy. Ia merasa sangat terbantu dengan sokongan riil yang diberikan demi menggerakkan elemen masyarakat di tingkat akar rumput.

“Kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada UIN KHAS yang telah mendukung, dalam hal ini LPPM”, tuturnya.

Diskusi ini terasa semakin hidup berkat inisiatif Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN KHAS Jember yang menerjunkan tim akademisi kampus berbarengan dengan sejumlah tokoh serta penyuluh agama Kristen. Jalannya diskusi dipandu langsung oleh pakar sekaligus penyuluh agama Kristen, Yusuf Deswanto, S.S., M.Div., bersama dengan M. Saiful Hadi.

Dalam pemaparannya, Yusuf secara tajam membedah dimensi ajaran moderasi beragama yang dikaitkan dengan kesadaran eco-theologi dalam perspektif Kristen. Ia menyoroti fenomena kesenjangan antara tingginya ajaran kepedulian lingkungan di setiap agama dengan minimnya praktik di lapangan, khususnya terkait manajemen sampah di Jember. Ia pun mengajak peserta untuk merumuskan solusi nyata secara bersama-sama.

Baca Juga :  Bule Rusia Divonis Bersalah dalam Kasus Penganiayaan di Banyuwangi, Imigrasi Tunggu Rekomendasi APH

“kami rasa, sudah waktunya kita bersama-sama peduli pada masalah-masalah sampah di Jember. Misalnya di pasca pagelaran JFC”, ucapnya memberikan contoh konkret yang lekat dengan masyarakat setempat.

Melengkapi diskursus ekologi tersebut, M. Saiful Hadi turut membawa isu yang tak kalah mendesak. Ia melebarkan perbincangan pada masalah moralitas generasi muda serta menipisnya kepedulian warga terhadap bentang alam khas Jember, yakni eksploitasi gumuk. Ia menilai bahwa kondisi darurat lingkungan dan agraria di wilayahnya membutuhkan intervensi kebijakan yang tegas.

“Gumuk di Jember, tambah sedikit. lahan pertanian pun semakin sempit. ini harus kita cari solusinya. Perlu direkomendasikan regulasi untuk mengatasi masalah ini”, ujarnya menutup sesi diskusi yang sarat akan gagasan solutif bagi Kabupaten Jember.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Hari Bhayangkara ke-80, Satlantas Polresta Banyuwangi Salurkan Bantuan Alat Pertanian untuk Petani Jagung
Jaring Generasi Muda, Polresta Banyuwangi Gelar Turnamen E-Sport Kapolri Cup 2026
Peringati Bulan Bung Karno, Kader PDI Perjuangan Banyuwangi Nyekar dan Doa Bersama di Taman Makam Pahlawan
Haul Bung Karno! DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Santunan Anak Yatim dan Doa Bersama
DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Konco Lidasi Bangkitkan Semangat di Bulan Bung Karno
Pertamina Patra Niaga Bagikan Santunan di Regional Jatimbalinus
Bulan Bung Karno, DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Banteng Musik Jalanan
BEM Poliwangi dan BRKS Soroti Tambang Ilegal Petak 56, Desak Kajian Dampak Lingkungan dan Sosial

Baca Lainnya

Wednesday, 24 June 2026 - 21:18 WIB

Dihadiri LPPM UIN KHAS, Griya Moderasi Agama KUA Kaliwates Jember Bahas Problema Implementasi Eco-theologi

Monday, 22 June 2026 - 17:26 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Satlantas Polresta Banyuwangi Salurkan Bantuan Alat Pertanian untuk Petani Jagung

Monday, 22 June 2026 - 17:20 WIB

Jaring Generasi Muda, Polresta Banyuwangi Gelar Turnamen E-Sport Kapolri Cup 2026

Sunday, 21 June 2026 - 20:58 WIB

Peringati Bulan Bung Karno, Kader PDI Perjuangan Banyuwangi Nyekar dan Doa Bersama di Taman Makam Pahlawan

Saturday, 20 June 2026 - 21:18 WIB

Haul Bung Karno! DPC PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Santunan Anak Yatim dan Doa Bersama

TERBARU

Warga yang usai melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) (Foto: Fadli/Frensia).

Politia

Dispenduk Jember Dekatkan Layanan melalui Aktivasi IKD Keliling

Wednesday, 24 Jun 2026 - 21:40 WIB

Tukang ojek (jaket merah) yang dijadikan sebagai jaminan oleh pelaku (Foto: Istimewa).

Criminalia

Viral! Modus Jajal COD, Pria di Jember Bawa Kabur Motor Vario

Wednesday, 24 Jun 2026 - 18:34 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading