Frensia.Id- Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember resmi memiliki nahkoda baru. Aris Budiman dikukuhkan sebagai Kepala OJK Jember menggantikan Muhammad Mufid dalam prosesi yang digelar.
Pengukuhan ini dipimpin langsung oleh Anggota Dewan Komisioner OJK, Dicky Kartikoyono. Acara tersebut turut disaksikan oleh jajaran kepala daerah serta pemangku kepentingan atau stakeholder dari wilayah Sekarkijang (Jember, Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso dan Lumajang).
Dalam sambutannya, Dicky mengibaratkan pelantikan ini seperti prosesi penyerahan ‘pengantin’. Hal ini sebagai simbol penyerahan amanah agar kepemimpinan baru mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah setempat.
“Kami menyerahkan pengantin kepada pemiliknya, yaitu para kepala daerah. Hari ini Mas Aris resmi dikukuhkan sebagai Kepala OJK Jember,” katanya, Jum’at (26/6/2026).
Dicky menggarisbawahi bahwa tantangan dalam menjaga pertumbuhan ekonomi ke depan akan semakin berat. Oleh karena itu, kolaborasi erat antara pemerintah daerah, OJK, dan seluruh industri jasa keuangan mutlak diperlukan.
Menurut Dicky, wilayah Sekarkijang memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Terbukti, pertumbuhan ekonomi di kawasan ini mampu berada di atas rata-rata nasional sepanjang tahun 2025 lalu.
Dengan modal positif tersebut, dia meminta lembaga keuangan untuk lebih agresif dan aktif dalam menangkap peluang pembiayaan yang lahir dari pertumbuhan ekonomi daerah.
“Bank harus melihat potensi yang ada. Kita bersama Bank Indonesia dan pemerintah daerah akan mencari peluang baru untuk didorong,” ujarnya.
Selain fokus pada pertumbuhan ekonomi, OJK juga menaruh perhatian serius terhadap perlindungan konsumen di tengah masifnya digitalisasi keuangan. Dicky blak-blakan menyebut keberadaan pinjaman online (pinjol) ilegal dan judi daring (judol) kini menjadi ancaman nyata yang mengerikan bagi masyarakat.
“OJK tidak mungkin bekerja sendiri. Kami membutuhkan sinergi seluruh pemerintah daerah untuk meningkatkan literasi dan melindungi masyarakat,” paparnya.
Sebagai langkah konkret, OJK dalam waktu dekat bakal meluncurkan Aplikasi 157. Lewat aplikasi ini, masyarakat bisa langsung mengecek nomor telepon, tautan (link), hingga nomor rekening yang terindikasi terkait dengan penipuan digital.
Di sisi lain, kinerja industri keuangan di wilayah Sekarkijang sejauh ini menunjukkan tren positif. OJK mencatat penyaluran kredit perbankan hingga April 2026 telah menembus angka Rp 62,80 triliun.
Tak hanya itu, jumlah investor di pasar modal juga melonjak tajam hingga di atas 62 persen. Dicky pun menaruh harapan besar agar estafet kepemimpinan di OJK Jember ini bisa berjalan lancar dan membawa dampak yang lebih luas.
“Kami berharap Mas Aris mampu melanjutkan bahkan meningkatkan capaian yang telah dibangun Mas Mufid, dengan integritas, profesionalisme, dan semangat melayani,” tandasnya.






