Frensia.Id- Menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah atau malam 1 Suro, Pemerintah Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro, Jember, menggelar tradisi unik. Warga setempat mengarak ratusan tumpeng menuju Situs Beteng, sebuah situs yang diyakini sebagai peninggalan Kerajaan Majapahit.
Pelaksana Harian (Plh) Kades Sidomekar, Budiyono, mengungkapkan bahwa festival ini. Merupakan upaya desa untuk menghidupkan kembali tradisi lama yang nyaris punah.
“Acara Kirab Tumpeng ini merupakan rangkaian festival budaya yang berpusat di Situs Beteng. Kita tahu Situs Beteng ini peninggalan Kerajaan Majapahit yang masih dijaga dan dirawat,” katanya, Kamis (18/6/2026).
Menurut Budiyono, tumpeng-tumpeng tersebut telah didoakan terlebih dahulu di balai desa sebelum diarak. Sepanjang rute kirab, ribuan warga tampak menyemut di pinggir jalan untuk menyaksikan dan mengabadikan momen tersebut.
“Jarak yang ditempuh kurang lebih dua kilometer. Dan sepanjang jalan, antusiasme masyarakat yang melihat nampak sangat pecah,” ujarnya.
Budiyono berharap tradisi ini tidak hanya menjadi ritual tolak bala. Tetapi juga bisa mendongkrak potensi wisata sejarah di Jember.
“Semoga dengan adanya kirab tumpeng ini, Desa Sidomekar dijauhkan dari marabahaya dan dimudahkan segala urusan masyarakatnya. Melihat animo yang luar biasa, ini berpotensi jadi destinasi wisata budaya baru di Kabupaten Jember,” paparnya.
Apresiasi senada juga disampaikan oleh Camat Semboro, Ahmad Fauzi. Dia menilai event budaya seperti ini efektif memicu perputaran ekonomi, terutama bagi para pelaku UMKM lokal yang menggelar lapak di sepanjang rute kirab.
“Seperti yang sering disampaikan Bupati Jember, setiap ada event di wilayah, maka roda perekonomian akan jalan. Kirab Tumpeng ini salah satunya. Tanpa menghilangkan kesakralan budaya, unsur wisatanya dapat menunjang ekonomi warga,” tambahnya.
Fauzi berharap kegiatan serupa bisa terus digalakkan di wilayah Kecamatan Semboro. Demi kesejahteraan masyarakat.
“Kita lihat dari balai desa sampai Situs Beteng, banyak sekali masyarakat yang hadir dan UMKM yang diuntungkan. Kami berharap festival-festival semacam ini rutin digelar,” tandasnya.
Sebagai informasi, acara bertajuk Festival Budaya Kirab Tumpeng ‘Sesaji Larung Sukerto’ ini digelar pada Rabu (17/6/2026). Rombongan kirab bergerak dari Balai Desa Sidomekar menuju Situs Beteng yang berjarak sekitar 2 kilometer.
Berdasarkan pantauan di lokasi, antusiasme warga begitu tinggi. Ada puluhan tumpeng berukuran besar dan ratusan tumpeng kecil hasil swadaya masyarakat yang diarak keliling desa. Rombongan kirab juga dimeriahkan oleh iring-iringan penari tradisional.






