Frensia.Id- Seorang murid sekolah dasar (SD) berinisial SR (11), warga Dusun Pucu’an, Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro, Jember, yang sempat dilaporkan hilang sejak Senin (27/7). Akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (28/7), pukul 08:30 WIB.
“Jasad korban ditemukan mengapung oleh warga yang sedang membajak sawah dalam keadaan tengkurap di aliran sungai sawah yang berada di Dusun Krajan, Desa Rejoagung, Kecamatan Semboro, Jember, kata Kapolsek Semboro AKP M. Na’i, Selasa (28/7/2026).
Mengetahui kejadian tersebut, saksi segera melaporkannya ke pihak perangkat Desa Rejoagung yang diteruskan ke SPKT Polsek Semboro serta petugas medis dari Puskesmas Semboro.
Petugas yang datang ke tempat kejadian perkara (TKP) mengonfirmasi bahwa korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.
“Saat tim kami ke TKP, keadaan korban sudah tidak bernyawa,” ujarnya.
Na’i menambahkan, pihak kepolisian sebelumnya telah menerima laporan anak hilang pada Senin (27/7/2026) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Ciri-ciri pakaian yang dikenakan korban—yakni kaos olahraga berwarna oranye bertuliskan ‘SD Sidomulyo 01 Kec Semboro’ dan gaun panjang hitam, sesuai dengan laporan yang diterima polisi.
“Pihak keluarga yang dihadirkan ke lokasi juga telah mengecek langsung dan membenarkan bahwa jasad tersebut adalah putri mereka yang hilang sejak hari Senin,” paparnya.
Dari hasil pemeriksaan awal dan olah TKP tidak ada tanda-tanda kekerasan. Pihak keluarga menolak untuk dilakukan proses autopsi pada jenazah korban.
“Ayah kandung korban, Yoyon Hermanto (45), telah membuat dan menandatangani surat pernyataan penolakan otopsi,” tambahnya.
“Setelah dilakukan evakuasi dan pemeriksaan awal di lokasi oleh tim medis Puskesmas Semboro bersama jajaran Polsek Semboro serta pemerintah desa setempat, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan,” tandasnya.






