Frensia.Id- Gelaran Kirab Pawai Budaya Ancak Agung di Kabupaten Jember, mencatatkan prestasi gemilang. Event yang dihelat pada Sabtu (22/8/2026) ini berhasil memecahkan dua Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sekaligus.
Dua rekor dunia yang diraih tersebut yakni Ancak Tertinggi dari Rangkaian Suwar-Suwir serta Kirab Ancak Agung Terbanyak.
Perwakilan MURI, Ari Andriani, menyampaikan bahwa jumlah peserta yang terverifikasi secara resmi. Berhasil melampaui rekor-rekor sebelumnya.
“Setelah kemarin pagi kami verifikasi, ada 527 Ancak Agung,” katanya, Minggu (23/8/2026).
Ari Andriani juga menjelaskan alasan MURI mengukuhkan capaian tersebut sebagai rekor dunia. Serta pertimbangan batas minimal peserta yang diwajibkan panitia.
“Kedua capaian ini kami kukuhkan sebagai rekor dunia karena dinilai sukses mengangkat kearifan lokal Jember. Walau panitia mengusulkan 1.000, MURI menetapkan peningkatan minimal 10 persen dari rekor sebelumnya (449 ancak) sebagai batas pemecahan rekor mengingat singkatnya waktu persiapan,” ujarnya.
Atas antusiasme masyarakat yang tinggi. Pihak MURI secara terbuka memberikan tantangan baru kepada Pemkab Jember untuk gelaran tahun mendatang.
“MURI memberikan tantangan kepada Pemerintah Kabupaten Jember untuk meningkatkan jumlah peserta menjadi minimal 1.000 ancak pada pelaksanaan tahun depan,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait menegaskan, bahwa pencapaian rekor ini bukan semata-mata mengejar angka. Melainkan simbol kebersamaan warga Jember.
“Ini bukan sekadar tentang rekor, tetapi bagaimana kita menjaga tradisi dan gotong royong masyarakat Jember,” ungkapnya.
Menjawab tantangan MURI, pria yang karib disapa Gus Fawait itu menyambut positif dan optimis. Bisa menyajikan festival yang lebih megah di masa mendatang.
“Tahun depan kita ingin lebih besar lagi, targetnya 1.000 ancak. Mudah-mudahan semangat ini terus tumbuh dan menjadi kebanggaan masyarakat Jember,” tandasnya.
Sebagai informasi, kirab tahun ini mengusung tema “Melestarikan Tradisi, Menguatkan Ukhuwah, Mengangkat Marwah Jember”. Ratusan peserta dari OPD, puskesmas, desa, hingga sekolah mengarak ancak berisi hasil bumi dan jajanan tradisional.
Salah satu penarik perhatian adalah Ancak Tertinggi setinggi 3,7 meter yang dirangkai dari 1.600 kemasan (sekitar 32.000 buah) suwar-suwir khas Jember. Dalam kompetisi antarpeserta, SMPN 6 Jember keluar sebagai juara pertama, disusul Roxy Mall di posisi kedua, dan SMPN 2 Jember di posisi ketiga.







