Gus Fawait Targetkan Dana Perubahan APBD 2026 untuk Pengentasan Kemiskinan di Jember

Friday, 4 September 2026 - 19:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Jember, Muhammad Fawait (tengah), setelah menghadiri Rapat Paripurna ke 2 dalam acara Pandangan Umum Fraksi terhadap Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, di DPRD Jember, pada Jum'at (4/9/2026). (Foto: Fadli/Frensia).

Bupati Jember, Muhammad Fawait (tengah), setelah menghadiri Rapat Paripurna ke 2 dalam acara Pandangan Umum Fraksi terhadap Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, di DPRD Jember, pada Jum'at (4/9/2026). (Foto: Fadli/Frensia).

Frensia.id – Bupati Jember, Muhammad Fawait, menargetkan dana pada Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026, akan dialokasikan untuk pengentasan kemiskinan.

Hal itu dia sampaikan setelah menghadiri Rapat Paripurna ke 2 dalam acara Pandangan Umum Fraksi terhadap Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, di DPRD Jember, pada Jum’at (4/9/2026).

“Kalau dibanding dengan APBD tahun kemarin, kekuatan APBD kita tidak lebih besar. Tapi saya pikir harus syukuri dan insyaallah itu akan kita pakai untuk target-target kabupaten yaitu pengentasan kemiskinan,” kata dia.

Menurutnya, target tersebut telah sesuai dengan filosofi tujuan berbangsa dan bernegara, yaitu kesejahteraan yang ditandai dengan pengentasan kemiskinan.

Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu, mengapresiasi atas pandangan umum yang disampaikan oleh sejumlah fraksi terhadap Perubahan APBD 2026.

“Banyak hal tadi disampaikan di pandangan umum dan saya pikir itu positif untuk Kabupaten Jember. Sekali lagi bahwa Jember hari ini mendapat banyak atensi nasional,” tuturnya.

Baca Juga :  Sempat Diinfus, Bupati Jember Tetap Ikut Jalan Bareng 25 Ribu Peserta Tajemtra 2026

Meskipun saat penyampaian pandangan umum terdapat perbedaan pendapat dari sejumlah fraksi.

Namun, menurutnya hal itu sebagai hal wajar dalam ruang politik.

Gus Fawait justru menyoroti dari beragamnya pandangan fraksi tersebut, poin yang paling penting yaitu terkait angka kemiskinan.

“Masalah ada perbedaan pendapat itu hal yang biasa. Yang penting kan ujungnya nanti di angkanya (kemiskinan),” ujarnya.

Kata dia, saat melihat data kemiskinan, pihaknya menyarankan agar konsisten dalam memakai acuan sumber.

“Kalau kita mau pakai BPS (Badan Pusat Statistik) ya BPS terus. Pakai World Bank, World Bank terus. Tidak boleh sekarang pakai BPS, nanti berikutnya pakai World Bank. Tidak konsisten namanya,” ucapnya.

Gus Fawait mengatakan bahwa dalam menyimpulkan data kemiskinan, agar juga melihat data di tahun sebelumnya.

“Jangan dilihat hanya sekarang saja, tetapi tahun-tahun sebelumnya,” tuturnya.

Menurutnya, di era Presiden Prabowo sekarang, data kemiskinan di Indonesia, baik versi BPS maupun World Bank, telah mengalami penurunan dan berjalan sesuai target.

Baca Juga :  Bupati Jember akan Renovasi Pasar Tanjung Senilai Rp250 Miliar dari Dana APBN

“Jadi kalau melihat data, jangan cuma data sekarang saja, tapi data-data tahun sebelumnya, 5 tahun, 10 tahun semakin panjang semakin bagus,” ujarnya.

Penjelasan soal Defisit Anggaran APBD

Lebih lanjut, Gus Fawait menjelaskan bahwa defisit dalam postur anggaran APBD 2026, bukan berarti suatu daerah mengalami kekurangan dana, namun hal itu merupakan bagian dari politik anggaran.

“Contoh, kalau di tahun 2027 ada defisit itu salah satunya untuk mengantisipasi SiLPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) tahun 2026. Karena kalau semua ditumpuk di akhir tahun, perencanaannya pasti tidak nutut,” tuturnya.

Oleh karena itu, adanya defisit bertujuan merencanakan agar SiLPA tahun sebelumnya, menjadi dana tambahan untuk digunakan lebih awal pada anggaran tahun berikutnya.

“Berarti itu kan SiLPA 2026. Kalau defisit 2026 berarti akan direncanakan menggunakan SiLPA tahun 2025,” tegasnya. ***

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Ketua TP PKK Jember Ning Ghyta Kunjungi Warga Penerima Layanan Homecare
Viral Video Belatung di Menu MBG di Sempu Banyuwangi, Pihak SPPG Buka Suara
Pemkab Jember akan Luncurkan ‘Mobil Cinta’ dan Lakukan Sosialisasi SMK ‘Go Global’
Pemkab Jember Komitmen Bantu Peralihan Status PPPK dan Lakukan Kejar Paket Pendidikan
Gus Fawait Hadiri HUT ke-81 TNI di Kodim 0824 Jember, Tekankan Sinergi Ketahanan Pangan
Gus Fawait Hadiri Pelantikan Pengurus PAC HKTI se-Jember
Bupati Jember Tetapkan Jam Operasional Pedagang Pasar Tanjung
Tekan Angka Kemiskinan, Pemkab Jember Sambangi BPS Pusat Bahas Integrasi Data

Baca Lainnya

Saturday, 10 October 2026 - 16:40 WIB

Ketua TP PKK Jember Ning Ghyta Kunjungi Warga Penerima Layanan Homecare

Thursday, 8 October 2026 - 22:52 WIB

Viral Video Belatung di Menu MBG di Sempu Banyuwangi, Pihak SPPG Buka Suara

Monday, 5 October 2026 - 20:30 WIB

Pemkab Jember akan Luncurkan ‘Mobil Cinta’ dan Lakukan Sosialisasi SMK ‘Go Global’

Monday, 5 October 2026 - 20:10 WIB

Pemkab Jember Komitmen Bantu Peralihan Status PPPK dan Lakukan Kejar Paket Pendidikan

Monday, 5 October 2026 - 13:50 WIB

Gus Fawait Hadiri HUT ke-81 TNI di Kodim 0824 Jember, Tekankan Sinergi Ketahanan Pangan

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading