Gapasdap Dorong Perluasan Dermaga LCM Pelabuhan Ketapang, Siap Sinergi Talangi Anggaran Pengembangannya

Monday, 7 September 2026 - 09:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Gapasdap Dorong Perluasan Dermaga LCM Pelabuhan Ketapang, Siap Sinergi Talangi Anggaran pengembangannya (Sumber: Istimewa)

Gambar Gapasdap Dorong Perluasan Dermaga LCM Pelabuhan Ketapang, Siap Sinergi Talangi Anggaran pengembangannya (Sumber: Istimewa)

FRENSIA.ID– Gapasdap mendorong optimalisasi dermaga LCM (plengsengan) Pelabuhan Ketapang. Gapasdap menyebut, dermaga LCM bisa diperluas melalui penyatuan area dermaga dengan konstruksi cor beton.

Dengan perluasan plengsengan, dermaga LCM dapat digunakan untuk melayani bongkar muat empat kapal LCT sekaligus. Saat ini, dermaga LCM hanya bisa digunakan bersandar 3 kapal saja.

Ketua DPC Gapasdap Banyuwangi, Nurjatim, mengatakan, perluasan dermaga LCM ini akan menggantikan dermaga Bulusan yang saat ini tidak bisa difungsikan karena dua fender roboh ke laut dan memerlukan perbaikan. Saat masih bisa dioperasikan, dermaga Bulusan berpasangan dengan dermaga LCM 4 Gilimanuk.

“Jika dermaga LCM diperluas dengan konstruksi cor, jumlah kapal LCT yang dapat dilayani bertambah dari 9 kapal menjadi 12-13 kapal dengan sekaligus 4 kapal bisa sandar melakukan pemuatan sebagai solusi jangka pendek pengganti sementara Dermaga Bulusan,tentu ini solusi tanpa mengganggu operasional lainnya” jelasnya, Minggu (06/09/26).

Baca Juga :  19 Profesor Potensi Bakal Calon Rektor UIN KHAS, Frensia Institute: Butuh Ahli Manajemen dan Mantan Aktivis

Dijelaskannya, perluasan dermaga LCM ini sangat penting, agar jumlah kapal LCT yang beroperasi bisa bertambah. Saat ini ada tiga dermaga LCM yang eksisting.

Masing-masing pasangan dermaga bisa melayani tiga kapal. Jika ditambah satu dermaga lagi di LCM maka akan menambah 3-4 kapal LCT yang beroperasi.

Nurjatim menegaskan, persoalan kemacetan di jalur Pelabuhan Ketapang bukan karena kurangnya jumlah kapal penyeberangan. Pemicu kemacetan adalah kurangnya infrastruktur dermaga di lintasan yang menghubungkan Jawa dengan Bali itu.

Oleh karena itu, jika pemangku kepentingan setuju untuk memperluas dermaga LCM Pelabuhan Ketapang, Gapasdap siap menalangi anggarannya. Perluasan dermaga LCM dengan konstruksi cor, kata Nurjatim, diperkirakan menelan biaya sekitar ± Rp400 juta dengan waktu sekitar 45-60 hari saja.

“Kami dari Gapasdap Banyuwangi siap menalangi anggaran tersebut, agar operasional penyeberangan bisa berjalan lancar,” tegasnya.

Baca Juga :  Macet Parah, Sopir Truk Tuntut ASDP Hentikan Diskriminasi Antrean

Dijelaskannya, saat ini terdapat 56 armada kapal di lintas Ketapang-Gilimanuk. Dalam kondisi dermaga berfungsi normal, kapal beroperasi bisa 28-32 kapal setiap harinya.

Namun, kemampuan operasi turun menjadi sekitar 23 kapal karena dua dermaga sedang dalam peningkatan kapasitas yakni dermaga Ponton Pelabuhan Ketapang dan Dermaga MB II Pelabuhan Gilimanuk sekaligus dermaga bulusan yang tidak bisa difungsikan prasarana saat ini belum mendukung untuk keselamatan kapal untuk sandar.

“Jadi kembali kami tegaskan, lintasan Ketapang-Gilimanuk ini bukan kekurangan kapal (jumlah kapal sudah lebih dari cukup) tetapi jelas faktor kurangnya dermaga, jumlah kapal eksisting yang sebanyak 56 kapal itu namun yang bisa melayani operasi hanya 40 persennya saja. Kapalnya banyak tapi tempat sandarnya tidak ada.” ujarnya. (Qhobid Z)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Warga Pulau Mandangin Tolak Lokasi KNMP di Pasir Putih: Setuju Programnya, Bukan Tempatnya
Merespon Karhutla, Wakil Ketua PC LPBI Kencong Mengkritik Keras Pemerintah dan Aktivis Organisasi
Imigrasi Kantongi PNBP Rp8,68 Triliun, 5.310 WNA Nakal Dideportasi
PLN UP3 Siapkan Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan Listrik di Jember dan Lumajang
Terduga Pembobol Rumah di Sobo Banyuwangi Dibekuk Tim URC Satreskrim Lewat Rekaman CCTV
Kebakaran Dua Kandang Ayam di Banyuwangi, 28 Ribu Ekor Ayam Mati Terpanggang
Tangis Istri dan Anak Kembar Pecah Sambut Jenazah Ponco Korban KM Virgo
Kemarau Panjang, 400 KK di Genteng Banyuwangi Digerojok 10 Ribu Liter Air Bersih

Baca Lainnya

Sunday, 18 October 2026 - 22:50 WIB

Warga Pulau Mandangin Tolak Lokasi KNMP di Pasir Putih: Setuju Programnya, Bukan Tempatnya

Friday, 16 October 2026 - 10:56 WIB

Merespon Karhutla, Wakil Ketua PC LPBI Kencong Mengkritik Keras Pemerintah dan Aktivis Organisasi

Thursday, 15 October 2026 - 22:52 WIB

Imigrasi Kantongi PNBP Rp8,68 Triliun, 5.310 WNA Nakal Dideportasi

Wednesday, 14 October 2026 - 23:44 WIB

PLN UP3 Siapkan Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan Listrik di Jember dan Lumajang

Sunday, 11 October 2026 - 19:49 WIB

Terduga Pembobol Rumah di Sobo Banyuwangi Dibekuk Tim URC Satreskrim Lewat Rekaman CCTV

TERBARU

(Tengah memakai peci hitam) Bupati Jember, Muhammad Fawait, saat setelah menggelar acara Bakti Sosial Kesehatan di RSD dr. Soebandi Jember. (Foto: Fadli/Frensia).

Politia

Gus Fawait Respons ‘Surat Cinta’ MUI Jember soal Sound Horeg

Saturday, 17 Oct 2026 - 23:50 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading