Frensia.id – Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Prof. Abdul Muis, merespons terkait penjaringan bakal calon rektor yang kini masih sedang berlangsung.
Menurut dia, perlunya dilakukan penjaringan rektor karena Rektor UIN KHAS Jember yaitu Prof. Hepni Zain, yang telah wafat sebelum masa berakhir jabatannya lebih dari 1 tahun.
“Karena andaikan beliau (Prof. Hepni) meninggal tidak sampai 1 tahun dari masa jabatannya, maka itu tinggal ditunjuk Plt (Pelaksana Tugas) untuk menyelesaikan masa tugasnya,” kata Prof Muis, pada Jum’at pagi (18/9/2026).
Kata dia, pemilihan rektor merupakan sesuatu yang wajar, seperti halnya pergantian kepemimpinan di organisasi yang sifatnya sunnatullah.
“Saya justru berharap monggo yang mempunyai hak atau memiliki syarat untuk nyalon, silakan nyalon,” ujarnya.
Menurutnya, kepemimpinan sebuah organisasi itu dibatasi dengan ruang dan waktu, sehingga ketika ada peralihan pemimpin, maka merupakan suatu hal yang alamiah.
“Di UIN kita ini satu keluarga. Walaupun berbeda-beda latar belakang. Nah, silakan siapa yang mau mencalonkan diri, tapi yang terpenting ketika terpilih, kita berharap semua komponen, potensi, itu diakomodir untuk kepentingan pengembangan UIN KHAS,” ujarnya.
Prof Muis, mengatakan bahwa tugas pemimpin di kampus UIN KHAS sangat berat, karena banyak kompetitor perguruan tinggi, baik di sekitar kampus di Jember maupun antar PTKIN.
“Kita mungkin bisa melihat perkembangan UIN Surabaya, UIN Malang, UIN Mataram, yang dulu sama-sama dalam satu rumpun bergabung di IAIN Sunan Ampel. Banyak problem yang ada pada kita, mulai problem sarana prasarana, penurunan kuantitas mahasiswa baru, juga kualitas mahasiswa,” tuturnya.
Prof Muis, mengimbau pada civitas akademik UIN KHAS Jember, agar menerima hasil keputusan dari Kementerian Agama RI, kepada siapapun bakal calon yang terpilih menjadi rektor.
“Karena saya yakin, pengambilan keputusan menteri agama itu melalui proses yang cukup panjang. Dan yang diambil itu, adalah yang terbaik di antara kita,” tegasnya.***






