FRENSIA.ID– Grup musik legendaris Slank siap mengobati kerinduan para penggemarnya di Banyuwangi. Melalui rangkaian konser spektakuler bertajuk “HS Hey Slank Berani Kita Beda Tour 2026”, sesi ke-10 tur ini akan digelar di Pantai Marina Boom, Banyuwangi.
Kehadiran Kaka, Bimbim, dan kawan-kawan ini dipastikan akan menjadi magnet bagi ribuan Slankers. Pasalnya, Slank sudah cukup lama tidak mengadakan pertunjukan musik di kabupaten berjuluk The Sunrise of Java tersebut. Selain Slank, panggung juga akan diramaikan oleh sederet bintang tamu papan atas seperti Tony Q Rastafara, Superiots, dan Rebellionrose.
Pendiri sekaligus pentolan Slank, Bimo Setiawan Almachzumi atau yang akrab disapa Bimbim, mengaku memiliki ikatan emosional dan kenangan khusus dengan Banyuwangi. Ia mengungkapkan bahwa salah satu lagu hit Slank lahir dari memori di kabupaten ini.
“Pada tahun 1992, saya menciptakan lagu berjudul ‘Kirim Aku Bunga’. Lagu itu tercipta karena kerinduan saat masih berpacaran. Waktu itu konser ke sejumlah kota dan lama tidak bertemu dengan kekasih,” kenang Bimbim saat sesi konferensi pers di Aston Hotel Banyuwangi, Minggu siang (01/01/26).
Banyuwangi menjadi kota terpilih dari total 12 kota di wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Bali yang disambangi oleh Hiburan Seru (HS) Tour 2026.
Direktur Komersial HS, Tessa Arya Pradana, menjelaskan bahwa Banyuwangi merupakan pasar yang sangat strategis bagi perkembangan bisnis mereka.
Sebagai produsen rokok pendatang baru asal Magelang, Jawa Tengah, yang baru berjalan dua tahun, HS bersyukur produknya dapat diterima dengan sangat baik di Jawa Timur, provinsi dengan kawasan pasar rokok terbesar di Indonesia.
“Banyuwangi merupakan pasar yang sangat penting bagi perusahaan. Secara umum, Jawa Timur menempati peringkat kedua konsumen rokok terbesar di Indonesia. Penjualan produk HS di Banyuwangi memberikan kontribusi hingga 25 persen di Jawa Timur, dan 10 persennya itu berasal dari Banyuwangi sendiri,” papar Tessa.
Melalui Hiburan Seru Tour, HS berkomitmen untuk lebih dekat dengan masyarakat muda yang berani tampil beda. Rangkaian acara ini juga dirancang untuk mendorong tumbuhnya ekosistem kreatif dan seni tradisi lokal, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi perputaran ekonomi masyarakat sekitar.
Kemeriahan konser di Pantai Marina Boom tidak hanya berpusat di atas panggung. Rangkaian acara akan diawali dengan kegiatan berkendara bersama (riding) yang melibatkan ratusan pencinta otomotif dari komunitas motor, terutama komunitas Vespa di Kota Banyuwangi.
Seluruh peserta konvoi dijadwalkan melintasi sejumlah tempat ikonik di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini sebelum pertunjukan musik utama dimulai, menambah atmosfer selebrasi kreativitas anak muda di Banyuwangi. (Qhobid Z)






