FRENSIA.ID– Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Jember kembali menghidupkan tradisi intelektual dengan menyelenggarakan forum diskusi bertajuk Taswirul Afkar,04/11.
Acara ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan peran dan posisi strategis pemuda Nahdlatul Ulama (NU) di tengah dinamika sosial-politik yang kian kompleks.
Dalam forum yang dihadiri oleh para kader dan tokoh pemuda tersebut, Ketua PC Ansor Jember, Izzul Ashlah, secara gamblang menjelaskan adanya kebingungan arah gerakan demokrasi yang selama ini terjadi di Indonesia.
Menurutnya, pemuda NU perlu memiliki pijakan yang jelas agar tidak mudah terombang-ambing oleh pusaran politik praktis. Kegiatan Taswirul Afkar ini diharapkan dapat menjadi rumah yang inklusif bagi pemuda NU untuk secara serius mengkaji berbagai masalah sosial di akar rumput.
Izzul menilai bahwa selama ini, diskursus di lingkungan NU sudah sangat kaya dan mendalam terkait persoalan keagamaan.
Kini, keseimbangan orientasi gerakan perlu dilakukan agar kehadiran NU semakin dirasakan dampaknya oleh masyarakat luas.
“Sudah saatnya, kita fokus juga pada masalah-masalah sosial”, ujarnya.
Pengkajian masalah sosial ini dianggapnya sangat esensial dan mendesak. Pasalnya, secara historis gerakan-gerakan pemuda NU sejatinya selalu memiliki komitmen yang kuat dan berfokus pada pemberdayaan masyarakat sipil.
Namun, seiring berjalannya waktu, muncul keprihatinan bahwa peran dan kekuatan massa NU seolah-olah hanya dilirik dan dipentingkan ketika momentum pemilihan umum tiba.
“Gerakan pemuda NU hanya dipentingkan saat acara 5 Tahunan”, tandasnya.
Fenomena pragmatis yang terus berulang itulah yang menurutnya tanpa sadar mendorong pemuda NU untuk merasa bahwa eksistensi mereka hanya berharga pada momen elektoral lima tahunan semata.
Untuk memutus rantai tersebut, Izzul menegaskan bahwa arah gerakan pemuda NU sangat penting untuk segera dikaji kembali, utamanya terkait ketegasan arah keberpihakannya yang harus kembali murni demi kesejahteraan rakyat.
“Penting mendiskusikan kembali demokrasi ini. Gerakan kita mestinya untuk sipil. Tidak hanya lima tahunan”, ujarnya.






