Stoikisme Ramadhan (Part 6) : Sahur Bersama dan Kesadaran Kemanusiaan

Tuesday, 26 March 2024 - 15:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Frensia.id – Salah satu anasir puasa yang sunnah dan dianjurkan adalah sahur. Bahkan Rasulullah sendiri menganjurkan untuk mengakhirkannya.

Sebagai ‘pintu awal’ menjalani puasa, keberadaan sahur sangat penting agar kuat menjalani puasa, itu sebabnya Rasul menganjurkan mengakhirkannya.

Lebih dari itu, tidak hanya sekedar mengikuti sunnah, namun bersahur adalah piranti menebar kasih sayang, memperat kerukunan dan menjaga persatuan.

Itulah kegiatan rutin yang digagas dan dilakukan ibu Sinta Nuriya wahid. Bahkan ibu negera ke 4 dan istri Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tersebut melakukan kegiatan sahur bersama ini sudah sejak 20 tahun lalu.

Tahun ini sahur bersama ibu Sinta salah satunya digelar di Jember tepatnya di UIN KHAS Jember, Selasa, 26/03/2024. Dalam acara sahur bersama ini Ibu sinta menekankan kesadaran kemanusiaan dan persatuan.

Bagi ibu Sinta, sahur tidak hanya sebatas ritual ramadhan namun piranti untuk menyayangi sesama manusia dan merangkul persatuan. Dalam kegiatan sahur bersama, ia biasa lakukan dengan tukang becak, para pengamen, kuli bangunan, mbok-mbok bakul dan sebagainya. Bahkan ia rela sahur bersama mereka di dibawah kolong jembatan.

Baca Juga :  Buku Dewan Fiqh Amerika, Menggugat Mitos Rukyah dan Menuju Kepastian Astronomi

Kegiatan sahur bersama ini adalah aksi nyata membumikan kesadaran kemanusiaan dan menjadi orang baik. Ini gagasan luar biasa dan patut di contoh khususnya perguruan tinggi yang selalu disematkan dengan kemanusiaan.

Tentu tidak pada tataran diskusi, riset, prosiding dari aspek ontologi, epistemologi, aksiologi dan sebagainya yang ‘gagah’ di dunia ide namun kering penerapannya.

Karena untuk menjadi orang baik, manusia yang sadar dengan kemanusiaannya tidak perlu diskusi yang lama, be one ! jadilah orang baik, jadilah manusia yang sadar dengan kemanusiaannya.

Semangat semacam ini sudah sejak lama didengungkan oleh stoikisme yang mengajarkan pentingnya empati terhadap orang lain dan kemanusiaan.

Marcus Aurelius — filsuf stoik– dalam kebijaksanaannya mengungkapkan waste no more time arguing about what a good man should be. Be One. Jangan buang-buang waktu lagi debat tentang orang baik itu gimana, jadilah orang.

Baca Juga :  Riset Orientalis Ungkap Inkonsistensi Moral dan Disiplin Diri Saat Ramadhan Para Pemuda Mesir

Hari ini semangat ini sudah dicontohkan ibu Sinta, bukan berarti dialektika kebaikan dan kemanusiaan tidak penting. Tentu penting.

Ibu sinta tentu — sebagai istri Gus Dur– banyak literasi bacaan dan mengilhami hal itu, namun yang ia tekankan nilai kebaikan dan kemanusiaan yang membumi seperti dicontohkan mendiang Gus Dur suaminya. Bagi ibu Sinta puasa mengajarkan itu semua bagi manusia, tidak hanya sebatas nahan makan dan minum.

Ia juga menyampaikan bulan puasa mengajarkan tentang akhlak dan budi pekerti yang luhur seperti kesabaran, kejujuran, keadilan, saling tolong-menolong dan sebagainya.

Tidak sekedar puasa formalistik belaka namun puasa revolusioner yang mengantarkan pada ketaqwaan yang sempurna.

Alhasil, Gus Dur dan ibu sinta sudah memberikan contoh nyata. Kini sebagai pencintanya harus meneladani kesadaran kemanusiaan itu.

Tidak kalah penting kampus juga menjadi garda terdepan dalam hal ini. Harus lebih harmoni dan dekat dengan kuli bangunan, tukang becak, orang miskin dalan kelas menengah lainnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Idealisme Nabi Muhammad SAW Ketika DiLobi oleh Orang Terdekat
Awal Ramadan, Jumlah Penumpang KA di Jember Alami Penurunan
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Kamis, Serukan Persatuan di Tengah Perbedaan
Riset Orientalis Ungkap Inkonsistensi Moral dan Disiplin Diri Saat Ramadhan Para Pemuda Mesir
Resepsi 100 Tahun NU, Ketua LDNU PBNU Paparkan Tiga Kerangka Khidmat
Peziarah Terhambat Ziarah ke Wali Lima Gegara Bus Masuk Sawah di Mayang Jember
Di Momen Hari Santri Nasional, Brulantara Grup Gerakkan Santri Bangun Kemandirian Laut
Santri Jember Geruduk Transmart, Tuntut Trans7 Minta Maaf 7 Hari Berturut-turut di Medianya Sendiri

Baca Lainnya

Thursday, 26 February 2026 - 23:19 WIB

Idealisme Nabi Muhammad SAW Ketika DiLobi oleh Orang Terdekat

Saturday, 21 February 2026 - 17:00 WIB

Awal Ramadan, Jumlah Penumpang KA di Jember Alami Penurunan

Tuesday, 17 February 2026 - 21:00 WIB

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Kamis, Serukan Persatuan di Tengah Perbedaan

Saturday, 14 February 2026 - 01:29 WIB

Riset Orientalis Ungkap Inkonsistensi Moral dan Disiplin Diri Saat Ramadhan Para Pemuda Mesir

Sunday, 1 February 2026 - 18:05 WIB

Resepsi 100 Tahun NU, Ketua LDNU PBNU Paparkan Tiga Kerangka Khidmat

TERBARU