Frensia.id- Prabowo-Gibran telah resmi jadi pemenang pada ajang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun ini. Oleh akademisi Akademisi asal Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan dan Universitas Papua, kemenangan tersebut dinyatakan memang tak bisa terlepas dari figur Joko Widodo.
Kedua akademisi tersebut bernama Kemenangan mereka yang direncanakan dilantik Ahmad Burhan Hakim dan Benar Satryo Pringgo. Temuan penelitian mereka telah terbit pada 25 April 2024 pada Jurnal Ilmiah Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan.
Dalam pandangan keduanya, pemilu adalah salah satu komponen krusial dalam penyelenggaraan demokrasi modern, termasuk di Indonesia. Pemilu menjadi arena kontestasi gagasan dari masing-masing pasangan calon untuk meraih simpati rakyat sebagai pemilih.
Kemenangan pasangan calon 02, Prabowo-Gibran, tentu tidak terjadi begitu saja. Peran Joko Widodo (Jokowi) sangat vital dan berpengaruh kuat dalam menentukan kemenangan pasangan ini.
Keduanya memandang masyarakat Indonesia tampaknya masih sangat menyukai dan bahkan merasa puas dengan kinerja Jokowi selama lima tahun terakhir kepemimpinannya. Hasil survei lembaga-lembaga menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jokowi selama memimpin pemerintahan cukup tinggi.
Kepuasan yang tinggi ini kemungkinan besar mempengaruhi rasionalitas pemilih dalam memilih pasangan Prabowo-Gibran, karena Jokowi juga merupakan pendukung kuat pasangan tersebut. Dukungan Jokowi yang signifikan ini menunjukkan bahwa dia masih menjadi magnet yang kuat bagi para pemilih.
Hal ini terlihat dari bagaimana data dan angka survei mencerminkan kepuasan publik yang tinggi terhadap kepemimpinannya, yang pada gilirannya membantu mendongkrak popularitas dan elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran.
Dengan begitu, keberhasilan pasangan Prabowo-Gibran dalam pemilu tidak hanya mencerminkan kekuatan kampanye mereka sendiri tetapi juga pengaruh besar dari dukungan Jokowi. Keberhasilan ini menegaskan bahwa masyarakat masih mempercayai dan menghargai kinerja Jokowi, yang secara langsung berdampak pada keputusan mereka dalam memilih pasangan calon yang didukungnya.
Pada intinya, temuan penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan ini telah mengonfirmasi bahwa Jokowi merupakan salah satu faktor penentu kemenangan pasangan calon 02, Prabowo-Gibran. Selain fakta bahwa Jokowi adalah ayah kandung Gibran, pengaruhnya sebagai pemimpin yang mendapat tingkat kepuasan tinggi dari masyarakat juga menjadi faktor krusial.
Temuan keduanya telah menunjukkan bahwa dukungan Jokowi tidak hanya berdasarkan hubungan keluarga, tetapi juga didorong oleh rekam jejak dan kinerja positifnya yang diakui oleh publik sebagai hal yang sangat berkontribusi pada kemenangan pasangan Prabowo-Gibran dalam pemilu.