Akhirnya, Gus Yahya dan Rois Am Islah! Titik Damai Konflik NU

Thursday, 25 December 2025 - 21:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Akhirnya, Gus Yahya dan Rois Am Islah! Titik Damai Konflik NU (Sumber: NUonline)

Gambar Akhirnya, Gus Yahya dan Rois Am Islah! Titik Damai Konflik NU (Sumber: NUonline)

FRENSIA.ID – Kabar menyejukkan akhirnya datang dari Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Setelah ketegangan internal memuncak selama satu bulan terakhir, Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar akhirnya sepakat untuk islah.

Momen bersejarah yang menjadi titik balik konflik di tubuh Nahdlatul Ulama ini terjadi pada Kamis (25/12/2025)

Suasana haru menyelimuti pertemuan Rapat Konsultasi Syuriyah PBNU tersebut. Diiringi lantunan selawat, Gus Yahya tampak membungkuk dan menyalami Kiai Miftach dengan takzim. Peristiwa ini terasa istimewa karena disaksikan langsung oleh jajaran Mustasyar dan Masyayikh Sepuh NU yang hadir sebagai juru damai.

Baca Juga :  Gus Fawait Sulap Jalan Kartini Jadi Food Street Ikon Baru Jember

Jabat tangan ini secara simbolis mengakhiri gejolak yang sempat memanas sejak 20 November 2025, ketika Rais Aam mengeluarkan keputusan pemberhentian terhadap Ketua Umum.Hasil pertemuan menyepakati satu solusi final: menggelar Muktamar ke-35 secepatnya secara bersama-sama. Juru Bicara Pesantren Lirboyo, KH. Abdul Mu’id, dalam konferensi pers menegaskan bahwa penyelenggaraan Muktamar dikembalikan sepenuhnya kepada PBNU.

Artinya, Rais Aam dan Ketua Umum akan kembali bekerja sama sebagai mandataris Muktamar Lampung untuk menyusun kepanitiaan, dengan melibatkan bimbingan para Mustasyar dan pengasuh pesantren sepuh.”Konflik ini hanya dapat diakhiri dengan Muktamar, dan Muktamar yang dapat menyelesaikan konflik adalah yang dilaksanakan bersama-sama,” tegas Rais Syuriyah PBNU, KH. Muhibbul Aman Aly.

Baca Juga :  Bupati Fawait Tegaskan Program Bunga Desa Bukan Sekedar Kegiatan Seremonial

Ia juga menekankan bahwa pertemuan di Lirboyo ini adalah agenda resmi Syuriyah PBNU atas perintah Rais Aam, bukan agenda liar. Kiai Muhibbul menggarisbawahi bahwa rekonsiliasi ini adalah satu-satunya jalan agar tidak ada masalah hukum atau legitimasi di kemudian hari.Mengenai waktu pelaksanaan, para Masyayikh merekomendasikan agar digelar “secepat-cepatnya”.

Mengingat tahun 2025 akan segera berakhir, Muktamar diproyeksikan bakal berlangsung pada awal 2026. Kesepakatan ini menjadi oase bagi warga Nahdliyin, memastikan bahwa transisi dan penyelesaian masalah di tubuh ormas Islam terbesar ini akan berjalan dalam koridor keteduhan dan persatuan.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Pj Sekda Jember Bangga Alun-Alun Kembali Diguncang Karnaval SCTV 2026
Anggota DPRD Jember Main Game-Ngudut Saat Rapat Akhirnya Minta Maaf
Film “Pesta Babi” Menggema di Katedral Labuan Bajo, Dandhy Dwi Laksono: Tidak Ada Hubungannya Dengan Agama
Dandhy Dwi Laksono, Sutradara Film “Pesta Babi”, Kritik Keras UU ITE yang Berpotensi Menjeratnya
Kata Akademisi Soal Anggota DPRD Jember Main COC-Ngudut Saat Rapat
BK Belum Terima Laporan Anggota DPRD Jember Main Game-Merokok Saat Rapat
Kata Ketua Komisi D DPRD Jember Anggotanya Viral Main Game-Ngudut Saat Rapat
Tanggapan Ketua DPRD Jember Terkait Legislator Viral Main Game dan Merokok Saat RDP
Tag :

Baca Lainnya

Saturday, 16 May 2026 - 19:33 WIB

Pj Sekda Jember Bangga Alun-Alun Kembali Diguncang Karnaval SCTV 2026

Thursday, 14 May 2026 - 00:16 WIB

Anggota DPRD Jember Main Game-Ngudut Saat Rapat Akhirnya Minta Maaf

Wednesday, 13 May 2026 - 22:41 WIB

Film “Pesta Babi” Menggema di Katedral Labuan Bajo, Dandhy Dwi Laksono: Tidak Ada Hubungannya Dengan Agama

Wednesday, 13 May 2026 - 22:10 WIB

Dandhy Dwi Laksono, Sutradara Film “Pesta Babi”, Kritik Keras UU ITE yang Berpotensi Menjeratnya

Wednesday, 13 May 2026 - 16:17 WIB

Kata Akademisi Soal Anggota DPRD Jember Main COC-Ngudut Saat Rapat

TERBARU

Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Prof. Tri Yogi Yuwono (dari Kiri), H.M. Arum Sabil, Prof. Mohammad Nuh, Prof. Budi Santoso, Dekan Fakultas Kedokteran Unusa (Foto: Sigit/Frensia).

Educatia

Pramuka Jatim Kini Punya Jalur Khusus Masuk Kedokteran Unusa

Tuesday, 19 May 2026 - 18:50 WIB