Frensia.id- Hasil kerajinan tangan yang menitikberatkan keterampilan dan intuisi untuk melihat setiap bahan baku agar bisa diolah menjadi sesuatu yang bermakna dan tampak indah, inilah yang ditekuni dan dijalani oleh Hakiki yang beralamat di Desa Sukoreno Kecamatan Umbulsari.
Dunia seni dan kreatifitas telah dijalani oeh laki-laki berkacamata ini sejak dirinya menempuh pendidikan sekolah dasar. Sebagaimana cerita yang ia tuturkan bahwa dirinya mempunyai minat dan ketertarikan pada kegiatan menggambar.
Bakat bawaan yang ia miliki terus diasah hingga dipertemukan dengan barang-barang bekas, yang mana orang pada umumnya akan melihat fungsinya dalam kapasitas teknis, tetapi Hakiki menemukan yang lain, yaitu nilai estetisnya.
Dari bahan matras, kain dan beberapa benda daur ulang lainnya, ia sulap menjadi busana yang indah, dengan perpaduan antara bentuk dan kombinasi warna yang tampak elegan.
Dari hasil kreatifitasnya, Hakiki telah memproduksi beberapa busana. Sesuai dengan orientasi dan visi yang ia miliki, busana yang ia buat sendiri tersebut mengambil tema budaya Indonesia. Diantaranya adalah Batak, Jawa, Papua dan Majapahit.
Ternyata wujud dari nilai seninya tersebut tidak berhenti pada aspek keindahan saja, melainkan juga memberi peluang kepada dirinya untuk meraup pundi-pundi rupiah.
Lebih-lebih pada momen Agustusan, dimana peluang muncul saat pemerintah menginstruksikan untuk memeriahkan bulan kemerdekaan dengan mengadakan kegiatan. Salah satunya adalah karnaval.
Acara yang sangat digandrungi oleh masyarakat memberi kesempatan kepada Hakiki untuk mengenalkan karyanya. Memang benar, beberapa diantara kenalan dan koneksinya memesan produk seninya tersebut untuk digunakan dan ditampilkan pada kegiatan Karnaval di tingkat desa dan kecamatan.
Menurut laki-laki yang setiap harinya berprofesi sebagai guru di SDN Gadingrejo 01 Kecamtan Umbulsari, harga sewa yang ia tawarkan cukup terjangkau,”secara umum terdapat dua varian, apabila meninjau pada harga sewa, pertama model yang simpel saya sewakan mulai dari 30.000 sedangkan untuk yang full aksesoris mulai dari harga 500.000 keatas”, ungkap laki-laki alumni UIN Kh Achmad Siddiq ini.
Kemampuan seninya ini, seperti yang ia ceritakan, juga membuka peluang akses untuk menjalin komunikasi antar pelaku seni lainnya. Hal tersebut sebagaimana ia rasakan saat keterlibatannya pada acara Jember Fashion Carnaval sejak tahun 2011 hingga sekarang.
Selain menekuni seni pembuatan fashion untuk karnaval, Hakiki juga pernah merancang seni ukir batik dengan media paralon. Tidak tanggung-tanggung berkat kemampuannya tersebut dan keikutsertaannya dalam beberapa event, laki-laki yang mempunyai hobi menggambar ini mendapatkan apresiasi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Efendi pada tahun 2018 silam.