Frensia.Id- Nasib nahas menimpa Nazila Soya Katra, balita berusia dua tahun di Kecamatan Mayang, Jember. Bocah perempuan ini harus dilarikan ke rumah sakit setelah digigit monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) yang merupakan peliharaan keluarganya sendiri.
Peristiwa ini terjadi di kediaman korban di Dusun Mrapen, Desa/Kecamatan Mayang. Akibat kejadian tersebut, pihak keluarga akhirnya memilih menyerahkan satwa liar itu ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Wilayah III Jember.
“Kejadian yang dialami balita itu (30 Januari 2026). Tapi kemudian ini ramai dibahas, tentu menjadi pembelajaran bagi kita semua,” kata Kepala Bidang KSDA Wilayah III Jember, Purwantono, Senin (23/2/2026).
Purwantono menjelaskan, monyet milik warga bernama Misnari tersebut sebenarnya sudah cukup lama berinteraksi dengan manusia. Namun, dia mengingatkan bahwa sifat liar satwa tidak bisa diprediksi.
“Satwa liar memiliki karakter yang tidak bisa diprediksi sepenuhnya, terlebih jika dipelihara tanpa pengetahuan memadai. Meskipun saat kecil jinak, setelah dewasa sifat liarnya muncul dan bisa agresif,” ujarnya.
Menurutnya, faktor ruang gerak yang terbatas dan perubahan rutinitas dapat membuat primata tersebut stres. Hal inilah yang diduga memicu serangan spontan terhadap korban.
Setelah melalui pendekatan persuasif, pemilik akhirnya secara sukarela menyerahkan monyet tersebut ke petugas KSDA beberapa hari lalu. Saat ini, monyet tersebut berada di kandang transit untuk penanganan lebih lanjut.
“Langkah ini dilakukan untuk melindungi masyarakat sekaligus memastikan kesejahteraan satwa,” paparnya.
Data KSDA mencatat, kasus serangan monyet di Jember bukan kali pertama. Sepanjang 2024-2025, tercatat ada 4 hingga 5 kasus serupa setiap tahunnya dengan korban mencapai puluhan orang.
Guna menekan angka konflik manusia dan satwa, KSDA berencana mendatangkan pakar medis dari Belanda untuk memberikan edukasi terkait penanganan luka akibat serangan satwa liar.
“Kami berharap kejadian di Mayang menjadi pembelajaran. Jangan lagi memelihara satwa liar di rumah demi keselamatan manusia dan kelestarian satwa itu sendiri,” tandasnya.
Sebagai informasi, peristiwa bermula saat korban sedang bermain di halaman rumah bersama monyet yang sudah dipelihara keluarga selama kurang lebih lima tahun. Saat asyik memberi makan, tiba-tiba monyet tersebut menyerang dan menggigit tangan kanan sang balita.
Keluarga yang panik langsung membawa Nazila ke RSD Kalisat. Tim medis segera melakukan tindakan darurat mulai dari pencucian luka, pemberian antiseptik, antibiotik, hingga pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR) untuk mencegah infeksi mematikan.






