Frensia.id- Viralnya speak up perempuan cantik asal Jember yang suaminya diduga penyuka sesama jenis membuat geger publik. Ternyata lokasi pesantren sang suami memang terkenal di Jember.
Sebelumnya diberitakan Frensia.id bahwa In’am Nafila adalah seorang istri yang diselingkuhi oleh sang suami dengan sesama jenis. Sang suami ternyata memang putra kiai terkenal di Jember.
Frensia.id berupaya mencari identitas sosok In’am Nafila di beberapa pesantren di Jember. Tampak mudah mendapatkan informasinya, sebab selain merupakan perempuan yang cukup tenar di dunia maya. Ia juga merupakan putri kiai yang cukup tenar di kecamatan Tanggul.
Bukan hanya itu, bahkan sosoknya juga pernah tercatat sebagai salah satu caleg di DPRD Jember. In’am pernah diusung salah satu partai pada pemilu tahun 2019.
Karena memang telah tenar sebelumnya, tentu juga muda mendeteksi suami wanita yang akrab di sapa Neng In’am ini.
Neng In’am dalam Podcast Curhatan Poadcast Curhat Bang Denny Sumargo 04/04/2024, setidaknya membeberkan identitas sebagai putra dari kiai pesantren yang culup lawas dan cukup besar.
“Kalau pesantren saya belum besar. Kalau pesantren dia (sang suami) cukup besar,” ujar Neng In’am.
Tentu paparan neng In’am ini cukup menyempit. Pasalnya, beberapa pesantren di Jember yang terbilang besar hanya beberapa.
Selain itu neng In’am juga mengatakan bahwa sang suami akrab dipanggil “gus, lora dan bahkan raden“.
“Ia dianggap Gus, lora dipanggil raden. Orang cium tangannya dibalak-balik,” jelas nya.
Bahkan ia juga memaparkan bahwa sang suami keras dan ditakuti.
“Di pesantren kami, ia agak ditakuti karena keras banget orangnya. Kayak gampang mukul ke santri itu kan“, ujarnya di Podcast kang Denny.
Berdasar bekal ini, Frensia.id melakukan penelusuran informasi ke beberapa kekuarga pesantren di Jember yang memiliki kemiripan dengan sosok yang digambarkan.
Berdasarkan penuturan salah satu Informan yang berasal dari dari pengurus Nahdaltul Ulama’ Jember. Pesantren suami neng In’am ini terletak di Kecamatan Kalisat Jember.
Pesantren tersebut cukup luas dan memiliki lembaga pendidikan yang cukup lengkap. Tercatat, pondok tersebut telah suskes mengambangkan lembaga pendidikan Raudaltul Atfal, Madrasah Ibdtida’iyah, SMP, MTs, MA bahkan SMK.