BUMN Dianggap Ladang Balas Budi, Berikut Daftar Politisi Berjasa Yang Menjabat Komisaris

Sunday, 16 June 2024 - 12:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BUMN Dianggap Ladang Balas Budi, Berikut Daftar Politisi Berjasa Yang Menjabat Komisaris (Ilustrasi/Frensia)

BUMN Dianggap Ladang Balas Budi, Berikut Daftar Politisi Berjasa Yang Menjabat Komisaris (Ilustrasi/Frensia)

Frensia.id- Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat ini ramai diperbincangkan. Pasalnya, pemerintah seolah menjadikannya ladang balas budi. Anggapan ini muncul saat beberapa politisi berjasa diangkat menjabat sebagai komisaris.

Pasca terpilihnya Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming, tiba adanya banyak politisi yang diangkat sebagai komisaris di BUMN. Hal demikian sebagaimana yang tercatat dalam Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)nya.

Beberapa politisi yang ramai diperbincangkan ini terindikasi sebagai tim pemenangan dan sangat berjasa pada pemenangan Prabowo-Gibran. Bagaimana profil rincinya?

Simon Aloysius Mantiri

Simon dipilih oleh Menteri BUMN, Erick Thohir, sebagai Komisaris Utama dan Independen PT Pertamina. Tentu hal demikian ini, diindikasikan terpilih karena jasa politik yang dilakukannya di Pilpres kemarin.

Ia kemarin masuk dalam TKN Prabowo-Gibran. Jabatannya sangat sentral yakni sebagai wakil bendahara.

Sosok yang berasal dari Desa Kamasi, Tumohon, Sulewesi Utaran ini diputuskan menjadi pengganti Basuki Thahaja Purnama yang umum dikenal Ahok. Sebagaimana diketahui sebelumnya, Ahok menyatakan mundur pada 2 Februari 2024 lalu sebelum Pilpres.

Baca Juga :  Eks Waka DPRD Jember Dedy Dwi Setiawan Divonis 6 Tahun Buntut Kasus Korupsi Mamin

“Pemegang Saham telah menunjuk Bapak Simon Aloysius Mantiri sebagai komisaris utama Pertamina. Serta, menungaskan bapak Condro Kirono sebagai komisari independen Pertamina,”tercatat dalam putusan.

Siti Nurizka Puteri Jaya

Nurizka adalah seorang politis yang juga berjasa besar pada pemenangan Prabowo-Gibran. Ia juga mendapat jatah posisi komisaris BUMN.

Kemarin, 10/06/2024, Anak perusahaan BUMN, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang memilihnya sebagai komisaris utama. Ia masuk sebagai pengganti Setya Utama. Bahkan ia juga diangkat sebagai komisaris independen.

Dipilihnya dia sebagai komisaris tentu juga diduga karena jasa politiknya. Pasalnya, hingga saat ini ia juga masih menjabat sebagai anggota komisi III DPR RI, Fraksi Gerindra.

Bukan hanya, ia juga aktif sebagai kader partai. Tercatat lulusan Gadjah Mada ini juga menjabat sebagai kepala pemberdayaan wanita dan kepala bagian hukum DPP Gerindra.

Fuad Bawazier

Dilansir dalam RUPS MIND ID, Fuad Bawazier dipilih untuk menggantikan Doni Munardo. Sebagaimana diketahui, Doni Munardo sendiri adalah Kepala Badang Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini telah meninggal tahun kemarin.

Baca Juga :  Pemkab Jember Selidiki Dugaan Keracunan Makanan Bergizi Gratis di Bangsalsari

Fuad Bawazier sebenarnya tidak hanya dikenal sebagai politisi. Pengalaman terlibat dalam pemerintahan bahkan disektor keuangan telah ia miliki.

Ia pernah menjabat sebagai menteri keuangan era Orde Baru. Bahkan juga pernah mewakili partai PAN pasca Orba.

Dugaan jabatannya sebagai komisaris BUMN sebagai balas budi pemerintah, tak dapat dipungkiri karena ia juga merupakan politisi Gerindra. Dalam Pilpres kemarin, ia menjabat sebagai dewan pakar TKN Prabowo-Gibran.

Grace Natalie

Sosok ini yang cukup santer diperbincangkan saat Prabowo-Gibran terpilih. Setelah terpilih sebagai Staf Khusus Presiden 17 Mei 2024, tak selang dua bulan tiba-tiba dipilih kembali sebagai komisaris BUMN, 12/06/2024.

Kariernya di BUMN ini, tampak sekali karena jasa politiknya. Ia adalah pendiri Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Partai ini menganggap Jokowi sebagai aliran politiknya dan total memberikan dukungan pada Prabowo-Gibran.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Frensia Institute: Buku “Presiden Solusi” Banjir Pemberitaan, Tapi Minim Uji Independen
Komisi A DPRD Jember Minta Inspektorat & BKPSDM Periksa ASN Mangkir Kerja yang Malah Naik Jabatan
Respons Gus Fawait Usai Kebijakan PPPK Bisa Jadi PNS: Ini Kado Kemerdekaan
Pemkab Jember Terima Transfer DAU dan DBH Rp223 Miliar, Gus Fawait akan Alokasikan untuk Infrastruktur Desa
Gus Fawait Berharap Angka Kemiskinan Turun Pasca Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 Disetujui DPRD Jember
Inspektorat Jember Telusuri Dugaan Kasus ASN Mangkir Kerja yang Malah Naik Jabatan
Dinsos Jember Anggarkan Rp2,8 Miliar untuk Stiker Warga Miskin, DPRD: Kami Minta Pencetakan Diefisiensi
Pemkab Jember akan Optimalkan Dana Investasi untuk Pembangunan Daerah

Baca Lainnya

Sunday, 23 August 2026 - 01:11 WIB

Frensia Institute: Buku “Presiden Solusi” Banjir Pemberitaan, Tapi Minim Uji Independen

Friday, 21 August 2026 - 19:16 WIB

Komisi A DPRD Jember Minta Inspektorat & BKPSDM Periksa ASN Mangkir Kerja yang Malah Naik Jabatan

Thursday, 20 August 2026 - 18:11 WIB

Respons Gus Fawait Usai Kebijakan PPPK Bisa Jadi PNS: Ini Kado Kemerdekaan

Thursday, 20 August 2026 - 18:06 WIB

Pemkab Jember Terima Transfer DAU dan DBH Rp223 Miliar, Gus Fawait akan Alokasikan untuk Infrastruktur Desa

Thursday, 20 August 2026 - 18:00 WIB

Gus Fawait Berharap Angka Kemiskinan Turun Pasca Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 Disetujui DPRD Jember

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading