Frensia.id- Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat ini ramai diperbincangkan. Pasalnya, pemerintah seolah menjadikannya ladang balas budi. Anggapan ini muncul saat beberapa politisi berjasa diangkat menjabat sebagai komisaris.
Pasca terpilihnya Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming, tiba adanya banyak politisi yang diangkat sebagai komisaris di BUMN. Hal demikian sebagaimana yang tercatat dalam Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)nya.
Beberapa politisi yang ramai diperbincangkan ini terindikasi sebagai tim pemenangan dan sangat berjasa pada pemenangan Prabowo-Gibran. Bagaimana profil rincinya?
Simon Aloysius Mantiri
Simon dipilih oleh Menteri BUMN, Erick Thohir, sebagai Komisaris Utama dan Independen PT Pertamina. Tentu hal demikian ini, diindikasikan terpilih karena jasa politik yang dilakukannya di Pilpres kemarin.
Ia kemarin masuk dalam TKN Prabowo-Gibran. Jabatannya sangat sentral yakni sebagai wakil bendahara.
Sosok yang berasal dari Desa Kamasi, Tumohon, Sulewesi Utaran ini diputuskan menjadi pengganti Basuki Thahaja Purnama yang umum dikenal Ahok. Sebagaimana diketahui sebelumnya, Ahok menyatakan mundur pada 2 Februari 2024 lalu sebelum Pilpres.
“Pemegang Saham telah menunjuk Bapak Simon Aloysius Mantiri sebagai komisaris utama Pertamina. Serta, menungaskan bapak Condro Kirono sebagai komisari independen Pertamina,”tercatat dalam putusan.
Siti Nurizka Puteri Jaya
Nurizka adalah seorang politis yang juga berjasa besar pada pemenangan Prabowo-Gibran. Ia juga mendapat jatah posisi komisaris BUMN.
Kemarin, 10/06/2024, Anak perusahaan BUMN, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang memilihnya sebagai komisaris utama. Ia masuk sebagai pengganti Setya Utama. Bahkan ia juga diangkat sebagai komisaris independen.
Dipilihnya dia sebagai komisaris tentu juga diduga karena jasa politiknya. Pasalnya, hingga saat ini ia juga masih menjabat sebagai anggota komisi III DPR RI, Fraksi Gerindra.
Bukan hanya, ia juga aktif sebagai kader partai. Tercatat lulusan Gadjah Mada ini juga menjabat sebagai kepala pemberdayaan wanita dan kepala bagian hukum DPP Gerindra.
Fuad Bawazier
Dilansir dalam RUPS MIND ID, Fuad Bawazier dipilih untuk menggantikan Doni Munardo. Sebagaimana diketahui, Doni Munardo sendiri adalah Kepala Badang Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini telah meninggal tahun kemarin.
Fuad Bawazier sebenarnya tidak hanya dikenal sebagai politisi. Pengalaman terlibat dalam pemerintahan bahkan disektor keuangan telah ia miliki.
Ia pernah menjabat sebagai menteri keuangan era Orde Baru. Bahkan juga pernah mewakili partai PAN pasca Orba.
Dugaan jabatannya sebagai komisaris BUMN sebagai balas budi pemerintah, tak dapat dipungkiri karena ia juga merupakan politisi Gerindra. Dalam Pilpres kemarin, ia menjabat sebagai dewan pakar TKN Prabowo-Gibran.
Grace Natalie
Sosok ini yang cukup santer diperbincangkan saat Prabowo-Gibran terpilih. Setelah terpilih sebagai Staf Khusus Presiden 17 Mei 2024, tak selang dua bulan tiba-tiba dipilih kembali sebagai komisaris BUMN, 12/06/2024.
Kariernya di BUMN ini, tampak sekali karena jasa politiknya. Ia adalah pendiri Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Partai ini menganggap Jokowi sebagai aliran politiknya dan total memberikan dukungan pada Prabowo-Gibran.