Frensia.id – Selama ini pemain game atau gamers selalu disudutkan dalam kehidupan sosial masyarakat. Bahkan dalam masyarakat, gamers yang selalu bermain game setiap harinya dianggap tidak punya masa depan yang cerah dan sulit untuk sukses.
Hampir seluruh penelitian menyebut bahwa para gamers perlu di berikan bimbingan konseling agar ia tidak kecanduan dalam bermain game. Artinya kecanduan bermain game dapat menggangu aktifitas belajar anak dan mengahambat masa depan.
Misalnya seperti penelian Rahmawati pada tahun 2022, ia meneliti beberapa siswa yang mengalami kecanduan game online sehingga siswa tersebut mengabaikan tanggungjawab tugas sekolahnya.
Penelitian lain misalnya, Rahmat Wahyu. H menganalisis siswa kelas SMP Negeri 6 Bangkala Kabupaten Jeneponto yang teridentifikasi kecanduan game online dan upaya penanganannya.
Dua penelitian ini menggambarkan bahwa game online memiliki dampak yang sangat buruk terhadap aktivitas belajar siswa di sekolah. Demikian juga masyarakat menganggap bahwa bermain game tidak memiliki manfaat melainkan hanya memberi mudharat bagi pemainnya.
Namun, anggapan miring masyarakat terhadap para gamers ini lambat laun mulai hilang seiring dengan banyaknya gamers dan proplayers yang mulai mapan ekonominya.
Bahkan di Indonesia, tidak sedikit gamers, pro players, dan pelaku industri game menjadi influenser dan artis. Sehingga pemerintah Indonesia pun ikut melirik dan memperhatikan industri ini karena melihat industri game ini memiliki peluang yang sangat besar.
Perhatian pemerintah terhadap industri game online dibuktikan dengan ditetapkannya Perpres No. 19 Tahun 2024 tentang Percepatan Pembangunan Industri Gim Nasional.
Adanya Perpres yang ditetapkan Presiden Joko Widodo ini menjadi kabar baik tentunya bagi dunia game indonesia. Proplayer game atau gemers tidak perlu minder ataupun takut tidak punya masa depan, karena dunia game membuka peluang karir yang sangat besar.