Gua Hira & Ruang Spiritual-Intelektual K.H Hasyim Asy’ari

Rabu, 14 Februari 2024 - 15:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Frensia.id Dalam inseklopedia sejarah, K.H Hasyim Asy’ari lahir pada 14 Februari 1871 atau bertepatan 24 Dzulqaidah 1287 H. Sosok pendiri Nahdalatul Ulama ini sudah tersohor seantero Indonesia — bahkan dunia–, beliau tidak hanya meninggalkan pesantren, karya, lebih dari itu meninggalkan kebiasaan-kebiasaan religius dan inspiratif yang patut diteladani.

Misalnya pada saat menimba ilmu di mekkah, K.H Hasyim Asy’ari senantiasa disela-sela waktu belajarnya juga biasa mengunjungi Gua hira. Untuk sampai di Gua hira yang berlokasi di jabal Nur, K.H Hasyim Asy’ari harus menempuh radius perjalanan sejauh 10 kilometer dengan berjalan kaki.

Kebiasaan ini dilakukan sebagai upaya untuk mengambil pelajaran dan keteladanan Rosulullah saw pada saat awal menerima Wahyu.Terdapat penulis yang menyebutkan di Gua Hira tersebut sang kyai mempelajari dan menghafal hadits serta mengkhatamkan al-Qur’an.

Baca Juga :  Di Akhir Zaman, Beragama Butuh Uang

Tidak hanya gua hira yang istiqamah K.H Hasyim Asy’ari kunjungi, raudah makam Nabi Muhammad saw menjadi tempat favorit destinasi religius K.H Hasyim Asy’ari, di tempat mulya ini K.H Hasyim Asy’ari memperbanyak membaca sholawat serta mengkhatamkan kitab dalail.

Ada semangat yang ditanamkan K.H Hasyim Asy’ari kepada kita (santri)-nya, dimana kita harus senang dan –bahkan — secara istigomah ziarah kepada tempat (baca: pasarean, astah, petilasan) para wali/kekasih Allah. Untuk mendekatkan diri kita dan mengambil uswah keteladanan dari para kekasih Allah tersebut.

Disamping pula sebagai upaya jalan menuju Allah, KH. Abdul Hamid Pasuruan (cucu mbah siddiq Jember dari jalur ibu) menuturkan “jika tidak bisa berjalan sendiri menuju Allah, ya ikutilah dengan orang-orang sudah dekat dengan Allah (orang-orang yang sholeh).”

Baca Juga :  Viral Pedagang Bakso Jember Diringkus Polisi Diduga Gelapkan Uang Arisan 3 M, Begini Kronologinya

Teladan K.H Hasyim Asy’ari seperti diatas nampaknya dilakukan banyak orang khsuusnya para santri. Kita bisa saksikan di pesantren, makam para kyai lazim disebut congkop (istilah madura) menjadi tempat pilihan favorit untuk menghatamakan al-Qur’an, menghafal al-Qur’an, al-fiyah Ibnu Malik dan lain sebagainya.

Maqbaroh atau makam para kyai ini — bagi santri atau penziarahnya– layaknya Gua Hira dan raudah Rasulullas saw bagi K.H Hasyim Asy’ari, ada titik kesamaan pada tujuannya yakni baik Maqbaroh atau Gua Hira sebagai runag untuk memupuk spiritualitas dan memperdalam nalar intelektualitas.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Lima Jawaban Elegan Untuk Pertanyaan Sensitif Saat Lebaran
Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan
Manifesto Zakat: Cinta, Kemanusiaan, dan Keadilan
Mereguk Sahur, Meneguk Cahaya Ramadhan
Ramadhan dan Kita yang Sibuk Sendiri
Sekolah Tiga Bahasa Rukun Harapan Jember: Jodoh Perjuangan Gus Dur dengan Pendiri Yayasan
Bikin Haru, Jawaban Nyai Sinta Ketika Ditanya Tentang Kebiasaan Buka Puasa Gus Dur
Viral Pedagang Bakso Jember Diringkus Polisi Diduga Gelapkan Uang Arisan 3 M, Begini Kronologinya

Baca Lainnya

Selasa, 1 April 2025 - 08:23 WIB

Lima Jawaban Elegan Untuk Pertanyaan Sensitif Saat Lebaran

Kamis, 27 Maret 2025 - 21:23 WIB

Dari Mustahik ke Miliarder Kecil, Riset Berikut Ungkap Rahasia Program Zakat di Malaysia yang Sukses Raih RM12.000 per Bulan

Selasa, 25 Maret 2025 - 15:26 WIB

Manifesto Zakat: Cinta, Kemanusiaan, dan Keadilan

Selasa, 18 Maret 2025 - 18:52 WIB

Mereguk Sahur, Meneguk Cahaya Ramadhan

Sabtu, 15 Maret 2025 - 17:41 WIB

Ramadhan dan Kita yang Sibuk Sendiri

TERBARU

Kolomiah

Lebaran yang Membumi

Rabu, 2 Apr 2025 - 23:14 WIB

Ilustrasi idul fitri 1446 H

Opinia

Lebaran: Subjek Bebas yang Memaafkan

Rabu, 2 Apr 2025 - 13:20 WIB