Frensia.id- Gus Dur yang memiliki nama lengkap Kiai Haji Abdurrahman Wahid, perna memberikan pandangan tajamnya terkait dunia musik dan politik di Indonesia. Dalam sebuah pernyataan yang penuh refleksi, ia menyampaikan apresiasinya terhadap Iwan Fals.
Iwan Fals merupakan musisi legendaris yang terkenal dengan lagu-lagu kritisnya yang kerap menyuarakan keresahan masyarakat. Bagi Gus Dur, ia bukan sekadar penyanyi, tetapi juga simbol perlawanan terhadap ketakutan dan ketidakadilan dalam dunia politik.
Gus Dur memulai komentarnya dengan menyoroti bagaimana semua lagu memiliki esensi yang sama di matanya.
“Semua lagu itu sama,” ungkapnya dalam video yang diambil dari stasion TV Swasta dan diuplod kembali oleh akun Informatika Fase D di Youtube, 30/05/2016/
Meskipun ia senang dengan musik, Gus Dur mengaku bahwa dirinya tidak memiliki cukup waktu untuk mendalami atau menghafalkan lagu-lagu tersebut. Pernyataan ini mencerminkan sikapnya yang sederhana, meski ia menyadari kekuatan besar yang dapat dibawa oleh sebuah karya musik.
Namun, yang membuat Iwan Fals istimewa di mata Gus Dur adalah pergesekan yang selalu terjadi antara karya seni—khususnya musik—dan realitas sosial-politik.
“Antara ciptaan dan keadaan itu harus selalu terjadi pergesekan,” jelas Gus Dur.
Pergesekan inilah yang menurutnya membentuk sosok Iwan Fals. Iwan dianggap sebagai salah satu seniman yang berhasil menangkap realitas kehidupan yang penuh tantangan, terutama dalam dunia politik, dan menerjemahkannya ke dalam karya-karya musik yang berani dan penuh kritik sosial.
“Dunia politik penuh pergesekan,” lanjut Gus Dur.
Menurutnya, kondisi Indonesia yang sering diwarnai dengan ketegangan dan dinamika kekuasaan. Di tengah situasi tersebut, Gus Dur merasa beruntung bahwa bangsa ini masih memiliki orang-orang seperti Iwan Fals, yang tetap berani bersuara.
“Beruntung kita masih punya orang seperti Iwan Fals,” ujarnya dengan nada apresiasi.
Lebih jauh, Gus Dur mengungkapkan keprihatinannya bahwa bangsa Indonesia telah berubah menjadi bangsa yang cenderung takut untuk bersuara.
“Kita sudah jadi bangsa penakut,” katanya tegas.
Kritik ini merujuk pada fenomena sosial di mana banyak orang cenderung menghindari risiko dan memilih diam di hadapan ketidakadilan atau tantangan politik. Dalam konteks ini, Gus Dur melihat keberanian Iwan Fals sebagai sebuah langkah luar biasa yang patut diapresiasi.
Di akhir pernyataannya, Gus Dur mengajak masyarakat untuk merenungkan nilai keberanian tersebut.
“Apa istimewanya itu?” tanyanya retoris, seakan mengingatkan bahwa keberanian seperti yang ditunjukkan oleh Iwan Fals adalah sesuatu yang langka dan berharga di tengah kondisi sosial-politik yang penuh ketakutan.
Pernyataan Gus Dur ini menunjukkan betapa pentingnya keberanian dalam melawan ketidakadilan dan ketakutan.
Di mata Gus Dur, Iwan Fals adalah simbol perlawanan yang nyata, yang tetap teguh menyuarakan kebenaran meski di tengah ancaman dan tekanan. Keberanian inilah yang diharapkan Gus Dur bisa menjadi inspirasi bagi bangsa Indonesia untuk bangkit dari ketakutan dan bergerak menuju keadilan.