Frensia.Id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember tengah mengebut pembangunan kawasan pusat kuliner atau food street yang berlokasi di Jalan Kartini.
Proyek ini diproyeksikan bakal menjadi ikon wisata baru sekaligus motor penggerak ekonomi bagi pelaku UMKM dan pedagang kaki lima (PKL).
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyatakan optimisme bahwa kawasan ini akan mengubah wajah kota. Tak hanya berhenti di Jalan Kartini, dia berharap konsep serupa bisa diperluas untuk memperkuat ekosistem ekonomi informal.
“Alhamdulillah, insyaallah ini akan menjadi salah satu ikon baru Kabupaten Jember. Hari ini food street prosesnya sedang dibangun di Jalan Kartini,” katanya, Sabtu (11/4/2026).
Selanjutnya, dia menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar penataan kota. Melainkan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap rakyat kecil.
“Mudah-mudahan bisa diperpanjang sampai Jalan Gatot Subroto. Itu menjadi salah satu simbol keberpihakan Kabupaten Jember kepada sektor ekonomi informal, yaitu PKL dan UMKM,” ujarnya.
Pria yang karib disapa Gus Fawait itu menyebutkan, penataan ini dilakukan agar keindahan tata kota tetap terjaga. Tanpa harus menggusur mata pencaharian warga.
“Harapan kami nanti alun-alunnya bagus, dan juga PKL-nya dipindah-tetap terwadahi di food street itu,” paparnya.
Di sisi teknis, Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jember, Arif Liyantono, memastikan pembangunan dilakukan dengan penuh pertimbangan sosial. Mengingat lokasi proyek bersinggungan dengan tempat ibadah, pihaknya menerapkan jadwal pengerjaan yang fleksibel.
“Kami berkomitmen agar pembangunan ini tidak hanya sukses secara fisik, tetapi juga tetap menghormati aktivitas sosial-keagamaan di sekitarnya,” ungkapnya.
Arif menambahkan, target utama dari proyek ini adalah menciptakan kenyamanan bagi semua pihak. Baik dari sisi estetika kota maupun bagi para pelaku usaha.
“Tujuan akhirnya adalah menciptakan ruang publik yang nyaman bagi pedagang dan pembeli. Dengan manajemen waktu yang tepat, kami optimis proyek ini selesai tepat waktu dengan tetap menjaga kondusivitas lingkungan,” tandasnya.






