Gus Lilur Dorong Presiden Prabowo Hentikan Ekspor Benih Lobster, Ganti dengan Ekspor Lobster 50 Gram

Monday, 13 October 2025 - 12:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengusaha yang akrab disapa Jhi Lilur (Sumber foto: istimewa)

Pengusaha yang akrab disapa Jhi Lilur (Sumber foto: istimewa)

Frensia.Id- Pengusaha perikanan asal Situbondo, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, yang akrab disapa Gus Lilur, mendorong Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk menghentikan ekspor benih bening lobster (BBL) dan menggantinya dengan ekspor lobster berukuran 50 gram.

“Sebagai pembudidaya lobster saya ingin mengusulkan kepada Presiden Republik Indonesia untuk menghentikan ekspor benih bening lobster, dan menggantinya dengan ekspor lobster 50 gram,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada media, Minggu, 12 Oktober 2025.

Menurut Owner Bandar Laut Dunia Grup (Balad Grup) itu, kebijakan ekspor lobster 50 gram akan menjadi langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan budidaya lobster di dalam negeri. “Kalau Perpres-nya diganti, pasti budidaya lobster akan menjamur di Indonesia. Karena para pengekspor BBL harus berbudidaya BBL sampai menjadi lobster dengan berat 50 gram,” tegasnya.

Baca Juga :  Penjualan Kurma di Jember Melejit Menjelang Ramadan

Gus Lilur juga menilai, penghentian ekspor benih bening lobster tidak akan mengganggu hubungan dagang dengan negara lain, termasuk Vietnam. “Meskipun ekspor benih bening lobster dihentikan, hubungan dengan Vietnam akan tetap terjaga baik. Sebab, Indonesia tetap mengekspor lobster 50 gram,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan rencananya untuk secara resmi mengirim surat elektronik kepada Presiden Prabowo Subianto berisi usulan tersebut. “Secara khusus saya akan berkirim surat elektronik kepada Presiden Republik Indonesia. Isi surat elektronik itu, saya mengusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menghentikan ekspor benih bening lobster dan menggantinya dengan ekspor lobster 50 gram,” tuturnya.

Baca Juga :  Durian Lokal Jember Naik Kelas! Riset Ungkap Potensi Varietas Eksklusif di Lereng Argopuro dan Raung

Dalam kesempatan itu, Gus Lilur juga menyinggung keunggulan lobster Indonesia di kawasan Asia. “Indonesia dengan anugerah geografis istimewa dengan posisi berada di tengah garis khatulistiwa memperoleh banyak keajaiban, salah satunya adalah anugerah lobster. Nah di Asia, lobster hanya ada di Indonesia dan Filipina, kualitas lobster Indonesia jauh lebih unggul dari Filipina,” ungkapnya.

Sebagai bentuk komitmennya terhadap sektor perikanan budidaya, Balad Grup akan memperluas kegiatan usaha di Gugusan Teluk Kangean, Kabupaten Sumenep. “Prioritas utama perikanan budidaya yang akan dilanjutkan besar-besaran oleh kami ada lima usaha budidaya, yakni budidaya rumput laut, budidaya lobster, budidaya teripang, budidaya kerapu, dan budidaya kerang,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Luhut Berharap Adanya Kesadaran Kolektif Seluruh Elemen Bangsa
Bahas Kerja Sama Diplomatik dengan Swiss, AHY Menerima Kunjungan Dubes
UIN KHAS Jember Gelar Bazar Kampus Ramadan, Kepala Biro AUPK: Komitmen Peduli Pelaku Usaha
Gandeng UMKM, Alfamart Tebar 60.000 Paket Buka Puasa Gratis di 34 Kota
DPP PKB Mengutuk Keras Pembunuhan Ayatullah Ali Khamenei
Berkah Ramadhan Bikin Omzet Pedagang Es di Jember Naik 10 Kali Lipat
Permintaan Telur Puyuh Melonjak Drastis, Harga Masih Stagnan
Kesaksian Warga Gumelar atas Kronologi Banjir

Baca Lainnya

Thursday, 5 March 2026 - 22:34 WIB

Luhut Berharap Adanya Kesadaran Kolektif Seluruh Elemen Bangsa

Thursday, 5 March 2026 - 18:33 WIB

Bahas Kerja Sama Diplomatik dengan Swiss, AHY Menerima Kunjungan Dubes

Thursday, 5 March 2026 - 17:55 WIB

UIN KHAS Jember Gelar Bazar Kampus Ramadan, Kepala Biro AUPK: Komitmen Peduli Pelaku Usaha

Wednesday, 4 March 2026 - 12:46 WIB

Gandeng UMKM, Alfamart Tebar 60.000 Paket Buka Puasa Gratis di 34 Kota

Tuesday, 3 March 2026 - 06:44 WIB

DPP PKB Mengutuk Keras Pembunuhan Ayatullah Ali Khamenei

TERBARU