Gus Yahya Berharap Muktamar ke-36 NU Kembali Dibuka Presiden Prabowo

Thursday, 27 August 2026 - 22:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf (Foto: Istimewa).

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf (Foto: Istimewa).

Frensia.- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya berharap Muktamar ke-36 Nahdlatul Ulama (NU) lima tahun mendatang kembali dibuka oleh Presiden Prabowo Subianto.

Harapan itu disampaikan Gus Yahya dalam sambutan pembukaan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).

Gus Yahya menyampaikan, Muktamar ke-36 NU dijadwalkan berlangsung pada 2031. Ia kemudian menyampaikan harapan agar Presiden Prabowo kembali hadir dan membuka muktamar tersebut.

“Saya tidak tahu mungkin angka 36 ini agak susah diotak-atik untuk menjadi angka yang bagus, tapi dalam hati saya tetap berharap semoga nanti dibuka oleh Presiden Prabowo lagi,” ujar Gus Yahya.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Yahya setelah menyambut para peserta dan warga NU yang hadir dalam Muktamar ke-35. Ia menyebut muktamar kali ini merupakan muktamar pertama NU pada abad kedua perjalanan organisasi tersebut.

“Selamat datang di muktamar pertama di abad ke-2 Nahdlatul Ulama,” katanya.

Menurut Gus Yahya, kehadiran NU sejak awal merupakan bagian dari ikhtiar para pendirinya untuk mengukuhkan negara bangsa Indonesia sebagai negara merdeka yang dicintai bersama.

“Nahdlatul Ulama ini hadir, dihadirkan oleh para pendirinya sebagai ikhtiar untuk mengukuhkan negara bangsa, negara merdeka yang kita cintai ini,” tutur Gus Yahya.

Baca Juga :  Buka Muktamar ke-35 NU, Prabowo: “Saya Tidak Mengatur Ini Semua”

Gus Yahya menyebut Muktamar ke-35 dihadiri ribuan delegasi resmi yang berasal dari berbagai tingkat kepengurusan NU di seluruh Indonesia.

Ia mencatat terdapat sekitar 2.232 orang yang menjadi perwakilan delegasi dari pengurus wilayah dan pengurus cabang.

“Di dalam muktamar ini kita melihat para perwakilan delegasi dari berbagai pengurus wilayah, pengurus cabang yang seluruhnya berjumlah kira-kira 2.232 orang,” ujarnya.

Selain peserta resmi, suasana muktamar juga diramaikan puluhan ribu warga dan pencinta NU yang datang ke lokasi.

“Di luar pengurus cabang dan wilayah, muktamar ini dipadati oleh pencinta Nahdlatul Ulama yang hadir sampai 50.000 yang hadir untuk memeriahkan muktamar,” kata Gus Yahya.

Menurutnya, jumlah tersebut sebenarnya hanya sebagian kecil dari keseluruhan warga NU yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

“Ini semua adalah percikan kecil saja dari keseluruhan lanskap Nahdlatul Ulama yang begitu luas menyebar di seluruh Indonesia,” ucapnya.

Gus Yahya juga menyampaikan data survei yang memperkirakan jumlah warga NU mencapai lebih dari separuh populasi muslim Indonesia. Dengan jumlah penduduk muslim Indonesia yang disebutnya sekitar 244 juta jiwa, ia memperkirakan warga NU mencapai lebih dari 120 juta orang.

Baca Juga :  Prabowo Ingin Kartu NU di Muktamar ke-35, Gus Yahya Disebut Masih “Berutang”

“Menurut laporan sebuah survei, warga Nahdlatul Ulama di seluruh Indonesia ini kira-kira 57 persen dari seluruh penduduk muslim seluruh Indonesia. Itu berarti bahwa dengan jumlah penduduk muslim kira-kira 244 juta orang, NU itu lebih dari 120 juta di Indonesia,” jelasnya.

Besarnya jumlah warga NU tersebut, menurut Gus Yahya, sekaligus membawa konsekuensi berupa tanggung jawab yang besar bagi organisasi.

“Ini adalah konstituante yang sangat besar dan sekaligus tanggung jawab yang sangat besar,” tegasnya.

Gus Yahya menegaskan bahwa Muktamar ke-35 memiliki posisi penting karena para muktamirin akan menentukan arah perjalanan organisasi untuk lima tahun mendatang.

Menurutnya, keputusan yang dihasilkan muktamar akan menjadi pedoman bagi NU dalam mengajak lebih dari 120 juta warganya menghadapi masa depan.

“Para muktamirin dalam lima hari ke depan akan menentukan arah organisasi, akan menentukan bagaimana mereka akan mengajak lebih dari 120 juta warga Nahdlatul Ulama menuju,” ujarnya.

Karena itu, Gus Yahya menekankan agar arah perjalanan NU tetap sejalan dengan kepentingan bangsa dan negara Indonesia.

“Maka tidak boleh arah Nahdlatul Ulama ini tidak berkesesuaian dengan arah bangsa dan negara,” Pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Audiensi Ditolak-Surat Tak Dibalas, MWCNU se-Jember Kecewa pada Pengurus Karteker PCNU
Haul KH Achmad Mohammad Nawawi ke 21 di Sampang Dihadiri Ribuan Jemaah
Khotbah Idul Adha Di Polres Jember, Prof Hepni Sebut Ritual Sa’i Sebagai Ajaran Kepedulian Sosial
Khotbah Di Masjid Roudhotul Muchlisin, Gus Aab Sampaikan Falsafah Sa’i Untuk Kehidupan
Kepala KUA Tanggul Jember Sampaikan Fokus Transformasi Pelayanan di 100 Hari Kerja
Rektor UIN KHAS Jember Sampaikan Peran MUI di Pembukaan Musda ke-XI
Perempuan Cantik Tidak Disunnahkan Mengikuti Sholat Idul Fitri, Begini Penjelasan dalam Kitab Fathul Qorib
Warga Desa Suger Kidul Jember Rayakan Lebaran Lebih Awal

Baca Lainnya

Thursday, 27 August 2026 - 22:20 WIB

Gus Yahya Berharap Muktamar ke-36 NU Kembali Dibuka Presiden Prabowo

Wednesday, 29 July 2026 - 19:00 WIB

Audiensi Ditolak-Surat Tak Dibalas, MWCNU se-Jember Kecewa pada Pengurus Karteker PCNU

Wednesday, 27 May 2026 - 21:44 WIB

Haul KH Achmad Mohammad Nawawi ke 21 di Sampang Dihadiri Ribuan Jemaah

Wednesday, 27 May 2026 - 08:27 WIB

Khotbah Idul Adha Di Polres Jember, Prof Hepni Sebut Ritual Sa’i Sebagai Ajaran Kepedulian Sosial

Wednesday, 27 May 2026 - 07:26 WIB

Khotbah Di Masjid Roudhotul Muchlisin, Gus Aab Sampaikan Falsafah Sa’i Untuk Kehidupan

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading