Hakikat Puasa Perspektif Hujjatul Islam, Berikut Rahasia Puasa Baik Fisik Mupun Batin yang Dianjurkan Imam Al-Ghazali dalam Literaturnya

Sunday, 17 March 2024 - 00:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gambar Imam Al-Ghazali edit by elriyadh

Ilustrasi gambar Imam Al-Ghazali edit by elriyadh

Frensia.id – Sebagai Hujjatul Islam, Imam Al-Ghazali merupakan cendikiawan yang juga beberapa gagasan tentang gagasan puasa. Gagasan Imam Al-Ghazali hakikat puasa bisa dilihat dalam literatur karangannya yang berjudul “Asrar As-Shaum min Ihya’ Ulumuddin“.

Menurut hujjatul Islam dalam literaturnya, puasa secara hakikat bukan hanya menahan lapar dari kondisi fisik atau jasmani saja. Akan tetapi lebih dari sekedar puasa yang sifatnya fisik, ada puasa batin yang bersifat secara rohani.

Kebanyakan orang Muslim secara mayoritas melaksanakan puasa yang hanya bersifat menahan perut dari makan dan minum. Menurut Al-Ghazali puasa ditingkatan ini adalah puasa kategori terrendah.

Sementara Puasa yang sifatnya batiniah dan rohani, adalah puasa yang jarang bisa dilakukan oleh kebanyakan kaum Muslim. Sehingga apabila orang Muslim bisa melaksanakan puasa ini bsa terbilang kategori Muslim yang sangat istimewa.

Gagasan Al-Ghazali tentang rahasia puasa memberi penyadaran dan wawasan terhadap kaum Muslim terhadap pentingnya menunaikan ibadah puasa secara hakikat. Hakikat rahasia puasa yang dimaksud tidak lain adalah berpuasa secara lahir dan batin.

Baca Juga :  Peziarah Terhambat Ziarah ke Wali Lima Gegara Bus Masuk Sawah di Mayang Jember

Untuk mencapai tingkatan rahasia puasa tersebut, Al-Ghazali memberikan bebera tips rahasia. Adapun tips terbagi menjadi 6 rahasia puasa sebagai berikut;

  • Pertama, menjaga dan mencegah mata untuk memandang terhadap semua hal yang bersifat makruh. Selain itu mata harus menghindari hal yang membuat hati lalai akan berdzikir kepada Allah.
  • Kedua, menjaga lisan dari berkata kotor, misalnya seperti dusta, mengumpat atau sambat, fitnah, mencela, tengkar, dan munafik.
  • Ketiga, menjaga telinga dari mendengar suatu hal yang makruh. Sebab segala yang makruh bahkan haram diucapkan, dilarang juga untuk didengarkan.
  • Keempat, mencegah bagian tubuh seperti tangan dan kaki dari perbuatan dosa. Selain itu, mencegah perut dari memakan barang syubhat disaat berbuka. Bagaimana mungkin orang berpuasa memakan barang haram saat berbuka puasa (iftar).
  • Kelima, makan secukupnya atau tidak berlebihan saat berbuka. Jika saat berbuka seseorang mengganti apa yang hilang saat siang, apa kemudian arti puasa. Padahal maksud tujuan puasa adalah mengosongkan perut dan menhilangkan syahwat agar takwa semakin bertambah.
  • Keenam, setelah berbuka agar khawatir akan diterima amal puasanya, antara takut dan menghadap. Sebab tidak satupun yang tahu, apakah puasanya diterima atau tidak. Jika diterima maka akan menjadi orang yang dekat dengan Allah, begitupun sebaliknya.
Baca Juga :  Riset Orientalis Ungkap Inkonsistensi Moral dan Disiplin Diri Saat Ramadhan Para Pemuda Mesir

Beberapa tips menguak rahasia puasa yang dijelaskan oleh Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali bisa menjadi bekal wawasan untuk kemudian diperhatikan saat melaksanakan puasa. Puasa bukan hanya sekedar dipandang melalui perspektif syariat antara sah dan batal. Lebih dari itu, puasa merupakan ibadah yang menyeluruh baik fisik-raga maupun batin-jiwa.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Berkah Tidak Mesti Identik dengan Kekayaan, Begini Penjelasan Dr. Haidar Baqir
Idealisme Nabi Muhammad SAW Ketika DiLobi oleh Orang Terdekat
Awal Ramadan, Jumlah Penumpang KA di Jember Alami Penurunan
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Kamis, Serukan Persatuan di Tengah Perbedaan
Riset Orientalis Ungkap Inkonsistensi Moral dan Disiplin Diri Saat Ramadhan Para Pemuda Mesir
Resepsi 100 Tahun NU, Ketua LDNU PBNU Paparkan Tiga Kerangka Khidmat
Peziarah Terhambat Ziarah ke Wali Lima Gegara Bus Masuk Sawah di Mayang Jember
Di Momen Hari Santri Nasional, Brulantara Grup Gerakkan Santri Bangun Kemandirian Laut

Baca Lainnya

Sunday, 8 March 2026 - 14:28 WIB

Berkah Tidak Mesti Identik dengan Kekayaan, Begini Penjelasan Dr. Haidar Baqir

Thursday, 26 February 2026 - 23:19 WIB

Idealisme Nabi Muhammad SAW Ketika DiLobi oleh Orang Terdekat

Saturday, 21 February 2026 - 17:00 WIB

Awal Ramadan, Jumlah Penumpang KA di Jember Alami Penurunan

Tuesday, 17 February 2026 - 21:00 WIB

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Kamis, Serukan Persatuan di Tengah Perbedaan

Saturday, 14 February 2026 - 01:29 WIB

Riset Orientalis Ungkap Inkonsistensi Moral dan Disiplin Diri Saat Ramadhan Para Pemuda Mesir

TERBARU