Harga Plastik Naik Gegara Perang di Timur Tengah

Wednesday, 8 April 2026 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu ruangan di Toko Mitra Plastik Kabupaten Jember (Foto: Fadli/Frensia).

Salah satu ruangan di Toko Mitra Plastik Kabupaten Jember (Foto: Fadli/Frensia).

Frensia.Id- Harga plastik di toko kawasan Pasar Tanjung Jember, melonjak tajam. Kenaikan harga ini dipicu menipisnya ketersediaan minyak, dikarenakan konflik militer di kawasan Timur Tengah yang mengganggu jalur distribusi buah khas padang pasir tersebut.

Kondisi ini terpantau di Toko Mitra Plastik, salah satu pusat pembelanjaan plastik di Pasar Tanjung.

Pengelola Toko Mitra Plastik, David Susanto, mengungkapkan bahwa kenaikan harga terjadi merata di hampir semua jenis produk berbahan plastik. Mulai dari kantong plastik, gelas sekali pakai, hingga wadah mika.

“Semua macam plastik, gelas-gelas, plastik kantongan, terus timbal, botol, lagi. Pokoknya mika-mika ini semua naik semua harganya,” katanya, Rabu (8/4/2026).

Baca Juga :  Respons Ketua Sobung Sarka atas Pembatasan Penggunaan Plastik di Jember

Menurut David, jenis barang yang paling dirasakan kenaikannya oleh konsumen adalah kantong plastik belanja. Salah satu merek bahkan mengalami lonjakan harga hingga lebih dari 50 persen.

“Misal kayak Tim Wood alias WPC (Wood Plastic Composite), sebelumnya dijual Rp 20.000-an, sekarang sudah naik sampai Rp 30.000-an lebih per paknya,” ujarnya.

David menjelaskan, bahwa tren kenaikan ini sebenarnya sudah mulai merangkak sejak awal Maret. Namun, efek domino terhadap daya beli masyarakat baru benar-benar terasa setelah masa libur Lebaran usai.

“Sebenarnya kenaikannya sudah sejak awal Maret. Cuma baru kerasa dampaknya itu setelah selesai Lebaran H+1,” paparnya.

Baca Juga :  Gas Elpiji 3 Kg di Jember Langka-Mahal, Pertamina Gelar Operasi Pasar

David menyebut situasi geopolitik di Timur Tengah, khususnya penutupan akses di Selat Hormuz, menjadi pemicu utama kenaikan harga plastik. Pasalnya, perang ini menyebabkan pasokan minyak mentah dunia terhambat, yang secara otomatis mengerek biaya produksi barang berbahan polimer.

“Kan Selat Hormuz ditutup. Jadi pasokan minyak berkurang. Plastik, styrofoam itu kan bahan bakunya dari minyak, jadi pasokan jadi langka di Indonesia,” jelasnya.

“Makanya harganya ikut. Harga minyak naik, ya harga plastik ikut naik, soalnya bahan baku plastik itu minyak,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Tren Tabungan Emas di BRImo Semakin Diminati saat Rupiah Melemah
Rupiah Kian Melemah, Ekonom UNEJ Sebut Harga Pangan dan Energi Domestik Berpotensi Naik
Pakar Ekonomi UNEJ Soroti Penyebab Lemahnya Rupiah
Harga Minyakita Naik, Pedagang di Jember Stop Penjualan
Gas Elpiji 3 Kg di Jember Langka-Mahal, Pertamina Gelar Operasi Pasar
Perajin Tahu di Mangli Jember Keluhkan Efek Domino Naiknya Harga Kedelai
Kepala BGN Resmikan Dapur MBG di Ponpes Nurul Chotib Jombang Jember
Intervensi Harga Pangan, Pertamina Gelar Pasar Murah Sembako Rp 30 Ribu di Jember

Baca Lainnya

Friday, 22 May 2026 - 19:32 WIB

Tren Tabungan Emas di BRImo Semakin Diminati saat Rupiah Melemah

Friday, 22 May 2026 - 18:34 WIB

Rupiah Kian Melemah, Ekonom UNEJ Sebut Harga Pangan dan Energi Domestik Berpotensi Naik

Thursday, 21 May 2026 - 14:25 WIB

Pakar Ekonomi UNEJ Soroti Penyebab Lemahnya Rupiah

Thursday, 23 April 2026 - 16:40 WIB

Harga Minyakita Naik, Pedagang di Jember Stop Penjualan

Thursday, 23 April 2026 - 12:14 WIB

Gas Elpiji 3 Kg di Jember Langka-Mahal, Pertamina Gelar Operasi Pasar

TERBARU

Petugas Damkar Jember  saat melakukan pemadaman di lokasi kebakaran (Foto: Istimewa).

News

Hari H Akad, Rumah Warga Jember Alami Kebakaran

Friday, 22 May 2026 - 15:38 WIB