HASIL SIDANG ISBAT: Bulan Puasa Jatuh Pada Hari Selasa, 12 Maret 2024

Sunday, 10 March 2024 - 19:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Frensia.id

Ilustrasi, Frensia.id

Frensia.id- Pada petang hari ini, Minggu (10/3/2024), Kementerian Agama (Kemenag) telah melaksanakan sidang isbat untuk menetapkan awal Ramadhan 1445 H. Hasilnya diumumkan bahwa bulan puasa jatuh pada hari selasa 12 Maret 2024.

Pengumuman tentang hasil sidang Isbat pertama kali dipublish oleh akun @narasinewsroom di media X. Sumber pengumuman tersebut dijelaskan dari kementerian agama langsung.

Jadi penjelasan dalam akun yang dikelola oleh tim mata najwa ini berasal dari Sidang Isbat di Auditorium H. M. Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Minggu (10/3).

Dalam postinganya, dijelaskan bahwa Penentuan 1 Ramadan akan jatuh besok, yaitu pada hari Selasa, didasarkan pada beberapa faktor penting yang menjadi pedoman bagi umat Islam di Indonesia.

Baca Juga :  Bupati Jember Bagikan Makanan ke Warga saat Tinjau Antrean BBM di SPBU

Penentuan ini dilakukan berdasarkan penelitian terhadap posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia, yang saat ini belum memenuhi kriteria minimum yang telah ditetapkan.

Hasilnya hilal berada ada posisi 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Dengan kata lain, hilal belum terlihat dengan jelas.

Proses penentuan awal Ramadan menggunakan dua metode utama, yaitu rukyat dan hisab. Hisab adalah metode perhitungan matematis yang memberikan informasi tentang posisi bulan berdasarkan perhitungan astronomi.

Sementara itu, rukyat merupakan pengamatan langsung terhadap bulan baru, yang dilakukan oleh individu atau kelompok tertentu.

Dalam konteks ini, hisab bersifat informatif dan memberikan dasar bagi penentuan awal Ramadan, sementara rukyat memperkuat konfirmasi dari hasil hisab.

Baca Juga :  Pesan Pengamat UMKM Jember ke Gus Fawait yang Berpotensi Maju Pilgub Jatim

Diinformasikan sebelumnya, sidang Isbat, yang merupakan forum resmi untuk mengumumkan penentuan awal Ramadan, dihadiri oleh berbagai pihak yang berwenang, termasuk tim Kementerian Agama, duta besar negara sahabat, perwakilan organisasi masyarakat Islam, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Dengan demikian, proses penentuan awal Ramadan merupakan hasil dari kerja sama antara otoritas agama, pemerintah, dan lembaga terkait dalam upaya memastikan bahwa umat Islam dapat memulai ibadah puasa Ramadan dengan sesuai dengan ajaran dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Kemen PPPA Tegaskan Terus Lakukan Advokasi: Perempuan Tetap Menstruasi Meski dalam Kondisi Darurat
Gus Fawait Sosialisasikan Program Pemkab Jember melalui Bunga Desaku di Kecamatan Jelbuk
Komisi D DPRD Jember Soroti Kasus Kekerasan Seksual, Kampus Diminta Evaluasi Pengawasan Mahasiswa
Datang ke Jember, Menteri KP Minta Proyek KNMP Tuntas Akhir November
Buntut Kasus Kekerasan Siswa, DPRD Jember Sidak Sekolah Rakyat hingga Minta CCTV Ditambah
Datang ke Jember, MenPAN-RB Puji Integrasi 279 Layanan dalam Satu Atap
DPRD Jember Gelar RDP Dugaan Sengketa Tanah Warga Kemuningsari Lor Panti, PTPN Tak Hadir
PAN Banyuwangi Gelar Rakerda 1 dan Pelantikan DPC, Siap Mengusung Kader Sendiri

Baca Lainnya

Saturday, 31 October 2026 - 22:47 WIB

Gus Fawait Sosialisasikan Program Pemkab Jember melalui Bunga Desaku di Kecamatan Jelbuk

Friday, 30 October 2026 - 20:15 WIB

Komisi D DPRD Jember Soroti Kasus Kekerasan Seksual, Kampus Diminta Evaluasi Pengawasan Mahasiswa

Friday, 30 October 2026 - 18:18 WIB

Datang ke Jember, Menteri KP Minta Proyek KNMP Tuntas Akhir November

Wednesday, 28 October 2026 - 18:01 WIB

Buntut Kasus Kekerasan Siswa, DPRD Jember Sidak Sekolah Rakyat hingga Minta CCTV Ditambah

Monday, 26 October 2026 - 16:32 WIB

Datang ke Jember, MenPAN-RB Puji Integrasi 279 Layanan dalam Satu Atap

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading