Frensia.id- Tak ada hentinya dimodifikasi, Honda GL Series memang keren bagi para pemerhati dan pencintanya. Bahkan sudah beberapa tahun yang lalu, model terbarunya GL Neo-Tech dengan modifikasi karburator racing telah diteliti di Bandung. Hasilnya tentu menarik.
Pada laboratorium canggih Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Bandung, sebuah eksperimen penting dilakukan Rafki Afra. Hasil telah dipublikasi dalam repositori UNPAS, tahun 2013.
Rafki mengukur performa sepeda motor Honda GL Pro Neo-Tech melalui alat pengujian moder. Ia ingin mengetahui seberapa besar perbedaan performa yang dihasilkan antara karburator standar dan karburator racing.
Alat yang digunakan meliputi Inertia Dynamometer Chassis tipe Sport-devices SD.325 V31, Gas Analyzer Sukyoung SG.410, dan Flow Meter konsumsi bahan bakar Pierburg Technogerma System.
Sepeda motor diuji melalui proses yang ketat dan teliti. Alat dynamometer digunakan untuk mengukur daya dan torsi maksimum, sementara Gas Analyzer dan Flow Meter membantu mengukur konsumsi bahan bakar pada berbagai putaran mesin.
Hasilnya menunjukkan perbedaan signifikan antara karburator standar dan karburator racing. Dengan menggunakan karburator standar, Honda GL Pro Neo-Tech mencatat daya maksimum 6,8 HP pada 8667 RPM.
Ketika karburator racing dipasang, daya maksimum meningkat menjadi 7,56 HP pada 8534 RPM, yang menunjukkan peningkatan sebesar 11,17%. Namun, peningkatan daya ini datang dengan sedikit pengorbanan.
Torsi maksimum dengan karburator standar adalah 8,64 Nm pada 4955 RPM, sementara dengan karburator racing, torsi turun menjadi 8,18 Nm pada 5230 RPM. Hal ini menunjukkan penurunan sebesar 5,32%. Jadi, meskipun ada peningkatan dalam daya, torsi atau kekuatan putar sedikit berkurang ketika menggunakan karburator racing.
Tidak hanya performa daya dan torsi yang diuji, konsumsi bahan bakar juga menjadi fokus utama. Pengujian menunjukkan bahwa dengan karburator standar, konsumsi bahan bakar spesifik adalah 0,68 kg/kWh pada 7000 RPM.
Selain itu, tekanan efektif rata-rata tercatat 6,59 kg/cm² pada 5230 RPM, dengan efisiensi maksimum sebesar 9,07% pada 4000 RPM, dan efisiensi rata-rata sebesar 6,67%.
Hasil temuannya memberikan wawasan berharga bagi para pengguna dan penggemar modifikasi sepeda motor. Dengan memahami perbedaan performa antara karburator standar dan racing, para pengguna dapat membuat keputusan yang lebih tepat mengenai jenis modifikasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Bagi mereka yang menginginkan peningkatan daya untuk kecepatan, karburator racing mungkin menjadi pilihan yang menarik. Namun, bagi yang lebih mementingkan torsi dan efisiensi bahan bakar, karburator standar tetap menjadi pilihan yang baik.
Jadi, eksperimen ini menunjukkan bahwa modifikasi karburator dapat memberikan peningkatan performa yang signifikan pada sepeda motor Honda GL Pro Neo-Tech. Meskipun ada beberapa trade-off antara daya dan torsi, hasil pengujian ini memberikan panduan yang jelas bagi para pengguna sepeda motor untuk memilih modifikasi yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka.