Frensia.Id- Jembatan gantung di Dusun Darungan, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Jember, masih belum diperbaiki pasca diterjang banjir bandang pada Februari lalu.
Akibatnya, para wali murid terpaksa berkreasi membuat rakit demi anak-anak mereka bisa tetap sekolah.
Aktivitas warga di sisi utara dan selatan sungai (menuju Ajung) praktis terganggu total.
“Warga yang ingin menyeberang terpaksa harus memutar jauh ke arah timur melalui Mangli, Kecamatan Kaliwates, atau memutar ke arah barat melalui jembatan gantung di Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji,” kata Kapolsek Sukorambi, AKP Sudarsono, Selasa (14/4/2026).
Selanjutnya kata dia, ada sekitar lima siswa SDN 2 Jubung, dan 1 pelajar TK yang berdomisili di utara sungai, sementara sekolah mereka berada di sisi selatan sungai. Agar tidak memutar jauh, para wali murid berinisiatif membuat perahu rakit sederhana dari bambu.
“Setiap hari, anak-anak ini harus menyeberangi aliran Sungai Bedadung. Wali murid membuat rakit untuk antar jemput anak-anak sekolah,” ujarnya.
“Itu dilakukan tatkala aliran Sungai Bedadung dalam keadaan normal atau arus tidak deras,” tambahnya.
Jika cuaca buruk atau arus sungai mulai liar, kata dia, para siswa harus menempuh jalur darat yang sangat jauh. Mereka terpaksa naik sepeda pancal atau diantar orang tua melalui jalur memutar di Desa Kaliwining.
“Kalau kondisi air sungai tidak bersahabat. Mereka harus memutar, entah naik sepeda atau diantarkan oleh orang tuanya,” paparnya.
Sebagai informasi, sebelumnya pada Kamis (12/2) sekitar pukul 21.20 WIB. Jembatan gantung penghubung Dusun Darungan, Desa Jubung-Desa/Kecamatan Ajung ambrol karena debit air sungai yang meningkat drastis akibat hujan deras.






