Frensia.id – Jember telah menjadi kabupaten dengan status masyarakat terbanyak meminta data Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di wilayah Sekarkijang (Jember, Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Lumajang).
Data tersebut, disampaikan oleh Kepala OJK Jember, Aris Budiman, saat acara Media Briefing and Gathering, di Yogyakarta, pada Rabu (23/9/2026).
“Kalau bicara mengenai permohonan SLIK, paling banyak Jember ya,” kata Aris.
Permintaan layanan SLIK telah menunjukkan jumlah yang cukup tingga hingga di bulan Agustus 2026 dengan total 4.971 permintaan.
Adapun rincian jumlah tersebut, yaitu 2.921 secara walk in, dan 2.050 secara online.
Dengan banyaknya jumlah itu, maka menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses informasi riwayat kredit.
Lebih lanjut, Aris mengatakan bahwa masyarakat kini masih banyak yang menyalahgunakan penggunaan data identitas pribadinya saat akan melakukan transaksi keuangan, termasuk untuk melakukan pinjaman.
Padahal saat akan mengajukan pinjaman, debitur akan membutuhkan informasi terkait rekam jejak finansial identitas pribadinya, agar mempermudah proses pengajuan.
Dia mencontohkan ketika masyarakat yang masih sembarangan dalam memberikan identitas pribdadinya saat ditawari bantuan pinjaman oleh tak dikenal.
“Dan itu parah banget dan kasihan. Ketika mereka mau mengajukan leasing, ya, mengajukan kredit, enggak bisa,” tuturnya.
Aris meminta agar awak media dapat membantu menguatkan informasi kepada masyarakat, terkait pentingnya menjaga identitas pribadinya.
“Karena banyak statistik menunjukkan bahwa paling banyak pengajuan konsumen yang disebabkan oleh itu (penyalahgunaan data pribadi),” tegasnya.***










