Karya Rolling Stones, Disebut Kontra Budaya Rasisme Lagu The Beatles

Saturday, 27 July 2024 - 02:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Karya Rolling Stones, Disebut Kontra Budaya Rasisme Lagu The Beatles (Sumber: Imam's Grafis)

Gambar Karya Rolling Stones, Disebut Kontra Budaya Rasisme Lagu The Beatles (Sumber: Imam's Grafis)

Frensia.id- Karya seni, khususnyabmusik memiliki dampak kuat dalam mempengaruhi masyarakat. Diantaranya, Rolling Stones menciptakan lagu yang saling serang maka dengan lagu-lagu the Beatles.

Kedua band rock ini sebenarnya sama-sama populer di eranya. Sama berasal dari Inggris dan juga menjadi legenda dalam dunia musik, utamanya musik rock.

Rolling Stones merupakan legenda musik hard rock. Sedangkan The Beatles dapat dikatakan berada pada jalur pop rock.

Bukan hanya berbeda aliran, mereka juga ditengarai oleh beberapa peneliti sebagai group yang sering berbeda dalam menyuarakan keresahan dalam lagu-lagunya. Beberapa makna lagunya terdeteksi sering berlawanan dan menimbulkan pengaruh-pengaruh yang juga berbeda di masyarakat.

Salah satu pakar yang berupaya meneliti karya keduanya adalah John M. Hellmann, Jr. Ia membahas lagu-lagu kedua legenda ini dalam konteks budaya rasisme di Inggris. Karya ini telah diterbitkan dalam The Journal of American Folklore.

Baca Juga :  UIN KHAS Jember Kukuhkan 4 Guru Besar

Menurutnya, The Beatles, bersama dengan Rolling Stones, sangat mempengaruhi sikap pemuda dan gerakan budaya tandingan pada tahun 1960-an dan 1970-an. Berasal dari latar belakang kelas menengah di kawasan London, Rolling Stones muncul pada awal tahun 60-an dengan mengadopsi musik Negro Amerika yang mentah dan tanpa kompromi, khususnya rhythm and blues.

Musik ini memainkan peran penting dalam membentuk identitas artistik mereka dan memicu perubahan budaya yang besar. Mengabaikan aspek-aspek membosankan dari budaya mereka sendiri.

Rolling Stones memilih untuk mengadopsi sikap yang lebih realistis, meskipun kurang “mulia” dan nyaman. Ia mengangkat komunitas kulit hitam di kawasan ghetto Amerika.

Baca Juga :  Respons Ketua IKA UIN KHAS soal Penjaringan Bakal Calon Rektor

Hal demikian menciptakan dasar bagi gerakan budaya tandingan dengan menerjemahkan perspektif ini menjadi citra yang menarik bagi pemuda kulit putih yang merasa terasing. Pengaruh mendalam dari musik blues kulit hitam paling jelas terlihat dalam bahasa gaul.  

Mendengar nuansa blues kulit hitam dalam lirik-lirik lagunya, menawarkan metode unik untuk mempelajari bagaimana band ini menginternalisasi dan memperluas sikap budaya urban kulit hitam. Hal demikian yang dianggap berbeda dengan The Beatles.

The Beatles lebih menampilkan pesan yang mendiskreditkan orang kulit hitam. Bahkan disebut oleh seorang pengamat musik pop, Jack Whatley, sebagai group band yang kotor.

“Bahkan, mereka mungkin sedikit lebih kotor daripada kebanyakan band lainnya”, tulisnya dilansir dalam faroutmagazine, 2020.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Batikmatika Hadirkan Nusantara Series: Perpaduan Motif Matematika dengan Kekayaan Alam Indonesia di Hari Batik Nasional
Bayi Laki-laki Terbungkus Handuk Ditemukan di Depan Rumah Warga Kalibaru Banyuwangi
UIN KHAS Jember Terima Kunjungan UniMAP, Jalin Kerja Sama Pengembangan Akademik dan Jejaring Internasional
Datangkan Pakar! MAN Lumajang Perkuat Skill Aktor Moderasi Beragama
Festival Budaya dan Pameran UMKM Bakal Digelar di Banyuwangi
Satgas MBG Jember Sidak SPPG Jatiagung Sebabkan Puluhan Siswa Keracunan
Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Arahkan Mahasiswa Manfaatkan Media Sosial untuk Berkarya
Prof Busriyanti Usul Ada Percepatan Karier Guru Besar Perempuan di UIN KHAS Jember

Baca Lainnya

Saturday, 3 October 2026 - 16:30 WIB

Batikmatika Hadirkan Nusantara Series: Perpaduan Motif Matematika dengan Kekayaan Alam Indonesia di Hari Batik Nasional

Saturday, 3 October 2026 - 15:04 WIB

Bayi Laki-laki Terbungkus Handuk Ditemukan di Depan Rumah Warga Kalibaru Banyuwangi

Thursday, 1 October 2026 - 23:18 WIB

UIN KHAS Jember Terima Kunjungan UniMAP, Jalin Kerja Sama Pengembangan Akademik dan Jejaring Internasional

Sunday, 27 September 2026 - 12:20 WIB

Datangkan Pakar! MAN Lumajang Perkuat Skill Aktor Moderasi Beragama

Friday, 25 September 2026 - 14:12 WIB

Festival Budaya dan Pameran UMKM Bakal Digelar di Banyuwangi

TERBARU

Gambar Evaluasi! Anggota DPRD Banyuwangi Jalani Tes Urine Serentak (Sumber: Istimewa)

Regionalia

Evaluasi! Anggota DPRD Banyuwangi Jalani Tes Urine Serentak

Monday, 5 Oct 2026 - 16:27 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading